Selasa, 14 Januari 2020

Aren sebagai tumbuhan serbaguna

Aren dan Kehidupan
Berdasarkan catatan tertua tentang aren pada prasisti Talang Tuo, aren sudah ada sejak zaman kerajaan Sriwijaya. Tertera di prasisti tersebut aren adalah tanaman yang ditanam oleh raja siriwijaya pada  tahun 680 M (abad ke-7) di Taman Sriwijaya (Taman ลšrฤซksetra) untuk kepentingan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar (Wikipedia). Hal ini menyatakan bahwa aren telah lama dikenal dan berguna (ramah) bagi masyarakat.
Seperti diketahui, Kerajaan Sriwijaya yang membangun Taman Sriwijaya terletak di bataran Sungai Musi (saat ini didaerah Gandus – Kota Palembang). Sebagai kerajaan di daerah pesisir, kerajaan Sriwijaya telah mengelola aren di lahan berair (gambut). Hal ini memberikan informasi bahwa pengelolaan wilayah pesisir (termasuk gambut) telah ada sejak abad ke-7 di masa pemerintahan Kerajaan Sriwijaya (berdasarkan catatan di Prasasti Talang Tuo) dan salah satu tanaman yang dinaman oleh raja adalah aren. Ini menandakan aren telah dibudidayakan dimasa itu. Budidaya aren pada masa itu mengindikasikan bahwa aren memberikan manfaat bagi masyarakat (untuk campuran ramuan masakan) juga untuk perekonomian masyarakat (jual-beli/barter). Ini juga memberikan informasi bahwa, pengelolaan aren (panen dan pasca panen) telah dikenal sejak dahulu.
Bercermin dari kisah masa lalu tentang aren dan kerajaan sriwijaya, maka aren termasuk tanaman yang dikembangkan oleh kerajaan Sriwijaya di taman sriwijaya besama tamanaman lainnya (kelapa, nipah dll). Hal ini menandakan bahwa aren adalah tanaman yang cocok/bersahabat dengan tanaman lainnya.

