Ikan koi harus ditempatkan di kolam yang besar. Untuk kebutuhan airnya, setiap satu inci ikan berbanding dengan 10 galon air.
Kamis, 15 Juli 2021
Air Kolam untuk Ikan Koi
Khusus untuk ikan koi pH sekitar 7 merupakan pH yang ideal. Jika pH lebih tinggi dari 7 maka bahaya racun amonia akan semakin rentan terhadap koi.
Besarnya kolam koi sebaiknya disesuaikan dengan kepadatan atau jumlah ikannya. Selain itu, pembuatan saluran pembuangan kolam koi juga merupakan hal yang perlu diperhatikan. Normalnya, pembersihan kolam koi dilakukan dua kali dalam satu tahun.
Kolam koi sebaiknya mendapatkan sinar matahari yang cukup. Tidak terlalu panas, tapi tidak juga terlalu lembab dan tidak terkena cahaya matahari.
Terdapat 2 jenis filter yang bisa kamu pilih untuk diterapkan pada kolam koi, yaitu filter mekanik dan filter biologis. Filter mekanik bekerja dengan cara mengalirkan air ke wadah yang di dalamnya terdapat media penyaring seperti serbut, kerikil, pasir, saringan sieve, jap-matt, busa atau foam, kapas, atau bahan sikat.
Filter biologis bekerja melalui makhluk hidup lain yang menguraikan kotoran dalam kolam koi. Makhluk hidup yang dapat digunakan sebagai media filter ini berupa tanaman eceng gondok atau tanaman filter lain, seperti melati air, tifa, payung-payungan, dan tumbuhan air daun kupu-kupu.
Adapun kedalaman kolam koi yang ideal adalah 1 meter untuk koi berukuran kurang dari 30 cm, sedangkan untuk koi berukuran antara 30-40 cm kedalaman kolam idealnya 1 meter sampai 1,5 meter dan untuk koi berukuran lebih dari 40 cm kedalaman kolam sebaiknya lebih dari 1,5 meter.
Adapun populasi yang ideal bisa dhitung dengan seekor ikan koi bisa menempati 3 kali ukuran tubuhnya.
Berbeda dengan dinding, pengacian pada kolam ditambahkan dengan zat merguson sebagai pengeras. Kemudian berikan efoxy untuk menghilangkan kadar zat alkali yang terkandung dalam semen. Terakhir, tambahkan coating sebagai pelapis agar kolam tidak mudah retak.
Biarkan selama 1 minggu pertama dan kuras setiap hari dengan tambahan obat pembunuh jamur dan kutu. Pada minggu kedua sampai ketiga, kolam perlu diberikan probiotik. Barulah pada minggu keempat sampai satu bulan, kolam tersebut bisa dicoba kelayakannya.
Selasa, 06 Juli 2021
AUTOPHAGI
Konsep autophagi adalah membuat tubuh lapar.
Ketika tubuh seseorang lapar, maka sel-sel tubuhnya pun ikut lapar.Sel-sel yang lapar ini akan memakan sel-sel dirinya yang sudah tidak beguna lagi atau sel-sel yang telah rusak atau sel mati, agar tidak menjadi sampah dalam tubuh.
Dengan demikian sel-sel mati ini tidak akan menghasilkan sesuatu yang bisa membahayakan tubuh...
Jadi, tubuh orang yang berpuasa akan membersihkan dirinya sendiri!!!..
Ilmuwan bernama Yoshinori Ohsumi ini telah membuktikan dan menemukan bahwa ketika seseorang lapar (PUASA) dalam jangka waktu tidak kurang dari 8 jam dan tidak lebih dari 16 jam, maka tubuh akan membentuk protein khusus di seluruh tubuh yang disebut *autophagisom*...
*Autophagisom* tersebut bisa dianalogkan sebagai suatu sapu raksasa yang mengumpulkan sel-sel mati yang tidak berguna dan bisa membahayakan tubuh untuk dikeluarkan...
Sel-sel mati ini banyak dihasilkan oleh sel kanker dan sel berbentuk kuman (virus atau bakteri) penyebab penyakit...
Protein *autophagisom* tersebut menghancurkan dan memakan sel-sel berbahaya tersebut, lalu mengeluarkannya...
