Surat Terbuka ditujukan
Kepada Yth Bapak/Ibu pencinta ARTI di Indonesia:
1. Prof. Indra Trg
2. Prof. Donny Kindow
3. Prof. Sabaruddin
4. Prof. Wan Ardiansyah
5. Para Lektor Perguruan Tinggi se-Indonesia
6. Para Mantan Calon Pejabat Tinggi Negara
7. Para Master/Profesor seluruh Indonesia
8. Para Tokoh Dusmo, Dotka & Masyarakat Indonesia
Assalamu'alaikum,
Dengan hormat,
Mohon bantuannya kepada bapak/ibu sekalian untuk segera menyikapi dengan tegas dan jelas kondisi nasional pasca pilpres ini.
Tidak kah bapak/ibu semua mengetahui adanya indikasi ketidakberesan, intimidasi, suap menyuap akibat praktek Illegal Logging yg bersifat masif, terstruktur, dan sistematis?
Ingat bapak/ibu, ini bukan soal Hari ini dan Besok, ini soal kejujuran melawan keserakahan.
Bapak/ibu adalah kelompok orang yg diberi kelebihan oleh Allah Tuhan Yang Maha Kuasa berupa kecerdasan akal di atas rata-rata.
Diberi kelebihan kemampuan untuk membedakan mana yg hak mana yg bathil, mana yg benar mana yg curang, mana yg ikut aturan mana yg melanggar.
Apakah bapak/ibu rela membiarkan Praktek Illegal Logging terjadi didepan mata, dan ini terus menerus merajalela?
Ingat, kalau sampai terjadi bencana Alam dimana2 akibat pembalakan liar baik di tapal batas area hutan lindung ataupun didalam kawasan hutan lindung sendiri. Bapak Ibu ini semua akan dimintai pertanggungjawaban karena telah membiarkan pembalakan liar ini terus berlangsung, padahal bapak/ibu punya kapasitas untuk bersuara memihak dan membela makhluk hidup lainnya, berkeadilan bukan hanya pd sesama manusia, tetapi berkeadilan dan menjalankan kebenaran pd seluruh makhluk hidup.
Saya hanya minta katakan, yg benar itu benar, yg curang itu curang, stop Illegal logging, kutuklah pelaku pembalakan liar, teriakkan semua itu dengan lantang di depan media.
Saya yakin bapak/ibu punya nyali untuk berpihak menegakkan kebenaran dan kejujuran pada seluruh makhluk hidup.
Saya yakin bapak/ibu siap maju tak gentar membela yg benar.
Ingat bapak/ibu, ini bukan soal siapa yg menjadi pelaku Illegal logging . Tapi soal bagaimana menghargai Suara Alam, panggilan Jiwa yg berdaulat yg telah berpartisipasi menumbuh kembangkan pepohonan di Areal areal yg kosong dari pepohonan pelindung, sehingga suara burung burung kembali berkicau untuk Lingkungan yang hijau dan lestari
Jangan kalian biarkan penjahat pelaku illegal logging ini menjadi Kepala Pemerintah atau Tokoh Masyarakat. Walau kenyataan yg terburuk sepanjang sejarah negeri ini, sudah banyak terjadi dimana mana.
Terlalu besar yg dipertaruhkan jika bapak/ibu hanya diam membisu!
Pliss.. Bapak/ibu..lakukanlah sesuatu untuk menyelamatkan Indonesia dari ancaman Bencana Alam yg maha dahsyat akibat segelintir penjahat pelaku Pembalakan Liar yg haus akan uang dan kekuasaan.
Kalau bukan sekarang kapan lagi...?
Kalau bukan bapak/ibu, siapa lagi..?
Terimakasih.