Kemampuan aren dalam menjaga kondisi tanah
Karakteristik tanaman aren adalah memiliki tajuk dengan pelepah daun yang menghadap ke atas (seperti corong), sehingga menampung tetesan air hujan. Adanya pangkal pelepah yang melebar, memungkinkan untuk menampung banyak air hujan, sehingga mengurangi jumlah air hujan yang jatuh ke tanah. Selain itu adanya ijuk yang lebat mengelilingi pohon aren, menjadi membran penyerap air hujan (setidaknya mengurangi kecepatan jatuh air hujan ke tanah). Berdasarkan karaktersitik tajuk dan daun serta ijuk aren ini, menjadikan aren sebagai tanaman yang mempu mereduksi jumlah air hujan yang jatuh ke tanah. Hal ini mengurangi resiko run-off dan volume air hujan yang mengalir di tanah sehingga mengurangi laju erosi.
Akar aren yang berbentuk serabut dan terdapat akar tunjang yang menghujam ke tanah dengan kedalaman mencapai > 5 bahkan 8 meter, memungkinkan aren untuk menyangga tanah disekitarnya. Hal ini berguna untuk menahan tanah dari peristiwa erosi dan longsor. Untuk menopang besarnya pohon aren, akar serabut aren menggenggam erat tanah disekitarnya, sehingga dibeberapa daerah berbukit, aren digunakan sebagai tanaman penyangga tebing. Selain itu, tebalnya akar aren, memungkinkan untuk menyimpan air tanah. Hal ini berguna untuk menjaga jumlah air tanah yang dibutuhkan. Oleh karenanya aren dapat digunakan sebagai tanaman penampung air untuk daerah-daerah kritis.
Sebagai tanaman berdaun hijau, aren menghasilkan oksigen yang berguna bagi aktivitas makhluk hidup lainnya. Dengan jumlah daun yang terbatas, aren tetap memberikan kontribusi dalam menjaga kesejukan (dari konsumsi oksigen dan pelindung terpaan cahaya matahari)
Sebagai tanaman multiguna, masyarakat petani aren dapat memanfaatan hampir semua bagian aren untuk kepentingan ekonomis. Mulai dari akar dapat diperjual belikan dalam bentuk ramuan, pohon yang memiliki lapisan keras dapat dibuat untuk berbagai benda mebeler, sagu sebagai sumber pakan, daun dan lidi untuk kebutuhan atap dan sapu, nira untuk kebutuhan konsumsi gula dan kesehatan, buah kolang-kaling untuk gizi dan pengobatan, serta turunan lainnya dari nira aren (berupa gula cetak/atok, gula semut, gula cair, nata pinnata dan lainnya). Kemanfaatan aren ini memberikan nilai tambah sekaligus aren sebagai tanaman ramah lingkungan karena memberikan banyak kemanfaatan.
Tumbuhan aren yang tumbuh subur dan berbatang besar, dapat tumbuh dalam koloni (gerombolan pohon) hingga menjadi hutan aren, ataupun tumbuh secara individu diantara tanaman lainnya. Pekebun kopi di beberapa daerah di dataran tinggi (seperti Jambi, Bengkulu) mengunakan aren sebagai tanaman pelindung kopi. Selain itu, aren juga tumbuh berdampingan dengan tanaman sayur-sayuran, tanaman perkebunan lainnya seperti dengan Kakao, Karet, Durian dan lainnya. Hal ini menandakan bahwa aren mampu hidup saling melengkapi dengan tanaman lainnya.
Pohon aren memiliki kemampuan terlama dan terbanyak dalam menahan volume air hujan di atas pohon. Saat hujan, setiap batang pelepah daun dapat menahan 1-2 liter selama beberapa jam. Pada umur 5-7 tahun, pohon aren memiliki pelepah dari pangkal batang hingga ke ujung pohon, sehingga memberikan waktu yang panjang untuk tanah di bawah pohon untuk dapat menyerap lebih banyak air, dan dengan sendirinya akan menyimpan air tanah yang paling banyak. Penelitian sementara dari ahli geologist, pohon aren dapat menyimpan dan menyerap 200 liter air. Dengan demikian akan sangat berperan untuk mencegah banjir, dalam umur 3 tahun saja sudah dapat menjapai tingkat maksimal peran penyerapan air.
Selain sangat baik menyimpan air, Pohon aren juga sangatlah efektif menahan tanah. Hal ini disebabkan sistem perakaran pohon aren sangat dalam menancap kedalam tanah. Dengan sifatnya yang banyak menyimpan air dapat menyuburkan pohon dan tanaman lainya yang ada dibawah atau disekitarnya, pohon aren dijadikan tanaman perintisan pada lahan-lahan gundul. Pohon aren akan tetap tumbuh dan tetap memberikan nilai ekonomi meskipun nantinya telah tertutupi oleh pohon lainnya yang tumbuh menyusul, karena pohon aren memiliki batas ketinggian dan akan selalu tumbuh dan mati setelah mencapai umur dan ketinggian tertentu (Maramis 2008).
Berdasarkan sifat internal dan eksternalnya, tipe batang Arenga pinnata termasuk ke dalam jenis pohon. Menurut Mulyani (2006), struktur umum yang dimiliki pada batang, pada bagian luar terdapat epidermis yang ditutupi oleh bahan lemak alam yang sangat tahan air (kutin). Lapisan kutin disebut dengan kutikula. Pada Arenga pinnata, kutikulanya cukup tebal, bersifat kedap air dan gas (impermeabel). Bagian sebelah dalam epidermis terdapat korteks yang terdiri dari jaringan parenkim, kolenkim, dan sklerenkim. Di sebelah dalam korteks terdapat silinder pusat yang berisi jaringan pembuluh tersusun yang biasa disebut ikatan pembuluh (berkas pengangkut). Setiap berkas pengangkut terdiri atas xilem di bagian dalam dan floem di bagian luar. Pada Arenga pinata, berkas pengangkut tersebar pada seluruh batang. Di antara xilem dan floem tidak terdapat kambium, sehingga disebut dengan tipe kolateral tertutup.