*Sebagai kesimpulan dari riset ini, dokter Yoshinori Ohsumi menyarankan agar seseorang bisa menjalani praktek melaparkan diri (PUASA) dua atau tiga kali dalam seminggu.*
Penelitian ini telah memenangkan penghargaan *NOBEL KEDOKTERAN* kepada dokter Yoshinori Ohsumi atas riset yang ia namakan *AUTOPHAGI.*
Alhamdulillah bagi Muslim, disunnahkan puasa Senin dan Kamis, dan diwajibkan bagi yang beriman berpuasa selama 1 bulan di Bulan Ramadhan...
Artinya bahwa konsep AUTOPHAGI sesungguhnya sudah disarankan sejak 15 abad yang lalu oleh Rasulullah SAW....
Tinggal kita mempraktekkannya dengan tata cara puasa yang benar...
*Wallahu a'lam bishawab*
Untuk artikel komplit silakan buka link berikut ini. ๐
https://www.nobelprize.org/prizes/medicine/2016/press-release/
-------------
*_Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1442 H.. Mhn maaf lahir & batin.. Semoga ibadah kita diterima Allah Subhanahu Wata'ala. Aamiin Yaa Rabbal'aalamiin๐คฒ๐คฒ๐_*...
Manfaat Air Pare
Air pare yang panas dapat Membunuh Sel Kanker
Pare dapat membunuh sel kanker!
Potong 2-3 irisan tipis pare taruh dalam gelas,tuang air panas, air akan menjadi alkalin(basa),minum setiap hari,terhadap siapapun akan bermanfaat.
Air panas pare tsb akan mengeluarkan suatu zat anti kanker, ini adalah sebuah perkembangan baru didalam dunia kedokteran yg bermanfaat dalam mengobati kanker.
Air panas ekstrak pare akan berpengaruh terhadap kista dan tumor.sudah di buktikan dapat menolong pelbagai macam kanker.
Menggunakan pare dalam mengobati kanker, hanya akan mematikan sel sel jahat tumor, dia tidak akan mempengaruhi sel sel yg sehat.
Selain itu asam amino dan polyphenol oxidase drpd pare, dapat menyeimbangkan tekanan darah tinggi, melancarkan peredaran darah, mengurangi penggumpalan darah dan dapat mencegah terjadinya penggumpalan vena dalam (deep vein thrombosis).
*BOLU PISANG DAN ES KRIM*
"Ma, kakak ranking satu, mana janji mama mau beliin es krim," rengek Dika putra sulungku. Sejak pulang sekolah ia selalu saja menagih janjiku. Mana kutahu bila si sulung yang baru kelas dua SD akan meraih ranking satu, pikirku saat berjanji paling dia hanya akan masuk sepuluh besar saja seperti biasa.
"Sabar ya, Nak, tunggu ibu gajian tanggal satu," janjiku, padahal aku pun tahu tanggal satu nanti upah menjadi buruh cuci separuhnya akan habis menyicil hutang pengobatan ketika almarhum suami sakit dulu.
Dika cemberut. Aku tahu dia kecewa. Tak banyak pinta anak ini sebenarnya, hanya sebuah es krim ketika ia ranking satu. Tapi bagiku itu barang mahal.
Ah seandainya saja Dika ranking dua atau tak usahlah ranking sekalian, ia pasti tak sekecewa ini.
Keterpurukan hidupku bermulai ketika suami yang tiap hari bekerja sebagai buruh bangunan kecelakaan dan lumpuh. Tiap Minggu harus bolak balik kontrol ke rumah sakit, walau pakai BPJS namun kerepotan ini tetap membutuhkan biaya hingga hutang pun menumpuk.
Ketika suami akhirnya pergi selamanya, hutang-piutang pun berdatangan meminta haknya untuk dilunasi.
Aku pasrah. Memohon kepada si pemberi hutang agar memberi kelonggaran dengan mencicil.
Bukan tak mau bekerja lebih giat lagi, namun selain Dika, aku memiliki Anita putri bungsuku yang masih berusia dua tahun. Tak semua orang mau menerima pekerja rumah tangga yang membawa balita.