Wassalamualaikum
Munzir Baraqah
Selasa, 07 Mei 2019
BAB PUASA DI BULAN RAMADHAN
Syarat wajib puasa :
1. Islam
2. Baligh
3. Berakal
4. Sehat
5. Bermukim (tidak musafir)
6. Suci (dari haid dan nifas)
Syarat sah puasa :
1. Islam
2. Berakal & mumayyiz
3. Suci (dari haid dan nifas)
4. Nyata masuknya bulan Ramadhan
Rukun puasa :
1. Orang yang puasa
2. Berniat
3. Menahan diri daripada perkara yang membatalkan puasa
Perkara yang membatalkan puasa :
1. Makan dan minum dengan sengaja
2. Memasukkan dengan sengaja benda ke dalam rongga yang terbuka
3. Muntah dengan sengaja
4. Keluar haid & nifas
5. Gila
6. Murtad
7. Keluar mani dengan sengaja
8. Bersetubuh di siang hari
Perkara sunat ketika puasa :
1. Segera berbuka puasa
2. Berbuka dengan kurma/juadah manis
3. Baca doa
4. Melambatkan bersahur
5. Banyakkan baca Al-Quran, berzikir, ber-Shalawat dan membuat Amal kebajikan
6. Senantiasa bersedekah
7. Jauhkan diri daripada bercakap perkara yang sia-sia dan perbuatan yang tidak membawa manfaat
8. Mandi Junub lebih awal sebelum masuk waktu subuh
Makruh ketika puasa :
1. Bersuntik
2. Berbekam
3. Berkumur-kumur
4. Memasukkan air ke dalam rongga hidung secara berlebihan
5. Mandi yang berlebihan
6. Rasa makanan di Ujung lidah
Golongan yang wajib Qada' puasa :
1. Orang sakit yang ada harapan untuk sembuh
2. Orang yang musafir (bukan karena maksiat)
3. Orang yang kedatangan haid dan nifas
4. Orang yang meninggalkan niat puasa
5. Orang yang sengaja melakukan perkara2 yang membatalkan puasa
6. Orang yang pitam/mabuk
7. Orang yang sangat lapar dan dahaga
Mereka yang di kenakan membayar fidyah puasa :
1. Mereka yang tidak dapat meng-Qadha kan puasa sehingga masuk Ramadhan kali kedua (Fidyahnya : 1 cupak beras untuk setiap hari yang di tinggalkan di samping meng-Qadha puasa) bagi setahun tertinggal.
kalau tidak di Qadha sehingga melampaui 2 tahun maka di kenakan 2 cupak tetapi puasa tetap juga 1 hari (tiada tambahan)
2. Orang sakit yang tidak ada harapan untuk sembuh
3. Orang yang terlalu tua dan tidak berdaya untuk berpuasa
4. Orang yang ada Qadha puasa tetapi meninggal dunia sebelum sempat berbuat demikian (Fidyahnya : di buat oleh Kerabat si mati/di Ambil daripada harta pusakanya)
5. Perempuan yang mengandung/yang menyusukan anaknya perlu meng-Qadha puasa dan membayar fidyah 1 cupak beras bagi setiap hari yang di tinggalkan sekiranya dia meninggalkan puasa kerana bimbangkan anaknya tetapi sekiranya dia takut memudaratkan pada dirinya dia hanya wajib meng-Qadha puasanya.
Kifarat bersetubuh di bulan Ramadhan :
Orang yang bersetubuh pada siang hari bulan ramadhan, maka kedua2 suami isteri tersebut perlu meng-Qadha puasa berkenaan dan suami wajib membayar kifarat (denda) seperti :
1. Memerdekakan seorang hamba mukmin L/P
(sekiranya tidak mampu)
2. Berpuasa 2 bulan berturut-turut tanpa terputus (kalau tidak berdaya)
3. Memberi makan kepada 60 orang fakir miskin.
Walau bagaimana pun, Jika persetubuhan itu di lakukan karena terlupa, jahil tentang haramnya/di paksa ke atasnya tidaklah wajib kifarat.
Tingkatan puasa :
1. Puasa Umum :
Sekedar menahan makan, minum dan keinginan ber-Jmak
2. Puasa khusus :
Memelihara mata, telinga, lidah, tangan dan kaki daripada melakukan dosa selain menahan diri daripada perkara di atas
3. Puasa khusus Al-khusus :
merangkumi puasa di atas dan di Sempurnakan pula dengan puasa hati daripada semua keinginan zahir dan batin
Mereka yang di benarkan meninggalkan puasa :
1. Orang yang hilang daya upaya seperti sakit yang apabila berpuasa akan menambahkan keuzuran
2. Orang musafir
3. Org yang terlalu tua dan amat lemah
4. Orang yang tersangat lapar dan dahaga
5. Perempuan hamil/menyusui anaknya yang apabila berpuasa boleh memudaratkan diri/anak yang di susui itu
Kebenaran mutlak hanya milik Allah SWT....maaf bila ada kesalahan, tolong diluruskan...