Arenga pinnata pun digunakan dalam mencegah erosi ataupun longsor. Sebagai tumbuhan kelas monokotil, Arenga pinnata memiliki akar tipe serabut. Akar serabut dan bulu akar yang banyak berfungsi untuk berpegangan pada tanah. Kelebihan akar renga pinnata adalah, sistem perakarannya kuat dan panjang. Sistem perakaran Arenga pinnata sangat dalam hingga mencapai kedalaman 15 meter dengan lebar mencapai 10 meter. Dengan sistem perakaran yang cukup kokoh dan sangat panjang tersebut dapat memberikan kestabilan pada tanah. Selain sebagai alat transportasi mineral dan zat hara, akar pada Arenga pinnata lebih berfungsi sebagai jangkar, melihat sistem perakarannya yang begitu kokoh dan panjang. Struktur tumbuhan yang paling berperan dalam pencegahan banjir adalah jaringan parenkim. Jaringan parenkim merupakan jaringan dasar yang terdapat di seluruh tubuh tumbuhan. Sebagian besar tubuh tumbuhan, seperti empulur, hampir semua korteks akar dan batang, perisikel, mesofil daun, dan daging buah terdiri atas parenkim. Sel parenkim juga terdapat di dalam xilem dan floem. Berdasarkan fungsinya, parenkim dapat dibedakan menjadi parenkim asimilasi, parenkim penimbun, parenkim air, dan arenkim. Parenkim air merupakan sel parenkim yang berfungsi menyimpan air sebagai bahan cadangan. Umumnya sel berukuran besar, berdinding tipis, lapisan sitoplasmanya tipis, mengandung hanya sedikit kloroplas atau bahkan tidak ada sama sekali. Sel penyimpan air memiliki vakuola besar yang berisi cairan berlendir. Senyawa berlendir ini dapat meningkatkan kapasitas penyimpanan air dan juga terdapat dalam sitoplasma maupun dinding sel (Mulyani 2006). Sel parenkim pada Arenga pinnata terdapat pada akar, batang, maupun daunnya. Porsi terbesar yang dapat menampung air terletak pada batangnya. Hal tersebut dikarenakan volume batang merupakan organ yang paling terbesar yang memungkinkan tertampungnya air. Batang Arenga pinnata tertinggi memiliki tinggi hingga 25 m dengan diameter mencapai 65 cm. Jika ditotalkan, volume batang dapat mencapai 16,25 m2. Jika dikurangi bagian epidermis serta lapisan yang tidak berparenkim, dan ditambah dengan parenkim yang terdapat pada akar, daun dan pelepahnya, sebuah Arenga pinnata dapat menampung air hingga 200 liter. Air dapat tertampung di dalam tubuh tumbuhan dengan watku yang relatif lama dikarenakan tingkat transpirasi yang rendah. Transpirasi dicegah dengan adanya lilin yang cukup tebal pada bagian daun, serta kutikula yang tebal dan berlilin pada bagian batang. Sehingga, laju transpirasi dapat diperlambat. Anatomi palem tersebut yang dimanfaatkan oleh para konservaser alam dalam mencegah banjir.
Untuk maksud tersebut, maka perlu dipilih jenis komoditas yang tepat agar di samping dapat berkembang baik pada kondisi lahan marginal, juga dapat memberikan pendapatan yang tinggi bagi petani serta pengembangan ekonomi secara regional atau kawasan.
Tanaman aren (Arenga pinnata Merr) adalah salah satu tanaman perkebunan dan kehutanan yang sangat cocok untuk tujuan tersebut karena memiliki daya adaptasi terhadap berbagai kondisi lahan dan agroklimat, memiliki toleransi yang tinggi dalam pola pertanaman campuran termasuk dengan tanaman kayu, tumbuh relatif cepat serta memiliki perakaran dan tajuk yang lebat sehingga sangat cocok untuk tujuan konservasi tanah dan air, merupakan tanaman serbaguna karena hampir semua bagiannya bernilai ekonomi dan, tidak membutuhkan pemeliharaan intensif sehingga cocok bagi petani miskin di lahan marginal. Di samping itu, tanaman aren menghasilkan biomas di atas tanah dan dalam tanah yang sangat besar (1 hingga 2 ton/pohon), sehingga dapat berperan penting dalam CO2 sequestration.
Setiap pohon aren rata-rata menghasilkan 15 liter nira/hari dengan rendemen gula sekitar 12 % yang dapat disadap terus-menerus selama 3 – 5 tahun. Aren juga menghasilkan ijuk rata-rata 2 kg/pohon/tahun yang di panen mulai umur 4 hingga 9 tahun dan menghasilkan buah untuk kolang-kaling 100 kg/pohon, dan tepung sagu rata-rata 40 kg/pohon (jika tidak disadap). Terakhir, setelah selesai masa produktifnya, kayunya dapat diolah menjadi mebel dan kerajinan tangan dengan tekstur yang khas (exotic), serta bahan bakar untuk pengolahan nira.
Kemampuan petani menyadap aren rata-rata 15 pohon/orang/hari sehingga setiap petani dapat menghasilkan nira rata-rata 225 liter/hari yang dapat menghasilkan alcohol berkadar 80 % sekitar 19 lietr.hari atau 570 liter/bulan. Jika harga alkohol 80 % di tingkat petani Rp 5.000/kg maka pendapatan petani dari nira saja akan mencapai Rp 2.850.000/bulan. Di samping itu, petani masih akan mendapat tambahan pendapatan dari ijuk dan kolang-kaling.
Mengingat aren baru dapat disadap setelah berumur 5-10 tahun, maka penanamannya harus dilakukan secara bertahap dalam 5 – 6 tahun dan dalam bentuk farming system dengan kombinasi tanaman yang lebih awal dipanen misalnya tanaman semusim, tanaman atsiri, tanaman obat-obatan, atau kopi (2 tahun), dan kakao (2,5 tahun) tergantung topografi lahan dan peluang pasar. Oleh karena proses pengolahan alkohol menggunakan bahan bakar kayu, maka penanaman aren ini harus dikombinasikan dengan tanaman kayu seperti sengon (legume tree crops) yang dapat berfungsi sebagai bahan bakar dan sumber bahan organik sekaligus sebagai tanaman pelindung bagi aren muda. Salah satu kelebihan dari tanaman aren adalah investasi penanaman hanya satu kali, karena setelah tanaman mati, anakan dari buahnya sudah tumbuh dalam jumlah banyak hingga dapat membentuk hutan aren.
Dengan demikian, peranan aren dalam pengelolaan lingkungan mencakup peranan langsung dan tidak langsung. Peranan langsung setidaknya melalui tiga aspek yaitu: (a) fungsi hidrologis yaitu kemampuan daun dan perakaran mengendalikan aliran permukaan, (b) fungsi penangkapan karbon yaitu produksi biomass yang sangat tinggi baik di dalam maupun di atas permukaan tanah, dan (c) pengurangan emisi yaitu penggunaan etanol sebagai energi. Peranan tidak langsungnya melalui fungsi perbaikan kesejahteraan petani yang dapat mencegah perusakan hutan. (Dr. Slamet W)

