Selasa, 06 Juli 2021

Manfaat Air Pare

 Air pare yang panas dapat Membunuh Sel Kanker


Pare dapat membunuh sel kanker!
Potong 2-3 irisan tipis pare taruh dalam gelas,tuang air panas, air akan menjadi alkalin(basa),minum setiap hari,terhadap siapapun akan bermanfaat.

Air panas pare tsb akan mengeluarkan suatu zat anti kanker, ini adalah sebuah perkembangan baru didalam dunia kedokteran yg bermanfaat dalam mengobati kanker.

Air panas ekstrak pare akan berpengaruh terhadap kista dan tumor.sudah di buktikan dapat menolong pelbagai macam kanker.

Menggunakan pare dalam mengobati kanker, hanya akan mematikan sel sel jahat tumor, dia tidak akan mempengaruhi sel sel yg sehat.

Selain itu asam amino dan polyphenol oxidase drpd pare, dapat menyeimbangkan tekanan darah tinggi, melancarkan peredaran darah, mengurangi penggumpalan darah dan dapat mencegah terjadinya penggumpalan vena dalam (deep vein thrombosis).

*BOLU PISANG DAN ES KRIM*

"Ma, kakak ranking satu, mana janji mama mau beliin es krim," rengek Dika putra sulungku. Sejak pulang sekolah ia selalu saja menagih janjiku. Mana kutahu bila si sulung yang baru kelas dua SD akan meraih ranking satu, pikirku saat berjanji paling dia hanya akan masuk sepuluh besar saja seperti biasa.


"Sabar ya, Nak, tunggu ibu gajian tanggal satu," janjiku, padahal aku pun tahu tanggal satu nanti upah menjadi buruh cuci separuhnya akan habis menyicil hutang pengobatan ketika almarhum suami sakit dulu.

Dika cemberut. Aku tahu dia kecewa. Tak banyak pinta anak ini sebenarnya, hanya sebuah es krim ketika ia ranking satu. Tapi bagiku itu barang mahal.

Ah seandainya saja Dika ranking dua atau tak usahlah ranking sekalian, ia pasti tak sekecewa ini.

Keterpurukan hidupku bermulai ketika suami yang tiap hari bekerja sebagai buruh bangunan kecelakaan dan lumpuh. Tiap Minggu harus bolak balik kontrol ke rumah sakit, walau pakai BPJS namun kerepotan ini tetap membutuhkan biaya hingga hutang pun menumpuk.

Ketika suami akhirnya pergi selamanya, hutang-piutang pun berdatangan meminta haknya untuk dilunasi.

Aku pasrah. Memohon kepada si pemberi hutang agar memberi kelonggaran dengan mencicil.

Bukan tak mau bekerja lebih giat lagi, namun selain Dika, aku memiliki Anita putri bungsuku yang masih berusia dua tahun. Tak semua orang mau menerima pekerja rumah tangga yang membawa balita.

Sejak itu aku melakukan kerja apapun, mulai dari buruh cuci, hingga upahan membuat kue. Kebetulan kata orang-orang bolu pisang buatanku enak.

(Mbak, bisa buatin bolu pisang?) Sebuah pesan masuk.

Aku bersorak. Alhamdulillah tak sia-sia mengisi pulsa data beberapa hari yang lalu dan mengaktifkan WA ku. Ada pesanan masuk.

(Bisa Mbak, mau berapa loyang?)

(2 loyang, ngambilnya habis Zuhur bisa?)

(Bisa Mbak.) Aku menyanggupi.

(Tapi bolu pisangnya jangan pakai gula ya, biar manisnya ngambil dari pisangnya saja. Anakku alergi gula.)

(Siap, Mbak. Otw dibuat.)

(Berapa harganya?)

(50.000 Mbak.)

(40.000 saja ya, kan gak pakai gula.)

Aku menelan ludah. Ya Tuhan, padahal dalam tiap loyangnya aku hanya mengambil untung 20.000.

(Ya sudah karena Mbak ngambil dua, aku kasih.)