Selamat Menjalankan Ibadah Puasa bagi Umat Islam mukminin dan mukminat ..
Semoga puasa pada tahun Ini memberi manfaat bagi kita ..
Semoga puasa pada tahun Ini lebih berkah dari pada tahun sebelumnya dan memperbanyak Amal Ja'riah.
INSHAA ALLAH .. 🙏🏻
1. Islam
2. Baligh
3. Berakal
4. Sehat
5. Bermukim (tidak musafir)
6. Suci (dari haid dan nifas)
Syarat sah puasa :
1. Islam
2. Berakal & mumayyiz
3. Suci (dari haid dan nifas)
4. Nyata masuknya bulan Ramadhan
Rukun puasa :
1. Orang yang puasa
2. Berniat
3. Menahan diri daripada perkara yang membatalkan puasa
Perkara yang membatalkan puasa :
1. Makan dan minum dengan sengaja
2. Memasukkan dengan sengaja benda ke dalam rongga yang terbuka
3. Muntah dengan sengaja
4. Keluar haid & nifas
5. Gila
6. Murtad
7. Keluar mani dengan sengaja
8. Bersetubuh di siang hari
Perkara sunat ketika puasa :
1. Segera berbuka puasa
2. Berbuka dengan kurma/juadah manis
3. Baca doa
4. Melambatkan bersahur
5. Banyakkan baca Al-Quran, berzikir, ber-Shalawat dan membuat Amal kebajikan
6. Senantiasa bersedekah
7. Jauhkan diri daripada bercakap perkara yang sia-sia dan perbuatan yang tidak membawa manfaat
8. Mandi Junub lebih awal sebelum masuk waktu subuh
Makruh ketika puasa :
1. Bersuntik
2. Berbekam
3. Berkumur-kumur
4. Memasukkan air ke dalam rongga hidung secara berlebihan
5. Mandi yang berlebihan
6. Rasa makanan di Ujung lidah
Golongan yang wajib Qada' puasa :
1. Orang sakit yang ada harapan untuk sembuh
2. Orang yang musafir (bukan karena maksiat)
3. Orang yang kedatangan haid dan nifas
4. Orang yang meninggalkan niat puasa
5. Orang yang sengaja melakukan perkara2 yang membatalkan puasa
6. Orang yang pitam/mabuk
7. Orang yang sangat lapar dan dahaga
Mereka yang di kenakan membayar fidyah puasa :
1. Mereka yang tidak dapat meng-Qadha kan puasa sehingga masuk Ramadhan kali kedua (Fidyahnya : 1 cupak beras untuk setiap hari yang di tinggalkan di samping meng-Qadha puasa) bagi setahun tertinggal.
kalau tidak di Qadha sehingga melampaui 2 tahun maka di kenakan 2 cupak tetapi puasa tetap juga 1 hari (tiada tambahan)
2. Orang sakit yang tidak ada harapan untuk sembuh
3. Orang yang terlalu tua dan tidak berdaya untuk berpuasa
4. Orang yang ada Qadha puasa tetapi meninggal dunia sebelum sempat berbuat demikian (Fidyahnya : di buat oleh Kerabat si mati/di Ambil daripada harta pusakanya)
5. Perempuan yang mengandung/yang menyusukan anaknya perlu meng-Qadha puasa dan membayar fidyah 1 cupak beras bagi setiap hari yang di tinggalkan sekiranya dia meninggalkan puasa kerana bimbangkan anaknya tetapi sekiranya dia takut memudaratkan pada dirinya dia hanya wajib meng-Qadha puasanya.