Selasa, 07 Januari 2020

Tips menjaga Kesehatan Jantung

TAHUKAH ANDA BAHWA Jantung
kita ini paling pantangan nya apa ?​​ Anda mungkin blm tahu.
Setelah membaca tulisan ini mungkin akan kaget !๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ

1. Jantung paling
    pantangannya adalah : ​
   ●Semua makanan dan
     minuman yg bersifat
     dingin.
   ●Jangan minum air ES
   ●Jangan makan makan
     an dingin yg keluar
     dari kulkas. Lebih baik
     makan makanan yang
     hangat/panas.
     (Ini kalau kita ingin
     sehat!)

2. Apa musuh utama
    jantung kita​ ?
   ●Adakah kebiasaan
     saat makan nasi atau
     setelah makan nasi
     lalu minum air dingin/
     es.
   ●Apalagi sambil
     mengelap keringat
     saat melahap
     makanan.
   ●Saat udara panas,
     sambil minum2an yg
     dingin, benar-benar
     sangat enak rasanya.

3. Jika punya kebiasaan
    seperti itu silakan lihat
    penjelasan di bawah
    ini :
   ●Penakluk utama
     jantung adalah
     sehabis makan,
     *TIDAK BOLEH*
     minum - minuman
     dan makanan yang
     dingin (ES), dan ini
     adalah petunjuk dari
     dokter ahli jantung
     diberbagai belahan
     dunia.

    ​ Penjelasannya :​
     Minum segelas air
     dingin/es setelah
     makan memang
     sangat nyaman,
     namun air dingin/es
     bisa membeku
     (menggumpal)kan
     minyak/lemak makan
     an yg barusan ditelan
     dalam perut, bahkan
     bisa menyebabkan
     pencernaan dalam
     lambung menjadi
     lamban.
     Begitu gumpalan
     (pembekuan)
     makanan yang mirip
     lumpur itu bertemu
     asam lambung, maka
     akan terurai dgn cepat
     dan diserap oleh usus
     dan dia akan
     menempel di dinding
     usus.
     Berselang tidak lama
     kemudian akan
     berubah menjadi
     lemak, yg jika setiap
     harinya terus menerus
     seperti ini, maka lama
     kelamaan akan dapat
     menyebabkan
     penyakit, bahkan
     penyebab tumor/
     kanker.
     Makanya setelah
     makan sebaiknya
     minum air hangat
     saja.

4. Mohon perhatikan
    gejala-gejala serangan
    jantung :
   ●Tidak semua gejala
     serangan jantung itu
     akan sakit di lengan
     kiri, tp kita harus
     waspada jika terjadi
     sakit di tengkuk.
   ●Saat serangan
     jantung terjadi, tidak
     pasti akan sakit di ulu
     hati, tetapi pada
     umumnya merasa
     mual, dan keringat
     dingin bercucuran
     itulah gejala umum
     terjadi serangan
     jantung.
   ●data statistik 60%
     serangan jantung
     terjadi saat sedang
     tidur, sehingga
     penderita saat tidur
     tidak bangun² lagi.

Saat mau tidur usahakan minum satu gelas air hangat,  ini utk mencegah serangan jantung saat tertidur atau bangun pagi.

Saat bangun tidur biasanya tensi tertinggi so jangan langsung bangun, tunggu 5 menit atau gerakan anggota tubuh secara ringan, agar darah mengalir lebih baik.

Biasakan setelah bangun minum 2 gelas air hangat saat perut kosong.

□Sakit di bagian tengkuk
  sering menyebabkan
  terbangun dari tidur
  nyenyak. Makanya
  harus hati².

□Semakin banyak kita
  ketahui ini, maka
  kesempatan hidup
  lebih baik , lebih sehat
  dan panjang umur akan
  semakin besar.

  Salah Seorang dokter
  ahli jantung
  menghimbau, jika setiap
  orang yg telah
  membaca berita ini,
  diharapkan dapat
  mengirim ke teman-
  teman, sanak
  saudaranya.

  Semoga penjelasan
  singkat ini dapat
  menolong kita dari
  bahaya serangan
  jantung.

*Sehat itu mahal, sayangilah jantung kita*

-----------------------------------

.*MINUM AIR HANGAT BISA SELAMATKAN NYAWA*

Sekelompok Dokter Jepang menegaskan bahwa *air hangat* adalah 100% efektif dalam menyelesaikan beberapa masalah kesehatan seperti :

1. Migrain
2. Tekanan darah tinggi
3. Tekanan darah rendah
4. Nyeri sendi
5. Peningkatan dan penurunan detak jantung secara tiba-tiba
6. Epilepsi
7. Menghilangkan kadar kolesterol
8. Batuk
9. Ketidak nyamanan tubuh
10. Nyeri gout
11. Asma
12. Batuk terus menerus
13. Penyumbatan pembuluh darah
14. Penyakit yang terkait dengan Uterus & Urine
15. Masalah perut
16. Nafsu makan yang buruk
17. Juga semua penyakit yang berkaitan dengan mata, telinga & tenggorokan.
18. Sakit kepala

*BAGAIMANA CARA MEMAKAI AIR HANGAT*

Bangun pagi-pagi dan minum sekitar * 2 gelas air hangat ketika perut kosong *. Anda mungkin tidak dapat membuat 2 gelas di awal tetapi perlahan-lahan.

