MEDIASI UMMAT
East & West in Harmony at www.mediasisumut.blogspot.com
Jumat, 31 Juli 2026
Ber-Amal lah...
Dari sekian banyak sahabat Rasulullah ﷺ yang kaya raya, Seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq RA dan Utsman bin Affan RA, Mereka menggunakan kekayaan untuk:
Bersedekah, Membantu fakir miskin, Membebaskan budak, Membiayai dakwah & Menolong orang yang kesusahan.
Harta seperti inilah yang akan menjadi cahaya. Harta yang Justru Menyelamatkan. Bukan beban. Karena Harta mereka berada di tangan, bukan di hati.
Ketika seseorang meninggal dunia, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Tiga perkara mengikuti mayit: Keluarganya, Hartanya, dan Amalnya. Maka dua kembali pulang dan satu tetap bersamanya. Keluarga dan hartanya kembali, sedangkan amalnya tetap bersamanya. (HR. Bukhari dan Muslim)
Betapa dalam makna hadis ini. Orang-orang mengantar ke kuburan. Setelah pemakaman selesai...Semua pulang. Rumah ditinggalkan. Mobil berpindah tangan. Tabungan diwariskan. Tetapi amal tetap tinggal bersama pemiliknya
Rabu, 29 Juli 2026
Harta untuk apa?
Bayangkan seseorang yang sepanjang hidupnya sibuk mengumpulkan harta.
Ia berkata:
> "Nanti kalau sudah kaya, aku akan bertaubat."
> "Nanti kalau sudah mapan, aku akan bersedekah."
> "Nanti kalau sudah tua, aku akan mendekat kepada Allah."
Namun ternyata kematian datang lebih cepat daripada rencananya.
Kini ia berdiri di Padang Mahsyar.
Di hadapannya ada gunungan emas yang dahulu ia banggakan.
Tetapi emas itu tidak dapat berbicara.
Tidak dapat membela.
Tidak dapat membeli keselamatan.
Saat itu ia baru menyadari:
> Yang paling berharga bukanlah apa yang berhasil kita kumpulkan, tetapi apa yang berhasil kita persiapkan untuk akhirat.
Hati hati dengan Dosa
DOSA KEPADA SESAMA ??
Menjaga diri dengan berusaha menahan dan menghindari agar tidak menyakiti hati orang lain itu penting, karena tidak semua luka yang telah tergores dapat di tebus dengan kata maaf🌾
Jika kita masih ingat, maka segeralah kita selesaikan sekarang, selagi masih ada waktu, selagi masih ada kesempatan, selagi kita masih hidup🍀
Segeralah dengan mengembalikan haknya, menggantinya, meminta maaf atau meminta kehalalan atas kedzaliman yg pernah kita perbuat🌿
Karena jauh lebih ringan menunaikan hak-hak orang lain ketika kita masih di dunia, dari pada kita harus mempertanggung jawabkannya di akhirat nanti🕌🕋..
Selasa, 28 Juli 2026
Hadiah terbaik
HADIAH TERBAIK
1. Hadiah terbaik untuk sahabat adalah "Do'a."
2. Hadiah terbaik untuk musuh adalah "kema'afan."
3. Hadiah terbaik untuk guru adalah "penghormatan."
4. Hadiah terbaik untuk murid adalah "tauladan."
5. Hadiah terbaik untuk sebuah kehidupan adalah "kasih sayang."
6. Hadiah terbaik untuk sebuah kematian adalah "al-Fatihah."
7. Hadiah terbaik untuk orang tua adalah "berbakti."
8. Hadiah terbaik untuk isteri adalah "penghargaan."
9. Hadiah terbaik untuk suami adalah "kesetiaan."
10. Hadiah terbaik untuk anak adalah "pendidikan."
11. Hadiah terbaik untuk diri sendiri adalah "kejujuran."
12. Hadiah terbaik untuk orang yang tidak dikenali adalah "senyuman."
13. Hadiah terbaik untuk family adalah "Silaturrahmi"
14. Hadiah terbaik untuk Rasulullah Shallallahu 'alaihiwaSallam adalah *"Shalawat."*
Rasulullah ﷺ bersabda :
"Saling memberi hadiahlah, niscaya kalian akan saling mencintai."
Selalulah bermurah hati untuk menghadiahkan sesuatu buat sesama terutama di sekeliling kita karena pemberian atau bantuan kita tersebut sangat menyenangkan perasaan mereka, yang sejatinya kita lah semestinya yang lebih senang karena kita dapat menolong sesama,karena bantuan yang kita berikan tersebut pada hakikatnya adalah membantu atau menolong diri sendiri.
Pemberian yang tulus inshaa Allah bermanfa'at di dunia dan akhirat.
*~ Saling mendo'akan dan saling mengingatkan lah dalam kebaikan.*
Minggu, 26 Juli 2026
Lawan rasa Malas
Rasa malas adalah tanda kehilangan arah. Tubuh dan pikiran sedang memberi pesan untuk memperbaiki arah hidupmu.