Kifarat bersetubuh di bulan Ramadhan :
Orang yang bersetubuh pada siang hari bulan ramadhan, maka kedua2 suami isteri tersebut perlu meng-Qadha puasa berkenaan dan suami wajib membayar kifarat (denda) seperti :
1. Memerdekakan seorang hamba mukmin L/P
(sekiranya tidak mampu)
2. Berpuasa 2 bulan berturut-turut tanpa terputus (kalau tidak berdaya)
3. Memberi makan kepada 60 orang fakir miskin.
Walau bagaimana pun, Jika persetubuhan itu di lakukan karena terlupa, jahil tentang haramnya/di paksa ke atasnya tidaklah wajib kifarat.
Tingkatan puasa :
1. Puasa Umum :
Sekedar menahan makan, minum dan keinginan ber-Jmak
2. Puasa khusus :
Memelihara mata, telinga, lidah, tangan dan kaki daripada melakukan dosa selain menahan diri daripada perkara di atas
3. Puasa khusus Al-khusus :
merangkumi puasa di atas dan di Sempurnakan pula dengan puasa hati daripada semua keinginan zahir dan batin
Mereka yang di benarkan meninggalkan puasa :
1. Orang yang hilang daya upaya seperti sakit yang apabila berpuasa akan menambahkan keuzuran
2. Orang musafir
3. Org yang terlalu tua dan amat lemah
4. Orang yang tersangat lapar dan dahaga
5. Perempuan hamil/menyusui anaknya yang apabila berpuasa boleh memudaratkan diri/anak yang di susui itu
Kebenaran mutlak hanya milik Allah SWT....maaf bila ada kesalahan, tolong diluruskan...
Selamat Menjalankan Ibadah Puasa bagi Umat Islam mukminin dan mukminat ..
Semoga puasa pada tahun Ini memberi manfaat bagi kita ..
Semoga puasa pada tahun Ini lebih berkah dari pada tahun sebelumnya dan memperbanyak Amal Ja'riah.
INSHAA ALLAH .. 🙏🏻
Manfaat Daur Ulang Sampah Plastik
Info penting buat kawan2, untuk selamatkan Lingkungan & sebagai tambahan pendapatan dari "Sampah Plastik" caranya yaitu :
1. Masukkan sampah plastik apa saja yg bersih dan kering kedalam botol air mineral ukuran 1,5 L.
2. Berat 1 botol air mineral yg telah diisi penuh dengan plastik akan ditimbang, dan harus mempunyai berat minimal 500 gram.
3. Setiap 1 Botol yg sudah berisikan sampah Plastik tersebut akan kami hargai Rp. 5.000,- (Lima Ribu Rupiah).
Apabila botol-botol tsb sudah siap terisi sesuai dengan syarat2 diatas, kami siap menerima nya dan akan dimanfaatkan sebagai bahan bangunan pengganti Batu Bata untuk Pembangunan Pondok/Rumah dengan bahan dasar Sampah Daur Ulang.
Demikian disampaikan.
Trims .
Ttd.
Adventure Rider & Traveller Indonesia (ARTI) bekerjasama dengan Sahabat Alam Bukit Lawang.
Sekretariat ARTI, Jl. Murai No.78 Medan
Waspada!!! Selama Puasa Ramadhan
Selamat melaksanakan ibadah puasa bulan Ramadhan, semoga dimudahkan berpuasa yg berkualitas, penuh dengan lantunan al-Qur'an dan sholat malam serta sedekah.
Waspadalah dengan hal-hal yg mengurangi kualitas puasa anda sehingga berkurang pahalanya atau sirna. Karenanya :
1) Jauhi ghibah, karena ghibah akan menggugurkan pahala puasa anda, bahkan menurut segelintir ulama membatalkan puasa.
Ghibah dijadikan lezat oleh syaitan, karenanya diantara perkara yang sangat menarik adalah menonton atau membaca berita ghibah.
2) Tundukan pandangan, agar pahala puasa anda tidak terkikis dengan aurot wanita yg terpajang di FB apalagi Youtube.