*CATATAN:*

*JANGAN* makan apa pun 45 menit setelah mengambil air.

Terapi air hangat akan menyelesaikan masalah kesehatan dalam jangka waktu yang wajar seperti:

✔ Diabetes dalam 30 hari
✔ Tekanan darah dalam 30 hari
✔ Masalah perut dalam 10 hari
✔ Semua jenis Kanker dalam 9 bulan
✔ Penyumbatan pembuluh darah dalam 6 bulan
✔ Nafsu makan yang buruk dalam 10 hari
✔ Uterus dan penyakit terkait dalam 10 hari
✔ Masalah Hidung, Telinga, dan Tenggorokan dalam 10 hari
✔ Masalah wanita dalam 15 hari
✔ Penyakit jantung dalam 30 hari
✔ Sakit kepala / migrain dalam 3 hari
✔ Kolesterol dalam 4 bulan
✔ Epilepsi dan kelumpuhan terus menerus dalam 9 bulan
✔ Asma dalam 4 bulan

*AIR DINGIN ITU TIDAK BAIK UNTUK ANDA !!!*

Jika air dingin tidak mempengaruhi Anda pada usia muda, akan membahayakan Anda di *usia tua*.

*Air dingin menutup 4 urat-urat jantung dan menyebabkan serangan jantung*. Minuman dingin adalah alasan utama untuk serangan jantung.

*Ini juga menciptakan masalah di hati karena membuat lemak terjebak di hati*. Kebanyakan orang yang menunggu transplantasi hati adalah korban minum air dingin.

*Air dingin mempengaruhi dinding internal lambung,Ini mempengaruhi usus besar dan menghasilkan Kanker*

## INI UNTUK DIRI SENDIRI ##

CATATAN AKHIR 2019 - AWAL 2020 GEOLOGI CALON IBU KOTA NEGARA DI SEPAKU, KALIMANTAN TIMUR : AIR TANAH & GEO-HAZARDNY

REFLEKSI AKHIR TAHUN 2019: Menyesal tak berguna

Ir. KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc., Lic.Eng., Ph.D.
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Kepada Yth,
Bapak Presiden Jokowi
Jakarta


Dengan hormat,
Selamat Tahun Baru 2020, semoga di tahun ini bangsa Indonesia lebih beruntung, damai dan harmoni dalam perbedaan.

Soal rencana pemindahan ibukota, jujur saat ini, secara politik, saya menolak. Karena, kondisi perekonominan kita saat ini kaitannya dengan beban biaya yang besar. Lagian selama bapak Presiden Jokowi berkuasa, angka kemiskinan dan kesenjangan sosial masih tinggi. Angka pertumbuhan ekonomi makro didominasi tumbuhnya golongan menengah atas ke atas, sedang rakyat miskin hinapapa semakin terjepit. Innallilahi wainnallilahi rojhiun. Apa soal kemiskinan dan kesenjangan sosial kalah penting dibandingkan rencana pemindahan Ibukota Negara RI?

Sebagai akademisi, saya belum pernah sekalipun membaca FS (Feasibility Studies) calon Ibukota baru yang diajukan Pemerintah. Ironi!

Banyak tulisan-tulisan kajian geologi yang saya baca tentang calon Ibukota baru. Saya melihat Pemerintah menghindar dari Kajian Detail. Pak Jokowi, ingat: the detail is the devil.

Memang saya bukan pakar geologi, tetapi saya akomodatif dan mau belajar dan tidak alergi mengakui suatu kesalahan.

Ada tulisan bagus kajian geologi soal lokasi calon Ibukota yang baru. Ada baiknya Bapak dan staff Bapak membacanya. Jangan pernah ada penyesalan di kemudian hari.

Bagi saya pribadi, kita telah kehilangan momentum atas pernyataan Bung Karno, bahwa Ibukota Negara harus dipindah dari Jakarta. Jadi, perlu dikaji menyeluruh dan detail.

=====
CATATAN AKHIR 2019 - AWAL 2020
GEOLOGI CALON IBU KOTA NEGARA DI SEPAKU, KALIMANTAN TIMUR
: AIR TANAH & GEO-HAZARDNYA

Tanggal 23 Desember yang lalu, begitu menonton video ( https://youtu.be/_SzO0j9gLhQ ) yg menggambarkan ttg berbagai rencana kondisi Ibu Kota Negara baru kita nantinya, pertama kali yg terlontar dari benak saya:

“Hati2.... Susah air di calon lokasi Ibukota Negara!”

Selain itu ada beberapa aspek geoteknik dan kebencanaan yang musti lebih diperdalam informasi dan data dasarnya. Hal ini diperlukan supaya perencanaannya tidak sembarangan dan bisa lebih menyeluruh, termasuk mempertimbangkan aspek-aspek geologi bawah permukaan, baik yang dangkal maupun yang dalam; bukan hanya sekedar menggambarkan disain yang indah-indah di atas peta topografi, morfologi dan tutupan muka bumi belaka.