(Oke, tapi aku gak bisa ngambil ke rumah ya, Mbak. Aku mau pergi liburan, jadi jam 1 aku tunggu di depan SMP yang ada di simpang itu.)

(Oke siap.)

Aku segera gerak cepat menyiapkan semua bahan dan mulai bekerja. Baru jam sembilan berarti masih banyak waktu luang. Kebetulan ada pisang Ambon yang belum terpakai jadi gak perlu beli ke pasar.

Alhamdulillah aku bisa mendapat untung dua puluh ribu dari penjualan dua loyang bolu pisang.

Sepuluh ribunya bisa buat beli es krim harga lima ribu untuk si sulung dan bungsu dan sisanya untuk tambahan belanja besok.

Setelah sholat Zuhur, jam 12.30 aku segera berangkat menuju tempat yang dijanjikan. Si sulung mengekor langkahku dengan riang karena terbayang es krim yang bakal didapat. Si bungsu sedang tidur siang jadi kugendong saja.

Tempat janjian kami cukup jauh sekitar setengah kilometer dari rumah. Walau tengah hari dan terik matahari tengah garang menyerang, aku tetap semangat, demi 20.000.

Jam satu kurang lima menit kami telah tiba di tempat janjian. Mungkin sebentar lagi yang memesan akan datang.

Sepuluh menit, dua puluh menit hingga tiga puluh menit berlalu namun tak kunjung ada tanda bila si pemesan akan datang.

Beberapa pesan telah kukirim sejak tadi namun hanya terkirim dan belum dibaca.

Aku menelpon berkali-kali pun tak kunjung diangkat. Sudah hampir satu jam menanti.

Si sulung telah lelah dan merengek sementara si bungsu telah bangun dan ikut meraung karena kepanasan.

Ting! Sebuah pesan masuk. Hatiku bersorak, dari si pemesan kue.

(Ya Allah Mbak, maaf ya aku lupa. Ini suami berubah pikiran, awalnya dia bilang berangkat habis Zuhur eh tahunya jam sepuluh udah mau buru-buru. Jadi gak sempat kasih kabar. Mbak, jual bolunya sama orang lain saja ya, aku udah otw ke kampung.)

Aku langsung terduduk lemas. Ya Allah, ya Allah, ya Allah. Apalagi ini? Aku tak meminta banyak ya Allah, hanya es krim saja.

Peluhku yang sudah sejak tadi mengucur, kini bercampur dengan air mata.

Siapa yang ingin membeli bolu pisang tanpa gula dengan rasa manis yang alakadarnya?

Ya Allah, berkali aku menyeka air mata yang terus membasahi wajah.

Sulungku berhenti merengek, ia langsung diam melihat air mataku. Lama ia menatapku iba. Kedua netranya mulai berkaca. Tak tega hati ini melihatnya. Ia hanya ingin es krim seharga 5000 ya Allah.

"Dika gak akan minta es krim lagi Bu, tapi ibu jangan nangis." Dika kecilku berkata dengan suara yang bergetar. Sepertinya ia pun menahan tangis.

"Kita pulang, Nak," ucapku. Dika mengangguk, si bungsu pun tangisnya mulai mereda. Sepertinya ia mengerti akan kegundahan hati ini.

Ya Allah, beginilah rasanya. Sakit ya Allah, sakit, sakit, sepele bagi mereka namun begitu berat bagiku. Bahan-bahan bolu itu adalah modal terakhir dan kini seolah sia-sia.

Ya Allah, berkali aku menyebut nama-Nya. Berat, sungguh berat, belum lama suamiku pergi dan kini rasanya aku lemah.

Tak banyak ya Allah hanya ingin es krim saja, itu saja, untuk menyenangkan buah hatiku dan kini bukan untung yang kudapat malah kerugian yang telah nyata di depan mata.

Aku baru saja memasuki halaman rumah kontrakan ketika Bu Tia tetanggaku kulihat telah menunggu.

"Eh, ibunya Dika, dicariin, untung cepat pulang."