3) Waktu untuk nge-Net jangan sampai lebih banyak daripada membaca al-Qur'an, sungguh ini adalah jebakan syaithan
4) Jauhi menghabiskan waktu dengan menonton sinetron yg isinya banyak memamerkan 'aurat wanita dan melalaikan dari akhirat. Demikian juga ngabisin waktu dengan main Game dan semisalnya yg tdk bermanfaat.
5) Jauhi ngabuburit apalagi di jalanan sehingga pandangan tak bisa terjaga.
6) Kurangi ngobrol dengan makhluk, banyakan porsi untuk membaca perkataan Rabb mu.
Kebanyakan ngobrol dengan makhluk akan mengeraskan hati, adapun membaca firman Khaliq akan melembutkan dan membahagiakan hati.
Jangan sampai anda menutup al-Qur'an karena bosan dengan firman Allah demi mendengar perkataan dan ngobrol dengan makhluk.
7) Perhatian terhadap dapur penting, tapi bukan yg terpenting, jangan sampai waktu terlalu banyak tersita untuk dapur sementara kehabisan waktu untuk ngaji al-Qur'an.
8) Semangat beribadah tatkala Ramadhan tapi hati-hati jangan sampai terjerumus dalam riya' dan ujub karena menulis ibadah di status BB, FB, atau WA.
Contoh (Alhamdulillah sudah khatam Qur'an 5 kali), atau (Sedang i'tikaf mohon jangan mengganggu), atau (Alhamdulillah sempat menyantuni anak yatim di bulan mulia ini), dll.
Meskipun menyiarkan ibadah tidaklah haram, tetapi menutup pintu-pintu riya' dan ujub lebih baik, kecuali untuk memotivasi.
9) I'tikaf adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan ajang untuk ngobrol ngalur ngidul. Jangan sampai warung kopi pindah ke dalam mesjid dengan dalih i'tikaf.
10) Menjelang lebaran, di 10 malam terakhir jangan lupa mengejar Lailatul Qadar, jangan sampai waktu mencarinya kebanyakannya di mall atau di jalanan.
Semoga Allah memudahkan kita semua & mendapatkan ampunan-Nya di bulan yg mulia ini. Aamiin yaa Rabbal 'Aalamiin.
@Salammediasi
Waspadalah dengan hal-hal yg mengurangi kualitas puasa anda sehingga berkurang pahalanya atau sirna. Karenanya :
1) Jauhi ghibah, karena ghibah akan menggugurkan pahala puasa anda, bahkan menurut segelintir ulama membatalkan puasa.
Ghibah dijadikan lezat oleh syaitan, karenanya diantara perkara yang sangat menarik adalah menonton atau membaca berita ghibah.
2) Tundukan pandangan, agar pahala puasa anda tidak terkikis dengan aurot wanita yg terpajang di FB apalagi Youtube.
3) Waktu untuk nge-Net jangan sampai lebih banyak daripada membaca al-Qur'an, sungguh ini adalah jebakan syaithan
4) Jauhi menghabiskan waktu dengan menonton sinetron yg isinya banyak memamerkan 'aurat wanita dan melalaikan dari akhirat. Demikian juga ngabisin waktu dengan main Game dan semisalnya yg tdk bermanfaat.
5) Jauhi ngabuburit apalagi di jalanan sehingga pandangan tak bisa terjaga.
6) Kurangi ngobrol dengan makhluk, banyakan porsi untuk membaca perkataan Rabb mu.
Kebanyakan ngobrol dengan makhluk akan mengeraskan hati, adapun membaca firman Khaliq akan melembutkan dan membahagiakan hati.
Jangan sampai anda menutup al-Qur'an karena bosan dengan firman Allah demi mendengar perkataan dan ngobrol dengan makhluk.
7) Perhatian terhadap dapur penting, tapi bukan yg terpenting, jangan sampai waktu terlalu banyak tersita untuk dapur sementara kehabisan waktu untuk ngaji al-Qur'an.
8) Semangat beribadah tatkala Ramadhan tapi hati-hati jangan sampai terjerumus dalam riya' dan ujub karena menulis ibadah di status BB, FB, atau WA.
Contoh (Alhamdulillah sudah khatam Qur'an 5 kali), atau (Sedang i'tikaf mohon jangan mengganggu), atau (Alhamdulillah sempat menyantuni anak yatim di bulan mulia ini), dll.