Dengan demikian nantinya tidak akan ada penyesalan atas membengkaknya biaya operasional kehidupan sehari-hari bernegara di sana karena harus terus menerus menangulangi “bencana” yg diakibatkan kondisi lokal geologi yang tidak diantispasi / dimitigasi sebelumnya, karena kurang-pahamnya para perencana (dan penyelenggara negara) atas kondisi bawah permukaan tersebut.

Untuk itu saya coba bongkar file-file penelitian lama saya, dan akhirnya dengan dibantu Purnama Suandhi dan Iban Getarjati, saya coba rangkai beberapa fakta dan analisa.

Dimulai dengan Gambar-1 yang memperlihatkan Peta DEM dioverlay dengan kawasan IKN yang ada 3 kriteria. Kemudian langsung kita menukik ke masalah utamanya: air tanah!!

๐Ÿญ. ๐™‡๐™š๐™ข๐™ฅ๐™ช๐™ฃ๐™œ ๐™—๐™š๐™ง๐™–๐™ฉ๐™ช๐™จ-๐™ง๐™–๐™ฉ๐™ช๐™จ ๐™ข๐™š๐™ฉ๐™š๐™ง ๐™™๐™ž ๐™—๐™–๐™ฌ๐™–๐™ ๐™ฉ๐™–๐™ฃ๐™–๐™, ๐™–๐™ž๐™ง๐™ฃ๐™ฎ๐™– ๐™๐™–๐™ฃ๐™ฎ๐™– ๐™–๐™™๐™– ๐™™๐™ž ๐™ก๐™š๐™ฃ๐™จ๐™–-๐™ก๐™š๐™ฃ๐™จ๐™– ๐™ฅ๐™–๐™จ๐™ž๐™ง ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™™๐™–๐™ก๐™–๐™ข

Untuk urusan air tanah ini, siapapun bisa bertanya ke mereka yang pernah berkegiatan di area Sepaku dan sekitarnya, betapa susahnya mendapatkan air tanah baku di daerah tersebut. Hal ini disebabkan oleh kondisi hidrogeologi yang pada umumnya terkait dengan kondisi permukaan daerah tersebut yang disusun oleh batuan sedimen lempung endapan laut berumur dari 23-33 juta tahun yang lalu (N6, N5, N4 – Zonasi Blow: Miosen Awal). Peta geologi pemerintah menyebutkan lempung itu sebagai Formasi Pamaluan. Di dalam lempung tidak mungkin didapatkan air tanah, kecuali lempung yang retak-retak; itupun sangat minim. Air tanah kemungkinan didapatkan di lapisan-lapisan pasir dan atau batu-gamping yang berongga. Nah, di Formasi Pamaluan itu pasir hanya terdapat berupa lensa-lensa tebal max 10 meter luas 5-10 km2, dan jarang terhubung satu dengan lainnya dr permukaan ke bawah permukaan.

Korelasi sumur-sumur bor migas TENGIN-BELONAK-TUYU (Gambar-2) menggambarkan betapa minimnya keberadaan batupasir di bawah permukaan bumi di Formasi Pamaluan (N6-N4) sampai di Formasi Tuyu (N3-P16) itu. Kawasan inti Ibu Kota Negara kita di daerah Sepaku, jelas-jelas tidak punya daya dukung mencukupi untuk air tanahnya.
 
Bagaimana dengan potensi air tanah di kawasan penyangganya? Sama saja! Mari kita tengok agak sedikit keluar dari daerah Sepaku, yaitu daerah yang nantinya masih termasuk kawasan IKN yang 42rb hektar itu. Saat ini saja daya dukung air tanah - regionalnya tdk bisa / tidak mampu memenuhi kebutuhan penduduk Balikpapan dan Kabupaten Penajam Pasir Utara. PDAM harus bikin bendungan-bendungan dan embung yg kondisi recharge airnya juga tergantung musim - kalau kemarau seringkali –Inshaa Allah - tidak mencukupi.

Sejak awal 80an - pertama kali saya tinggal dan bekerja di area Balikpapan – Penajam – Sepaku – Samboja, sampai menjelang 2020, dimana meskipun sudah lama tidak tinggal di sana lagi tapi saya masih sering mondar-mandir riset dan ngajar di daerah tersebut bertahun-tahun, kecukupan air baku untuk kehidupan sehari-hari ini masih jadi masalah. Truk tangki jualan air hilir mudik di kota Balikpapan merupakan pemandangan yang biasa kita jumpai sampai hari ini.

Perlu rekayasa khusus penyediaan air baku (baik dr rekayasa air permukaan, maupun dari air bawah tanah DARI DAERAH LAIN YANG BERDEKATAN) untuk bisa meningkatkan daya dukung lingkungan bagi jumlah penduduk dan kegiatan yg akan meningkat 10-15 kali lipat di calon ibukota negara ini.