"Ada apa Bu?" tanyaku. Semoga saja wanita baik ini akan memberikanku perkerjaan. Apa saja boleh, bahkan yang terkasar sekalipun akan kuterima. Tapi gak mungkin, di rumah besarnya sudah ada dua pembantu yang siap sedia. Aku kembali membuang anganku.

"Gini, ibu jangan tersinggung ya." Bu Tia menatapku.

Aku mengangguk, ingin kukatakan bila rasa tersinggung itu sudah lama lenyap dalam kamus hidupku.

"Papanya anak-anak kan baru pulang jemput kakek neneknya dari bandara. Ya dasar laki-laki tahunya kan cuma nyenengin anak tapi gak tahu yang baik. "

Aku mengangguk walau belum paham kemana arah pembicaraan.

"Masa dia ngebeliian anak-anak es krim sampai lima buah. Padahal anakku kan masih batuk pilek parah. Jadi, daripada buat rusuh, mau ya Bu nerima es krim ini, untuk Dika dan adiknya." Bu Tia menyerahkan plastik putih berisi es krim padaku.

Aku terdiam tak sanggup berkata-kata.

"Asikkk." Dika bersorak, aku masih bergeming.

"Lo, yang ibu bawa itu apa?" tanya Bu Tia melirik kantong hitam berisi dua kotak bolu pisangku.

"Bolu pisang Bu, tapi gak manis, kebetulan yang mesan batal. "

"Wah kebetulan, neneknya di rumah itu diabetes jadi gak bisa makan manis. Saya beli ya untuk cemilan."

"Benar Bu?" Aku bertanya tak percaya.

"Iya, berapa harganya?"

"Berapa saja, Bu. Terserah, asal jadi uang."

"Ya sudah." Bu Tia menyerahkan dua lembar uang merah ke dalam genggamanku.

"Ya Allah Bu ini kebanyakan ," ucapku.

"Sudah, gak apa. Ambil saja, kalau mesan yang kayak gini emang mahal kok Bu." Bu Tia langsung mengambil kantong berisi bolu pisang dan bergegas pergi.

Aku masih diam dengan air mata yang mulai menetes lagi. Baru saja mengeluh akan pahitnya hidup dan kini semua telah terbayar lunas.

***

Bu Tia meletakkan bolu pisang yang baru ia beli di atas meja makan.

Ia duduk dan memandang dua kotak bolu pisang itu dengan tatapan berkaca.

Sungguh zolim sebagai tetangga, bahkan ada seorang janda yang kesusahan pun ia tak tahu. Sementara baru saja ia membeli tas branded seharga jutaan dan tak jauh dari rumahnya ada seorang anak yatim merengek pada ibunya hanya demi sebuah es krim.

Untung saja Fahri putranya bercerita, bila tidak pastilah kezoliman ini akan terus berlangsung.

"Ma, tadi yang juara 1 Dika, tetangga kita yang di ujung itu." lapor putra sulungnya.

"Bagus dong, les dimana dia?"

"Gak les kok, Ma. Orang dia miskin kok."

"Hey, gak boleh menghina orang lain." Bu Tia melotot pada putranya.

"Gak menghina kok. Kenyataan emang dia miskin. Kasihan deh Ma, masa kan ibunya janji mau beliin dia es krim kalau ranking satu eh pas dia ranking malah ibunya bilang tunggu ada uang. Kasihan banget Dika ya , Ma. Mana kalau di sekolah dia suka mandang jajanan temannya kayak ngeiler gitu tapi pas dikasih dia nolak. Malu mungkin ya, Ma." Fahri bercerita panjang lebar.

Bu Tia terdiam.

Ya Allah mengapa ia tak tahu? Selama ini, ia aktiv ikut kegiatan sosial, mengunjungi panti asuhan ini dan itu. Namun ia abai akan keadaan di sekitar.

"Ma, bolunya gak ada rasa, kurang enak," ucap Fachri membuyarkan lamunannya.

"Sengaja, makannya bukan gitu. Tapi kamu oles mentega dan taburi meses atau kamu oles selai buah."