1. Malas muncul karena kamu kehilangan makna. Ketahui dengan jelas "mengapa" kamu lakukan sesuatu. Otakmu otomatis akan mencari cara untuk bergerak.
Jadi, jangan kejar motivasi — kamu tidak butuh dorongan dari luar. Temukan makna sbg bahan bakar. Tulis ulang alasan bekerja, belajar, dan berjuang.
2. Malas datang karena kamu menunggu mood, bukan membangun sistem.
Jangan bergantung pada suasana hati. Disiplin adalah jembatan antara niat dan hasil.
Mulailah kecil tapi konsisten — tulis satu halaman tiap pagi, olahraga sepuluh menit, belajar lima belas menit. Lama-lama, tindakan itu menjadi mode otomatis
3. Kamu malas karena terlalu sering menunda hingga menjadi "tabungan stres".
Cobalah trik: "lakukan 5 menit saja." Begitu bergerak, otakmu menyalakan momentum. Malas hanya kuat di awal — setelah itu, ia hilang. Lawan malas dengan langkah kecil yang menyalakan gerak.
4. Rasa malas kadang muncul karena kamu terlalu keras pada diri sendiri.
Otakmu jenuh, tubuhmu lelah, dan akhirnya kamu kehilangan fokus. Ingat: tidak semua diam berarti malas — kadang itu tanda tubuhmu sedang memulihkan tenaga.
Berhentilah sejenak kalau perlu, tapi pastikan kamu kembali dengan visi yang lebih jernih.
5. Di balik malas, sering ada ketakutan.
Segala Ketakutan yg membuat diam — bukan karena tidak mau bergerak, tapi karena takut kecewa dengan diri sendiri.
Ubah fokusmu, cukup ukur kemajuanmu hari ini dibanding kemarin. Begitu kamu berani bergerak tanpa menunggu sempurna maka Otakmu mulai menikmati proses belajar
Rasa malas adalah cermin yg sering bertanya:
Apakah masih berjalan ke arah yang benar?
Apakah masih tahu alasan kenapa aku memulai?
Satu langkah kecil saja setiap hari, akan berubah menjadi bahan bakaruntuk tumbuh & terus bergerak bahkan saat malas datang.
Tampar & Bangkit, agar kamu terus diingatkan untuk tidak berhenti di tengah jalan...
Sabtu, 25 Juli 2026
The Wedding..?
"PERNIKAHAN BUKAN MENCARI SEMPURNA"🌼*
_*Pernikahan bukan tentang menemukan orang yang sempurna.*_🌾
_*Kesempurnaan itu hanya ada dalam bayangan, bukan dalam kenyataan.*_💐
_*Setiap manusia membawa cerita, luka, dan kekurangan.*_🍂
_*Dan ketika dua orang memutuskan untuk menikah, mereka tidak sedang mencari sosok tanpa cela, melainkan belajar menerima ketidaksempurnaan satu sama lain.*_🌿
_*Karena pada akhirnya, kesempurnaan pernikahan bukan terletak pada pasangan yang tanpa salah, melainkan pada dua orang yang mau menerima, mau berjuang, dan mau tumbuh bersama dalam segala ketidaksempurnaan.*_🕌🕋
Minggu, 19 Juli 2026
Diam dalam Faham
Sebagian yg sudah rajin "IBADAH RITUAL" & merasa MENGENAL "NAMA" Tuhan & seakan akan:
- sudah "DEKAT' dengan Tuhan nya,
- seakan akan sudah "kenal" dengan Tuhan nya,
- seakan akan sudah *bersih* ,
- seakan akan sudah *Suci* .
- sudah merasa *khusu'* .
- sudah merasa *Rajin* .
Tetapi, koq efek nya Masih :
- Merendahkan Sesama,
- Merusak alam,
- Menyakiti sesama,
- Mengabaikan kasih sayang,
- *Membenci atau mengolok olok sesama*, bahkan menyiksa binatang, dll yang *Bertentangan dg perilaku TAUHID* .
_Perjalanan menuju TAUHID itu ada *SISTEM* nya :_
Laqad Kana lakum fi rasulullahi Uswatun Hasanah" (QS 33:21)
*SURI TAULADAN / SOPAN SANTUN / AKHLAK :*
- Kepada Allah Swt = *HABLUM MINALLAH*.
- Kepada alam semesta, sesama manusia = *HABLUM MINANNAS*.
Kalau masih *membenci* dan *mengolok olok* sesama dan mahluk Allah Swt, ciri orang *masih menyembah NAMA*, _belum menyembah Wujud Nya_ ...
*Kenyataannya* _masih banyak orang baru *MENYEMBAH NAMA* NYA_...yah
*Bagaimana cara ingin melihat WUJUD nya , agar bisa MENYEMBAH WUJUD NYA ???