๐Ÿฎ. ๐™‹๐™š๐™ฉ๐™– ๐™œ๐™š๐™ค๐™ก๐™ค๐™œ๐™ž (๐™™๐™–๐™ฃ ๐™๐™ž๐™™๐™ง๐™ค๐™œ๐™š๐™ค๐™ก๐™ค๐™œ๐™ž ๐™™๐™–๐™ฃ ๐™œ๐™š๐™ก๐™ค๐™œ๐™ž ๐™ฉ๐™š๐™ ๐™ฃ๐™ž๐™ ) ๐™ฅ๐™š๐™ข๐™š๐™ง๐™ž๐™ฃ๐™ฉ๐™–๐™ ๐™ฅ๐™š๐™ง๐™ก๐™ช ๐™™๐™ž๐™ข๐™ช๐™ฉ๐™–๐™ ๐™๐™ž๐™ง๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™™๐™–๐™ฃ ๐™ก๐™š๐™—๐™ž๐™ ๐™™๐™ž๐™™๐™š๐™ฉ๐™–๐™ž๐™ก๐™ ๐™–๐™ฃ

Penelitian doktoral saya dulu memakai data geologi lapangan 1:10rb, data lubang tembak seismic dan data seismiknya sendiri,  dan juga data sumur pemboran dalam yang 70-80% akuisisinya di daerah kawasan calon ibu kota negara, yang luas arealnya konon 40.000 hektare itu (Gambar 3). Saya memanfaatkan akuisisi data geologi dengan peta dasar skala 1:10rb yang dilaksanakan oleh perusahaan minyak VICO Indonesia (sekarang jadi PHSS), yang proyek pemetaan-nya dilakukan bertahap, bersamaan dengan proyek akuisisi data seismic 2D Regional dan 3D local dari tahun 1991 sampai dengan 1998.

Sebagai perbandingan, peta geologi yang dibuat oleh pemerintah (lembar Samarinda dan lembar Balikpapan), keduanya berskala 1:250.000 dan pembuatannya dilakukan dengan menggunakan peta dasar 1:25rb. Dari segi keterincian, tentunya sangat berbeda hasilnya, seperti terlihat di Gambar 4.

Khusus untuk kawasan inti pusat pemerintahan yang luasnya 5644 hektare, data geologi resmi pemerintah tidak terlalu banyak tersedia karena “tertutup”nya daerah itu sejak tahun 1980-an karena ekslusif dipakai untuk kegiatan HPH. Meskipun demikian saya berhasil menggabungkan data seismik yang jarang dengan pengamatan langsung di lapangan (sampai tahun 2012) yang akhirnya menghasilkan resume Blok 3 Dimensi seperti terlihat di Gambar 5 dan 6.

Di diagram 3 dimensi tersebut terlihat bahwa daerah kawasan inti pusat pemerintahan dipotong-potong oleh patahan-patahan naik berarah Timurlaut-Baratdaya yang dalam analisis tektono-sedimentasinya terbentuk di awal pengendapannya sebagai patahan ANJAK-KAKI (toe-thrust fault) di daerah lereng paparan menuju laut dalam. Patahan ini kemudian mengalami reaktifasi Plio-Pleistocene 5 juta thn yang lalu, dimana dia mula terangkat ke permukaan bumi sampai sekarang. Patahan-patahan ini adalah lokasi-lokasi rawan longsor yang harus dipertimbangkan daya dukung-nya terhadap pondasi apabila hendak membangun bangunan – apalagi bertingkat – di daerah tersebut.     

๐Ÿฏ. ๐™‡๐™š๐™—๐™ž๐™ ๐™ข๐™–๐™๐™–๐™ก???

Dengan adanya batasan-batasan (constraint) geologi yang sebagian dipaparkan di atas, apakah terus jadi lebih mahal lagi biaya untuk membangun IKN baru ini? Mungkin saja ....

Yg jelas: kondisi yg digambarkan arsitek / perencana ibu kota baru itu dengan limpahan air dimana-mana dan hutan yg asri masih asli dan sungai yg mengalir permanen itu secara alamiahnya tidak ada di lokasi calon ibukota negara di Kabupaten PPU dan KuKar itu. Sungainya yang besar-besar pada umunya sungai pasang surut, bukan sungai permanen. Beberapa sungai kecil di bagian barat kawasan inti pusat pemerintahan mungkin masih berupa sungai “remaja” sampai “dewasa” dan masih tawar airnya, tetapi apakah cukup dibendung untuk kebutuhan 1,5 – 2 juta jiwa penduduk Ibu Kota Negara nantinya, mesti benar-benar dihitung mass-balance-nya.

Tidak ada danau alamiah dan muka air tanahnya dalam banget, atau malah tidak ada sama-sekali air tanahnya seperti disebutkan di paragraph awal tulisan ini. Air tanah yang cukup melimpah dijumpai di sepanjang sabuk pinggir pantai dr Bontang - Barat Muara Badak - Lampake - Kutai Lama - Handil - Timur Mutiara – Samboja. Tetapi di sebelah barat sabuk itu (yaitu notabene adalah kawasan IKN): air tanahnya susah, dalamnya sampai ratusan meter, kwantitas dan kwalitasnya terbatas.