Meskipun menyiarkan ibadah tidaklah haram, tetapi menutup pintu-pintu riya' dan ujub lebih baik, kecuali untuk memotivasi.
9) I'tikaf adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan ajang untuk ngobrol ngalur ngidul. Jangan sampai warung kopi pindah ke dalam mesjid dengan dalih i'tikaf.
10) Menjelang lebaran, di 10 malam terakhir jangan lupa mengejar Lailatul Qadar, jangan sampai waktu mencarinya kebanyakannya di mall atau di jalanan.
Semoga Allah memudahkan kita semua & mendapatkan ampunan-Nya di bulan yg mulia ini. Aamiin yaa Rabbal 'Aalamiin.
@Salammediasi
Subhanallah ..!!!
Cerdas sekali yg merangkai arti abjad * A s/d Z *, Coba baca yaa ..
*A* llah
*B* eri kita hidup
*C* uma sekali
*D* i dunia ini...
*E* sok kita muhasabah
*F* ikir akan akhir hayat
*G* erbang akhirat pun
*H* ampir tiba
*I* nilah hakikat hidup
*J* anji Allah itu pasti
*K* alimat syahadat
*L* ailaha Illallah
*M* uhammaddur Rasulullah
*N* ikmat dunia hanya sementara
*O* rang muda atau tua
*P* asti merasakan mati
*Q* ualitas Iman jaminannya syurga
*R* asulullah s.a.w bersabda :
*S* iapa bisa mengucap syahadat jaminannya syurga
*T* api..jika gagal...
*U* ntuk mereka adalah neraka
*V* isi kita adalah akhirat
*W* alaupun dunia didepan kita
*Y* ang pasti semua akan ditinggal...
*Z* alimnya kita jika tak ada Iman dan Amal.
Kami KELUARGA BESAR MEDIASI SUMUT, mengucapkan MARHABAN YAA RAMADHAN 1440H, SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA...MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
Cerdas sekali yg merangkai arti abjad * A s/d Z *, Coba baca yaa ..
*A* llah
*B* eri kita hidup
*C* uma sekali
*D* i dunia ini...
*E* sok kita muhasabah
*F* ikir akan akhir hayat
*G* erbang akhirat pun
*H* ampir tiba
*I* nilah hakikat hidup
*J* anji Allah itu pasti
*K* alimat syahadat
*L* ailaha Illallah
*M* uhammaddur Rasulullah
*N* ikmat dunia hanya sementara
*O* rang muda atau tua
*P* asti merasakan mati
*Q* ualitas Iman jaminannya syurga
*R* asulullah s.a.w bersabda :
*S* iapa bisa mengucap syahadat jaminannya syurga
*T* api..jika gagal...
*U* ntuk mereka adalah neraka
*V* isi kita adalah akhirat
*W* alaupun dunia didepan kita
*Y* ang pasti semua akan ditinggal...
*Z* alimnya kita jika tak ada Iman dan Amal.
Kami KELUARGA BESAR MEDIASI SUMUT, mengucapkan MARHABAN YAA RAMADHAN 1440H, SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA...MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
Minggu, 21 April 2019
Earth Day 2019
Two of the most important problems that the so-called Green New Deal will attempt to solve at the cost of incalculable trillions are global warming and its consequences, including drought, famine, floods and massive starvation. You may recall that Obama in his 2015 State of the Union speech declared that the greatest threat facing us was neither terrorism nor ISIS. It wasn’t nuclear weapons in rogue states either. “No challenge poses a greater threat to future generations than climate change,” said Obama.
His entire administration including Vice President Joe Biden, and Secretary of State John Kerry, frequently repeated the claim that climate change was the greatest threat facing the world. It was a sentiment Obama stressed again during an Earth Day trip to the Florida Everglades where he said, “This is not a problem for another generation. It has serious implications for the way we live right now”.