"Ohhh, gitu ya. Tumben mama pesan bolu tawar."

"Lagi pengen aja."

Bu Tia menghela napas panjang. Tak akan terulang lagi, jangan sampai ada tangis anak yatim yang kelaparan di sekitarnya.

Anak yatim itu bukan tanggung jawab ibunya saja tapi keluarga dan orang sekitar.

***

Sepele bagi kita namun berarti bagi mereka.

Ada kala sisa nasi kemarin sore yang tak tersentuh di atas meja makan kita adalah mimpi dari anak-anak yang telah berhari-hari terpaksa hanya berteman dengan ubi rebus saja.

Jangan heran menatap binar seseorang yang begitu terharu ketika gaun pesta yang menurut kita sudah ketinggalan jaman itu kita berikan pada mereka.

Uang lima puluh ribu yang sangat mudah lenyap ketika dibawa ke mini market bertukar dengan kinderj*y dan beraneka jajanan yang habis dalam sekejap itu adalah setara dengan hasil kerja keras seorang buruh dari subuh hingga menjelang Magrib.

Bersedekah itu gak perlu banyak, sedikit saja dari yang kita punya. Memberi itu jangan menunggu kaya, saat kekurangan lah justru diri harus lebih bermurah hati.

Beruntunglah bila di sekitar begitu banyak ladang sedekah dimana kita dapat menukar rupiah menjadi pahala. Kaya itu bukan pada jumlah harta tapi bagaimana kita membelanjakannya. Akherat itu ada dan sudah kah kita menyiapkan hunian di sana?

Pengingat diri agar lebih peka. Ingat ini salah satu kerja maqami kesholehan sosial agar peduli tetangga kita

Saat Usia Senja

 Perlakukan *USIA SENJA* Dengan *BAIK*

Musim *BERGANTI*, tidak terasa kita _memasuki_ *USIA SENJA*
Sejak *TANGISAN* _pertama_ waktu *LAHIR* ke dunia hingga *rambut* berubah *PUTIH*, _beban perjalanan_ hidup kita *DIPENUHI* aneka *pengalaman* _suka duka_,  _pahit manis, naik turun_. Selanjutnya, bagaimana kita bisa *BERBAHAGIA* di _usia senja_ bergantung pada *KONDISI* _fisik_ & _mental_ kita

*Kebanggaan* & *kekecewaan* hidup sudah ada di *belakang* kita. Dan sekarang kita *MELANJUTKAN* hidup _keseharian_ dengan segala *rutinitasnya...*

Jika kita pernah *MEMIMPIKAN* _kemewahan_ hidup dunia, kini kita *menyadari* bahwa kehidupan *TERINDAH* & paling *berbahagia* adalah *MEMILIKI* _pikiran_ yang *TENANG* & _hati_ yang *tentram*

Tidak perlu *BINGUNG* menunggu *kunjungan* _anak cucu_. Mereka *MEMILIKI* _kehidupan_ *pribadi* yang harus *DIURUS*. Mereka seperti *gangsing* yang tidak _berhenti_ *BERPUTAR* Terjepit antara *orang tua* & *anak2*. Yang tua seperti *matahari senja*, yang muda bak *matahari pagi*. Dan tentu saja yang *MUDA* lebih mendapatkan banyak *perhatian*. Itu sudah *hukum alam* Itulah *siklus perjuangan* hidup

Dalam hidup entah sebagai *suami* & *istri*, atau *orangtua* & *anak*. Entah *harmonis* & *intim* atau tidak. Masing2 *UNIK* & *memiliki* hidupnya sendiri. Karena itu kita harus *BELAJAR* _mengatasi_ *kesepian* dengan _menemukan_ cara *menghibur* & *menyemangati* diri sendiri ketika merasa sendirian

Dalam mencapai *usia senja*, kita memiliki *harga diri* & *kemurahan* seperti *siklus 4 musim*. Masing2 memiliki *keindahan* & *kebaikannya* sendiri.