Sejak itu aku melakukan kerja apapun, mulai dari buruh cuci, hingga upahan membuat kue. Kebetulan kata orang-orang bolu pisang buatanku enak.
(Mbak, bisa buatin bolu pisang?) Sebuah pesan masuk.
Aku bersorak. Alhamdulillah tak sia-sia mengisi pulsa data beberapa hari yang lalu dan mengaktifkan WA ku. Ada pesanan masuk.
(Bisa Mbak, mau berapa loyang?)
(2 loyang, ngambilnya habis Zuhur bisa?)
(Bisa Mbak.) Aku menyanggupi.
(Tapi bolu pisangnya jangan pakai gula ya, biar manisnya ngambil dari pisangnya saja. Anakku alergi gula.)
(Siap, Mbak. Otw dibuat.)
(Berapa harganya?)
(50.000 Mbak.)
(40.000 saja ya, kan gak pakai gula.)
Aku menelan ludah. Ya Tuhan, padahal dalam tiap loyangnya aku hanya mengambil untung 20.000.
(Ya sudah karena Mbak ngambil dua, aku kasih.)
(Oke, tapi aku gak bisa ngambil ke rumah ya, Mbak. Aku mau pergi liburan, jadi jam 1 aku tunggu di depan SMP yang ada di simpang itu.)
(Oke siap.)
Aku segera gerak cepat menyiapkan semua bahan dan mulai bekerja. Baru jam sembilan berarti masih banyak waktu luang. Kebetulan ada pisang Ambon yang belum terpakai jadi gak perlu beli ke pasar.
Alhamdulillah aku bisa mendapat untung dua puluh ribu dari penjualan dua loyang bolu pisang.
Sepuluh ribunya bisa buat beli es krim harga lima ribu untuk si sulung dan bungsu dan sisanya untuk tambahan belanja besok.
Setelah sholat Zuhur, jam 12.30 aku segera berangkat menuju tempat yang dijanjikan. Si sulung mengekor langkahku dengan riang karena terbayang es krim yang bakal didapat. Si bungsu sedang tidur siang jadi kugendong saja.
Tempat janjian kami cukup jauh sekitar setengah kilometer dari rumah. Walau tengah hari dan terik matahari tengah garang menyerang, aku tetap semangat, demi 20.000.
Jam satu kurang lima menit kami telah tiba di tempat janjian. Mungkin sebentar lagi yang memesan akan datang.
Sepuluh menit, dua puluh menit hingga tiga puluh menit berlalu namun tak kunjung ada tanda bila si pemesan akan datang.
Beberapa pesan telah kukirim sejak tadi namun hanya terkirim dan belum dibaca.
Aku menelpon berkali-kali pun tak kunjung diangkat. Sudah hampir satu jam menanti.
Si sulung telah lelah dan merengek sementara si bungsu telah bangun dan ikut meraung karena kepanasan.
Ting! Sebuah pesan masuk. Hatiku bersorak, dari si pemesan kue.
(Ya Allah Mbak, maaf ya aku lupa. Ini suami berubah pikiran, awalnya dia bilang berangkat habis Zuhur eh tahunya jam sepuluh udah mau buru-buru. Jadi gak sempat kasih kabar. Mbak, jual bolunya sama orang lain saja ya, aku udah otw ke kampung.)
Aku langsung terduduk lemas. Ya Allah, ya Allah, ya Allah. Apalagi ini? Aku tak meminta banyak ya Allah, hanya es krim saja.
Peluhku yang sudah sejak tadi mengucur, kini bercampur dengan air mata.
Siapa yang ingin membeli bolu pisang tanpa gula dengan rasa manis yang alakadarnya?
Ya Allah, berkali aku menyeka air mata yang terus membasahi wajah.
Sulungku berhenti merengek, ia langsung diam melihat air mataku. Lama ia menatapku iba. Kedua netranya mulai berkaca. Tak tega hati ini melihatnya. Ia hanya ingin es krim seharga 5000 ya Allah.
"Dika gak akan minta es krim lagi Bu, tapi ibu jangan nangis." Dika kecilku berkata dengan suara yang bergetar. Sepertinya ia pun menahan tangis.