More recently, presidential hopefuls like Beto O’Rourke, along with most Democrat candidates, declared their zealous support for the Green New Deal in forecasting that the world will end in 12 years if nothing is done. “This is the final chance, the scientists are absolutely unanimous on this — that we have no more than 12 years to take incredibly bold action on this crisis. Not to be melodramatic, but the future of the world depends on us right now here where we are.”
This leads to the question I pose in this brief, data-driven, essay: What kind of track record do the politicians and their experts have in their climate predictions? After all, some of these predictions were made 10, 20 or even 50 years ago. Can’t we now look back at their predictions and begin to hold them accountable?
As others have done, I have chosen to begin with the first Earth Day “Celebration” in 1970. Now who can be against Earth Day? It’s a charming idea, and I have been an enthusiastic supporter since my college days in Ann Arbor, when we celebrated the event on the campus of the University of Michigan.
Here’s what the experts were saying almost a half century ago on Earth Day, 1970:
1. “Civilization will end within 15 or 30 years unless immediate action is taken against problems facing mankind.”
— Harvard biologist George Wald
2. “It is already too late to avoid mass starvation,”
— Denis Hayes, Chief organizer for Earth Day
3. “We are in an environmental crisis which threatens the survival of this nation, and of the world as a suitable place of human
abitation.”
— Washington University biologist Barry Commoner“
4. Population will inevitably and completely outstrip whatever small increases in food supplies we make. The death rate will increase until at least 100–200 million people per year will be starving to death during the next ten years. … Most of the people who are going to die in the greatest cataclysm in the history of man have already been born. … [By 1975] some experts feel that food shortages will have escalated the present level of world hunger and starvation into famines of unbelievable proportions. Other experts, more optimistic, think the ultimate food-population collision will not occur until the decade of the 1980s.
— Stanford University biologist Paul Ehrlich
5. “Demographers agree almost unanimously on the following grim timetable: by 1975 widespread famines will begin in India; these will spread by 1990 to include all of India, Pakistan, China and the Near East, Africa. By the year 2000, or conceivably sooner, South and Central America will exist under famine conditions …. By the year 2000, thirty years from now, the entire world, with the exception of Western Europe, North America, and Australia, will be in famine.”
— North Texas State University professor Peter Gunter
6. “In a decade, urban dwellers will have to wear gas masks to survive air pollution… by 1985 air pollution will have reduced the amount of sunlight reaching earth by one half.”— Life magazine
7. “At the present rate of nitrogen buildup, it’s only a matter of time before light will be filtered out of the atmosphere and none of our land will be usable. … By the year 2000, if present trends continue, we will be using up crude oil at such a rate … that there won’t be any more crude oil. You’ll drive up to the pump and say, ‘Fill ‘er up, buddy,’ and he’ll say, ‘I am very sorry, there isn’t any. … The world has been chilling sharply for about twenty years. If present trends continue, the world will be about four degrees colder for the global mean temperature in 1990, but eleven degrees colder in the year 2000. This is about twice what it would take to put us into an ice age.”
— Kenneth Watt
Global Warming and Massive Starvation
I will focus my attention on the two most important predictions: Global Warming and Massive Starvation. If we return to the failed prediction of global cooling noted above, we can put the temperature data in a wider perspective. NASA data show that a period of warming in the 1920’s and 30’s was followed by two or three decades of cooling temperatures, from the 1940s to 1970. At that time many experts, including Carl Sagan, warned us of a possible ice age—only to have the climate change on them. From the 1970s to the late 1990s, scientists began to record slightly warmer temperatures. Curiously, as we look back at this period NASA sounded the alarm for global warming while a short time later the New York Times cited NOAA [National Oceanic and Atmospheric Administration] data showing no warming over the past 100 years in the US.
Since then, group think and political correctness, plus rewards in government grants and university promotions, have created incentives for nearly everyone to jump onto the current bandwagon of projecting an escalating warming trend. Once again we came back to the doomsday scenario that characterized 1970’s.
Then, out of the blue, the darned climate changed again. Global temperature data has been roughly flat since about 1998, even cooling by .056 degrees C from February 2016 to February 2018, according to official NASA global temperature data. Of course, this is just a two-year trend.