*USIA SENJA* adalah *awal fase* hidup yang *baik*. _Tenang, damai_, *tidak terburu-buru* & *sukacita*. Kita harus _mempertahankan_ *damai sejahtera*, tidak terlalu *menuntut*, lebih _legowo_ & _pemaaf_.

*JUJUR* & *TULUS* membuat _persahabatan_ *LANGGENG*. Jangan _mengharapkan_ *BALAS BUDI* atas apa yang *diberikan* pada orang lain. *Membahagiakan* orang adalah *PRESTASI* hidup yang *besar* bukan ?

WASSALAM...

Manfaat Vaksin

 Jika saya divaksinasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tolong beri jawaban yg jujur...


1.- Bisakah saya berhenti memakai masker?
- Tidak
2.- Bisakah mereka membuka kembali restoran, dll dan semua orang bekerja normal?
- Tidak
3.- Apakah saya akan tahan terhadap covid?
- Mungkin, tapi kami tidak tahu persis, itu mungkin tidak akan menghentikan Anda mendapatkannya
4.- Setidaknya saya tidak akan menularkan ke orang lain lagi?
- tidak, Anda masih bisa menyebarkannya, mungkin, tidak ada yang tahu.
5.- Jika kami memvaksinasi semua anak, apakah sekolah akan kembali normal?
- Tidak
6.- Jika saya divaksinasi, dapatkah saya menghentikan jarak sosial?
- Tidak
7.- Jika saya divaksinasi, dapatkah saya berhenti mendisinfeksi tangan saya?
- Tidak
8.- Jika saya memvaksinasi diri saya dan kakek saya, dapatkah kami berpelukan?
- Tidak
9.- Apakah bioskop, teater, dan stadion dibuka kembali berkat vaksin?
- Tidak
10.- Akankah yang divaksinasi bisa berkumpul?
- Tidak
11.- Apa manfaat nyata dari vaksinasi?
- Virus tidak akan membunuhmu.
12.- Apakah kamu yakin itu tidak akan membunuhku?
- Tidak
13.- Jika secara statistik virus tidak membunuh saya ... Mengapa saya harus divaksinasi? "
- Untuk melindungi orang lain.
14.- Jadi jika saya divaksinasi, yang lain 100% yakin saya tidak menularkannya?
- Tidak

Jadi suntikan vaksin tidak memberikan kekebalan.
Tidak menghilangkan virus.
Tidak mencegah kematian.
Tidak menjamin Anda tidak akan mendapatkannya.
Tidak menghalangi Anda untuk mendapatkan virus
Tidak menghentikan Anda menyebarkan virus
Tidak menghilangkan perlunya larangan perjalanan.
Tidak menghilangkan kebutuhan akan penutupan bisnis.
Tidak menghilangkan kebutuhan akan penguncian.
Tidak menghilangkan kebutuhan akan masking.

Jadi ... sebenarnya apa yang dilakukannya?

Luar biasa menarik
Jadi mengapa seseorang harus divaksinasi

(Untuk memperkaya perusahaan farmasi??)

Selamat merenungi, SALAM SEHAT✊🇮🇩💪

Apabila Orang tua Meninggal

 P E S A N untuk ANAK LELAKI apabila Orang tua kita meninggal dunia...!!


Turunlah dalam liang kubur dan sambutlah jenazah Beliau........... !

Buka penutup keranda (tempat usungan jenazah), angkat jenazah Ibu Ayah kita.

Biar kita yang memutarkan mayat Ibu Ayah kita menghadap ke Kiblat........ !

Kita yang melakukan !

Bukan hanya menyaksikan saja orang lain yang melakukan.

Allahu Rabbi........
Terakhir kali ini Aku melihat ayah Ibu.........                                          
🌹Biarlah kita yang merelai ikatan di kepala dan di tubuh Beliau.....😭😭😭😭

🌹Pegang perlahan-lahan badan ayah Ibu kita.......😭😭😭😭

🌹Arahkan Beliau dengan baik-baik, ambil gumpalan tanah dan letakkanlah di belakang tengkuk ayah Ibu kita............