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
wa mā khalaqtul-jinna wal-insa illā *liya‘budūn*
_Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk *beribadah* kepada-Ku. (Q.S Az-Zariyat [51] : 56)
liya‘budūn = beribadah = menyembah ....
*Menyembah* itu juga arti nya luas :
- Memberi,
- Condong,
- Menghormat,
- *USHALLI* ( Sembahyang ) ,
- dll ....
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
innallāha wa malā'ikatahū yuṣallūna ‘alan-nabiyy, yā ayyuhallażīna āmanū ṣallū ‘alaihi wa sallimū taslīmā
_Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya *berShalawat* untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, *berShalawatlah* kamu untuk Nabi dan *ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya* (Q.S Al-Ahzab [33] : 56)
*SALAM PENGHORMATAN*.
🌹🌹🌹
Untuk melihat dan kenal sang *WUJUD* Tuhan , _salah satu nya dengan pendekatan *RUKUN ISLAM*:
Syahadat ➡️ Sholat ➡️ Zakat ➡️ Puasa ➡️ Haji .
*SYAHADAT = BERSAKSI*, _bukan Berucap_ ...
🌹Orang kalau sudah *Bersaksi* , efek nya *SADAR /Shalat* _bukan Ushalli_ yah ...
_Sadar kemana ?_
*Sadar ke Wujud*,
QS 1:2 dan
QS 2:115.
_Tapi jangan ngaku Tuhan yah_ ...
Segala puji bagi Gusti Allah Tuhan seluruh alam,,
*Seluruh alam = Tuhan = Wujud*.
🌹Orang kalau sudah *BERSAKSI* , lalu *SADAR* (sadar Daim istiqmah ),
🌹lalu setelah _sadar_ saling *MEMBERI / Sedekah / ZAKAT*.
🌹 Kalau sudah *saling memberi* berarti sudah bisa *NAHAN ( PUASA )*. Nahan amarah, nahan godaan setan, ngatur amarah, nahan ego selaras dgn alam , dll
🌹Setelah mengolah Rasa, _puasa / nahan amarah / ngatur amarah_ ,,, nanti akan *HAJI / datang / Sampai /WUSHUL* ,,,,
_Wushul nya dg cara_ *memaknai dan mengerjakan isi dari* QS 1:2 , QS 2:115 , dll *setiap hari* .
*Hasil nya :*
*WUSHUL VISUAL* , ➡️ misal Sedang duduk santai di rumah, kebun, dimana saja, duduk dg Hening ...
Tiba2 ada yg bayangan *sret lewat*, _awas jangan pikiran negatif yah_ ( *ana inda Ghani abdibi* ) , tapi pikiran positip :
*"OH INI GURU SEJATIKU"*
_La maujuda ila llah_ ,,,,
Kemana saja menghadap, disitulah *wajah* Allah Swt. (QS 2:115)
*Mengerjakan Ayat2 diatas dgn sistem keilmuan :*
- Ucapkan
- Bacakan
- Amalkan / kerjakan
*Syarat nya :*
- *KOSONGKAN* ( di Sucikan = tidak ada/terlihat ) dulu,
- *Fitrahkan* ( di bersihkan, di Sucikan ) dulu, idul Fitri , seperti bayi baru lahir ( seperti kita sdg tidur, nggak punya apa2, nggak punya rekaman pahala, dosa, kemelekatan , keAkuan, dll ) ...
_Dua hal yg perlu di kosongkan yi_: *JIWA* dan *RAGA* nya ...
🌹🌹🌹
Jika *meng Agung2 kan NAMA* , _nanti ada jebakan obyek subyek_ , *karena* waktu baca Qur'an itu bisa untuk :
- Edukasi ( pelajaran ),
- Praktek .
*Misal* , _di surat Al Ikhlas :_
_*Katakanlah Tuhan itu satu*_ , ➡️ berarti Tuhan sebagai *Subyek* menyuruh Manusia sebagai *Obyek* ..
Kalau untuk *Edukasi* manusia mengatakan firman itu *ngak jadi masalah* ....
Tapi kalau untuk *praktek pribadi* , Firman nya Tuhan jangan di Akui , nanti nya *NEMPEL , MELEKAT* di diri ini , _manusia bisa jadi Subyek_ ➡️ *Wayang jadi Dalang* .
_Kalau manusia sudah jadi Subyek ( jadi dalang )_ *akan mudah :*
- meng Kafir2 kan orang.
- me murtad2 kan orang.
- mem Bidah2 kan orang.
- men jelek2 kan orang.
- me dosa2 kan orang.
➡️ Ini disebut *MENYEMBAH NAMA* , _belum MENYEMBAH WUJUD_ .
Kalau orang sudah Melihat dan Kenal Tuhan, lalu *Menyembah Wujud Tuhan*, pasti akan lebih banyak *DIAM DALAM PAHAM*. Lembut, penuh kasih sayang, dll.
INSYA ALLAH bermanfaat ...
Langganan:
Postingan (Atom)