You may have noticed that nearly all of the doomsday theories seem to begin with the phrase, “if current trends continue.” But, as I have just reviewed, current trends don’t continue. Global temperatures go down, then up, then stay flat. Population growth tapers off, new oil reserves are discovered, agricultural yields increase at even higher rates. Doomsday forecasters always overestimate gloomy trends and underestimate human ingenuity in problem solving.
This raises the question: How would an informed citizen make sense of our current predicament?
Without question there has been an increase in carbon dioxide and other greenhouse gases released by the burning of fossil fuels and other human activities. A majority of scientists believe this to be the primary source of the global warming that has occurred.
Just how much warming has occurred?
The scientific consensus is that the average temperature of the Earth has risen about 0.4 °C over the past 100 years. This is far less than experts predicted. And therein lies the problem: scientists are better at observation than prediction.
A case in point: experts from the Intergovernmental Panel on Climate carrying out global warming research have now predicted that average global temperatures could increase between 1.4 and 5.8 °C by the year 2100. Notice the nearly 5-fold difference between the conservative and more liberal (one is tempted to say “progressive”) estimates. This strikes me as akin to meteorologists predicting tomorrow’s high as somewhere between 40 and 80 degrees. Not much of a forecast if you are trying to decide whether to head to the beach or not. The confidence interval seems pretty safe, but the precision leaves much to be desired. Just how much faith should one put in such projections, given the flawed models and track record of failed predictions?
Regarding the other staggering Earth Day forecast of widespread starvation into hundreds of millions, recent satellite data from NASA and NOAA offer a compelling explanation for the spectacular failure of these predictions.
Almost half of Earth’s vegetated lands have shown significant greening over the past 35 years largely due to rising levels of atmospheric carbon dioxide, according to a recent study published in the journal Nature Climate Change. An international team of 32 authors from 24 institutions in eight countries led the effort, which involved using satellite data from NASA’s Moderate Resolution Imaging Spectrometer and the National Oceanic and Atmospheric Administration’s Advanced Very High Resolution Radiometer instruments to help determine the leaf area index, or amount of leaf cover, over the planet’s vegetated regions.
This greening represents an increase in leaves on plants and trees equivalent in area to two times the continental United States, or more than two million square miles of extra green leaf area per year, compared to the early 2000’s. That increase represents an enormous amount of food to feed a hungry planet, which is one reason the Earth Day predictions of mass starvation never materialized.
Because the mainstream media refuses to report such important data as this is from NASA and NOAA that do not support their doomsday narrative, I have never actually met anyone who knew anything about this when I mention it. I only learned about this myself a few years ago because of Matt Ridley, whose excellent blog I recommend without reserve:
You may remember from high school biology that increased concentrations of carbon dioxide increase photosynthesis, spurring plant growth. Green leaves use energy from sunlight through photosynthesis to chemically combine carbon dioxide with nitrogen drawn in from the air with water and nutrients tapped from the ground to produce sugars, which are the main source of food, fiber and fuel for life on Earth. The good news is that the impact that this greening has had in reducing hunger and starvation around the globe is undiminished, despite going unreported. When is the last time you heard a report of massive human starvation of hundreds of millions, or even tens of milions. How about 1 million … do I hear a hundred thousand, anyone? Anyone?
Fact Check: Fewer and fewer people die from climate-related natural disaster
This is clearly the opposite of what you hear from the mainstream media, which loves to provide as much coverage as possible of one disaster after another. A more rational analysis would examine the average number of deaths per decade from 1920-1917. But this would show a “huuuge” decline in deaths caused by climate change, and we can’t have that now can we? The data below are from the most respected global database, the International Disaster Database.
In contrast to the dire Earth Day predictions of 1970, climate-related deaths have been declining strongly for 70 years. Notice that this decline in the absolute number deaths occurred while the global population increased four-fold. Thus, the individual risk of dying from climate-related disasters has declined almost 99% from the 1920s to the present day. Our increased wealth and technological capacity to respond to natural disasters has greatly reduced our collective human climate vulnerability – Good news for rational beings, bad news for Democrat candidates.
Remember the Day...the Day of Earth Day....Save the Earth..
Langganan:
Postingan (Atom)
