🌹Ayah ibu .........., terakhir kali inilah Aku melihat Mu.......😭😭😭

🌹Terlintas dalam hati kita sambil memegangnya…......

🌹Kenanglah pengorbanan ibu saat mengandung-kan kita, saat terlahir tangannya lah yang mengelus lembut wajah kita😭😭😭😭

🌹Ingat sejak kita bayi, kitalah yang mengencingi wajahnya, kaki kitalah yang menendang nendang wajahnya, tapi ibu tetap tersenyum,..tangan yang penuh kelembutan yang menyuapi makanan ke mulut kita, tak rela seekor nyamukpun menggigit tubuh kita, siang malam istirahatnya kurang tidurnya terganggu oleh kita... Sekarang tidur untuk selamanya😭😭😭😭

🌹Ingat hari pertama kita pandai berjalan, pandai bercakap, hingga sampai besar tak jarang kita membentak bahkan memaki ibu bapa kita, tatapan kita yang sinis ucapan kita yang sering melukai ..........

🌹 kita mampu bersekolah kita mampu berpakaian yang baik tetapi di sebalik itu ayah kita memeras keringat membanting tulang agar kita tidak dihina orang, ayah cari pinjaman uang ke sana sini, mengurangkan makan menjual barang kesayangannya agar tercapai keperluan anak

🌹 Akankan kita Ingin sebagai anak ..😭 Ayah ibu kita didalam tanah kubur, melolong😭 menjerit di Lang lahat menanti doa dari anak yang saleh saleha😭😭😭??

🌹Naiklah ke atas dan duduklah di tepi makam Beliau. -Hari terakhir ini lihatlah, tidak ada benda apapun yang bisa kita berikan untuk bekal Beliau kecuali hanya Doa :-                               
Ya ALLAH....😭😭😭

Aku angkat tanganku Ya ALLAH..............
😭😭😭
Aku ridha Kau ambil ayah Ibuku Ya ALLAH......😭😭😭

Ayah Ibu yang mendidik & membesarkan Aku_.😭😭😭

Ya ALLAH hari ini Aku tinggalkan ayah Ibu Ya ALLAH.

Aku serahkan ayah Ibu atas urusan Mu belaka Ya ALLAH....😭😭😭

Aku tadahkan tanganku Ya ALLAH...........
😭😭😭
Kami memohon dengan sangat Engkau ampunkan dosa-dosa ayah Ibuku,Ya ALLAH........ !
😭😭😭😭😭
Kasihani ayah Ibuku Ya ALLAH!😭😭😭

Ya ALLAH luaskan dan lapangkan kuburnya, terangi dan cahayai kuburnya, bahagiakan dialam kuburnya jangan sedikitpun tersiksa,aku titip orang tuaku ya ALLAH ...😭😭😭

_Ya ALLAH jadikan setiap titisan darahnya, keringatnya selama membesarkan aku menjadi saksi betapa beliau menyayangi aku..-
😭😭😭😭😭😭
Ya Allah sayangi Beliau dan masukan ke syurgamu tanpa hisab Ya Allah...........
😭😭😭😭😭
Maka akan beruntunglah ayah Ibu kita, apakah ALLAH akan menolak do'a itu......... ?

_ALLAH SWT tak akan menolak do'a ikhlas yang datang dari seorang anak yang soleh soleha_

_Pesan ini bagi sahabat-sahabat yang selagi Ayah ibu masih hidup. Doakan mereka, sayangi mereka & hormati serta muliakan disisa umur mereka...... karena Ridho ALLAH SWT adalah Ridhonya Orang tua.... Murka ALLAH adalah Murkanya Orang tua...._

Dan bagi saudara saudara yang Ayah ibu telah tiada, mari kita bersama-sama mendo’akan mereka........... ! Ada waktu kita pasti akan mengalaminya.... ditanam, diinjak2 dan di tinggalkan sendirian oleh orang di sekitar kita yg kita cintai..... Mudah2an giliran kita nanti ALLAH SWT perintahkan malaikat Rahmatnya buat menemani kita....... Aaamiiiin