Hutannya pun skrg gundul dan kalaupun ada sudah jadi HTI (bukan hutan primer), dan banyak tanah longsor karena jenis batuannya endapan laut dalam yang mudah mengembang (Gambar 7 dan 8) dan patahan2 geologi saling menyilang.

Selain itu banyak juga terdapat lapisan batubara dangkal yg mudah sekali terbakar, terutama di kawasan perluasan Ibu Kota di sepanjang area Bukit Suharto. Hal ini akan jadi faktor penghambat yg harus diatasi dengan rekayasa geoteknik tertentu yg kalau tdk serius perencanaan dan implementasinya bisa bikin runyam kondisi kebencanaannya. Meskipun lokasinya di kawasan perluasan, tetapi efek kebakarannya sudah pasti akan mempengaruhi gerak langkah kehidupan sehari-hari di kawasan pusat pemerintahan ibukota yang hanya berjarak 10-20 km dari lokasi terdekat batubara terbakar tersebut. Pengurangan resiko dengan dari awal mematikan potensi batubara terbakar ini juga akan jadi bagian “biaya” membangun IKN yang tidak murah.

Sebenarnya, kondisi bumi yg bagaimanapun kompleksnya, kalau kita benar2 memahaminya : Inshaa Allah bisa direkayasa manusia untuk kepentingan keselamatan dan kenyamanan hidupnya. Masalahnya: biayanya berapa? Dan terlebih lagi: seringkali informasi dan pemahaman tentang kondisi bawah permukaan buminya sendiri tidak dimiliki oleh para perencana permukaan. Kemungkinan besar para perencana tata ruang serba indah masa depan yg menang2 sayembara itu juga belum memasukkan pertimbangan daya dukung dan geo hazardnya.

๐Ÿฐ. ๐™Ž๐™€๐˜พ๐™€๐™‹๐˜ผ๐™๐™‰๐™”๐˜ผ

Lembaga2 pemerintah yg seharusnya memiliki data dan informasi itu : mestinya lantang menyuarakan pentingnya pengayaan dan pendalaman informasi data kebumiannya, karena produk2 yg mereka ajukan skrg ini untuk dijadikan dasar perencanaan hanya produk2 peta/informasi yg normatif dan “dangkal” dan terlalu regional, paling mutakhir data geologinya 1995 (peta geologi terakhir yg dibikin disana), dan skalanya 250rb.

Bappenas mesti terus berhati-hati dan tidak gegabah dengan proses lanjut perencanaan ini, mesti sedikit “ngalah” dgn pemutakhiran data dasar geologinya dulu baru lanjut dgn perencanaan disain dsb ..... TAPI HARUS DILAKUKAN KILAT CEPAT DAN EFISIEN kalau mau diselesaikan perencanaan nya sepanjang periode kedua Jokowi ini.

Terakhir malahan saya baca informasi bahwa perencanaan detail akan dilakukan segera di 2020, dan diharapkan selesai pertengahan – akhir 2020.  Mohon jangan grusa-grusu, ingat jalan-jalan tol yang kebanjiran, ingat juga dulu Tol Cipularang yang jembatan-jembatan besarnya mesti direparasi karena patahan-patahan dan longsoran-longsoran yang baru ketahuan setelah “bencana” terjadi. Padahal kalau dari awal informasi geologi bawah permukaan yang nggeunah (proper) juga dijadikan rujukan disain dan konstruksi, mestinya hal2 tersebut bisa dihindari.

Cukup sudah grusa-grusunya. Mari kita lebih serius bekerja untuk kepentingan jangka panjang. Atau jangan-jangan ini hanya untuk kepentingan jangka pendek saja? Mudah2an bukan begitu adanya.

Salam
MBA, Menjelang malam tahun baru 2020 di Paris:
======

Terimakasih
Paris, 2020-01-01

Senin, 06 Januari 2020

Minggu, 05 Januari 2020

Sabtu, 04 Januari 2020

Important/Penting untuk di Simak

1. Gubuk di kaki Objek Wisata Air Terjun Sipiso Piso di Tanah Karo


2. Lomba Makan Babi


3. Laporkan SMS Palsu


 4. Mohon Presiden Jokowi untuk Segera mengembalikan Hutan Lindung

5. Menggendong Satwa Langka!!!


6. Pemerintah Wajib menjaga Lingkungan


7. Alamat sesuatu yg perlu diawasi


8. Dinding Karang menuju Parapat Danau Toba dihiasi pemandangan menjijikkan


9. Standar Ganda ISRAEL


9. Umat Islam Harus Bersatu


10. Bela Palestina


11. Siapkan Garasi Mobil Sendiri


12. Israel Teroris sejak dulu


13. GARUDA Larang Foto2 di Pesawat. LELUCON KONYOL manajemen Garuda


14. Tata Tertib di Toilet yg Bagus


15. Anggota DPRD Medan Terpilih 2019 - 2024

16. MASA Perjuangan


17. Selalu pikirkan dan Jaga kelestarian Alam ini


Jumat, 03 Januari 2020