*Bersedekah Ilmu kebaikan adalah suatu amalan yg pahalanya tidak akan putus..                                                                

*SEMOGA SEDIKIT BERMANFAAT UTK ANAK ANAK CUCU KITA.....*

Ya Allah...
😊✔ Muliakanlah orang yang membaca tulisan ini
😊✔ Lapangkanlah hatinya
😊✔ Bahagiakanlah keluarganya
😊✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
😊✔ Mudahkan segala urusannya
😊✔ Kabulkan cita-citanya
😊✔ Jauhkan dari segala Musibah
😊✔ Jauhkan dari segala Penyakit, Fitnah,Prasangka Keji, Berkata Kasar, dan Mungkar
😊✔ Ya Allah, ampunilah  dosaku, dosa ibu bapa ku, keluarga ku,saudaraku dan jangan Engkau cabut nyawa kami saat tubuh kami tak pantas berada di SyurgaMu. Aamiin... 🤲

Mari Berbagi Ilmu!!

.===========================

STATEMENT SAID AQIL SIROJ DILURUSKAN OLEH ULAMA DARI MESIR

Grand syekh Al Azhar kembali datang berkunjung ke Indonesia untuk yang ke sekian kalinya. 


Diantara kunjunganya Syekh Ahmad Tayyib diundang untuk berkunjung ke kantor PBNU. Di tempat acara dipasang banner dengan kata kata dari bahasa arab yg kurang lebih artinya :

"Dari Islam Nusantara menuju kedamaian Alam semesta."

KH Said Aqil pun berbicara dengan``` ```bahasa Arab guna menjelaskan kepada syekh Ahmad Thayyib tentang apa itu Islam Nusantara. Beliau menjelaskan bahwa Islam nusantara adalah Islam orang Nusantara, Indonesia, Malaysia, Brunei yang penuh toleransi anti ektrimisme dan radikal, Tidak sama dengan Islam Arab (sambil tertawa ringan).

Kemudian Syekh Ahmad Thayyib pun langsung menjawab secara tegas meluruskan pernyataan dari Said Aqil, Beliau mengatakan :

"Seandainya saja Allah tahu bahwa bangsa Indonesia Lebih pantas dari bangsa arab untuk menerima dan mengemban Risalah penutup kenabian, maka Risalah tidak akan diturunkan kepada Nabi Muhahammad. (disambut oleh tawa para hadirin).

Syekh Ahmad menjelaskan kembali :

"Allah yang maha tahu dan Allah memilih Bangsa Arab untuk Mengemban dan melanjutkan dakwah Rasulullah Shallahu 'alaihi wasallam karena Allah tahu bangsa Arab lah yang mampu menyebarkan agama ini sampai ke seluruh penjuru dunia.

"Berbeda dengan nabi nabi yang Allah utus sebelumnya yang memang masa kenabian-nya terbatas dan jangkauan dakwahnya juga terbatas contohnya seperti nabi nabi bani israil, maka dipilih nabi dari selain bangsa arab. Namun ketika diutus Nabi Muhammad nabi yang syariatnya akan selalu dijunjung hingga akhir zaman dan wajib di imani oleh seluruh manusia di seluruh penduduk bumi Maka Allah memilih bangsa arab yang pertama menerima dakwah ini dan menyebarkanya ke seluruh penjuru dunia."

Syekh Ahmad Thayyib melanjutkan :

"Sungguh tidak sah iman kalian kecuali kalian mencintai orang arab ini (yakni nabi Muhammad Shallahu 'alaihi wa sallam) lebih dari kalian mencintai diri kalian keluarga kalian bangsa kalian dll. dalam arti lain kalau kalian anti dan sentimen terhadap bangsa arab maka tidak sah iman kalian."

"Kami belajar tentang  sejarah masuknya islam disini. Bukankah yang membawa Islam ke negeri kalian ini adalah orang orang arab? Seandainya saja orang orang ara``` ```b itu tidak datang kesini dan mengajarkan kalian bagaimana ajaran Islam maka mungkin kalian sampai saat ini masih berada dalam keyakinan umumnya orang orang timur Asia yang keyakinannya bertentangan dengan kebenaran (animisme, dinamisme, menyembah patung, pohon dll)."

"Bukankah anda tahu bahwa Rasulullah saw Marah besar ketika orang orang saling membangga-banggakan sukunya ada yang mengucap saya dari suku Aus saya dari Khazraj nabi marah sampai memerah wajahnya. Maksudnya agar Ummat Islam tidak fanatik ke-Sukuan tapi menganggap semua muslimin adalah saudara tanpa membeda bedakan suku dan ras."

Islam nusantara sangat menyesatkan.  Ingin menjauhkan muslimin dari sumbernya langsung. Rasulullah orang arab, para sahabat,  tabi'in dan tabi'ut tabi'in dominan orang arab.  Ketika propaganda untuk membenci arab disebar maka hakikatnya adalah memutus jalur sanad sehingga ilmu akan hilang.  Sebagaimana orang2 syiah berdalil hanya yang sampai kepada imam mereka.

Semoga Allah menjaga keduanya agar tetap berada di jalan yang hak dan menjauhkan muslimin dari faham yang menyesatkan dan kembali kepada Islam yg dibawa oleh orang Arab (Rasulullah dan para sahabat).

``Yaa Allah, Lindungilah kami dan anak cucu kami Yaa Allah, Yaa Rahman, Yaa Rahim. Aamiin🤲🏻🤲🏻🤲🏻

Parameter Kesuksesan Seseorang

*_نتمنى لكم حياة سعيدة وطول العمر في طاعة  الله_
#SUKSES  SESEORANG#

*@ Pada umur 4 tahun . . .*
_Sukses adalah kalau kita tdk ngompol di celana;_

*@ Pada umur 7 tahun . . .*
_Sukses adalah kalau kita tahu jalan pulang ke rumah;_

*@ Pada umur 12 tahun . . .*
_Sukses adalah kalau kita punya banyak teman;_

*@ Pada umur 17 tahun . . .*
_Sukses adalah kalau kita bisa mendapatkan KTP dan SIM;_

*@ Pada umur 23 tahun . . .*
_Sukses adalah kalau kita lulus Perguruan Tinggi;_

*@ Pada umur 25 tahun . . .*
_Sukses adalah kalau kita sudah dapat pekerjaan;_

*@ Pada umur 30 tahun . . .*
_Sukses adalah kalau kita berhasil membangun Keluarga;_

*@ Pada umur 35 tahun . . .*
_Sukses adalah kalau kita sudah bisa hidup mapan;_

*@ Pada umur 45 tahun . . .*
_Sukses adalah kalau kita mampu menjaga kelihatan awet muda;_

*@ Pada umur 50 tahun . . .*
_Sukses adalah kalau didikan kita terhadap anak membuahkan hasil;_

*@ Pada umur 60 tahun . . .*
_Sukses adalah kalau kita masih mampu mengendarai atau mengemudikan kendaraan;_

*@ Pada umur 65 tahun . . .*
_Sukses adalah kalau kita hidup tanpa mengidap penyakit;_

*@ Pada umur 70 tahun . . .*
_Sukses adalah kalau kita merasa tidak menjadi beban;_

*@ Pada umur 75 tahun . . .*
_Sukses adalah kalau kita masih punya banyak teman;_

*@ Pada umur 80 tahun . . .*
_Sukses adalah kalau kita masih tahu jalan pulang ke rumah.;_

*@ Pada umur 85 tahun . . .*
_Sukses adalah kalau kita tidak ngompol di celana._

*LHOO ... KOK BALIK LAGI YAA. . . ???*

Perhatikan ayat 68 Surah YA-SIN : ~*Barang siapa Kami panjangkan umurnya, Kami kembalikan sifatnya (semula). Maka tiadakah mereka mengerti ?*

_(it's so natural, so..... enjoy our life cycle!!)_

*Sekarang : Sukses kalau mengingatkan sesama umat Islam & bersedekah Ilmu, sebagai pengingat akan kehidupan*