"Kita pulang, Nak," ucapku. Dika mengangguk, si bungsu pun tangisnya mulai mereda. Sepertinya ia mengerti akan kegundahan hati ini.
Ya Allah, beginilah rasanya. Sakit ya Allah, sakit, sakit, sepele bagi mereka namun begitu berat bagiku. Bahan-bahan bolu itu adalah modal terakhir dan kini seolah sia-sia.
Ya Allah, berkali aku menyebut nama-Nya. Berat, sungguh berat, belum lama suamiku pergi dan kini rasanya aku lemah.
Tak banyak ya Allah hanya ingin es krim saja, itu saja, untuk menyenangkan buah hatiku dan kini bukan untung yang kudapat malah kerugian yang telah nyata di depan mata.
Aku baru saja memasuki halaman rumah kontrakan ketika Bu Tia tetanggaku kulihat telah menunggu.
"Eh, ibunya Dika, dicariin, untung cepat pulang."
"Ada apa Bu?" tanyaku. Semoga saja wanita baik ini akan memberikanku perkerjaan. Apa saja boleh, bahkan yang terkasar sekalipun akan kuterima. Tapi gak mungkin, di rumah besarnya sudah ada dua pembantu yang siap sedia. Aku kembali membuang anganku.
"Gini, ibu jangan tersinggung ya." Bu Tia menatapku.
Aku mengangguk, ingin kukatakan bila rasa tersinggung itu sudah lama lenyap dalam kamus hidupku.
"Papanya anak-anak kan baru pulang jemput kakek neneknya dari bandara. Ya dasar laki-laki tahunya kan cuma nyenengin anak tapi gak tahu yang baik. "
Aku mengangguk walau belum paham kemana arah pembicaraan.
"Masa dia ngebeliian anak-anak es krim sampai lima buah. Padahal anakku kan masih batuk pilek parah. Jadi, daripada buat rusuh, mau ya Bu nerima es krim ini, untuk Dika dan adiknya." Bu Tia menyerahkan plastik putih berisi es krim padaku.
Aku terdiam tak sanggup berkata-kata.
"Asikkk." Dika bersorak, aku masih bergeming.
"Lo, yang ibu bawa itu apa?" tanya Bu Tia melirik kantong hitam berisi dua kotak bolu pisangku.
"Bolu pisang Bu, tapi gak manis, kebetulan yang mesan batal. "
"Wah kebetulan, neneknya di rumah itu diabetes jadi gak bisa makan manis. Saya beli ya untuk cemilan."
"Benar Bu?" Aku bertanya tak percaya.
"Iya, berapa harganya?"
"Berapa saja, Bu. Terserah, asal jadi uang."
"Ya sudah." Bu Tia menyerahkan dua lembar uang merah ke dalam genggamanku.
"Ya Allah Bu ini kebanyakan ," ucapku.
"Sudah, gak apa. Ambil saja, kalau mesan yang kayak gini emang mahal kok Bu." Bu Tia langsung mengambil kantong berisi bolu pisang dan bergegas pergi.
Aku masih diam dengan air mata yang mulai menetes lagi. Baru saja mengeluh akan pahitnya hidup dan kini semua telah terbayar lunas.
***
Bu Tia meletakkan bolu pisang yang baru ia beli di atas meja makan.
Ia duduk dan memandang dua kotak bolu pisang itu dengan tatapan berkaca.
Sungguh zolim sebagai tetangga, bahkan ada seorang janda yang kesusahan pun ia tak tahu. Sementara baru saja ia membeli tas branded seharga jutaan dan tak jauh dari rumahnya ada seorang anak yatim merengek pada ibunya hanya demi sebuah es krim.
Untung saja Fahri putranya bercerita, bila tidak pastilah kezoliman ini akan terus berlangsung.
"Ma, tadi yang juara 1 Dika, tetangga kita yang di ujung itu." lapor putra sulungnya.
"Bagus dong, les dimana dia?"
"Gak les kok, Ma. Orang dia miskin kok."
"Hey, gak boleh menghina orang lain." Bu Tia melotot pada putranya.
"Gak menghina kok. Kenyataan emang dia miskin. Kasihan deh Ma, masa kan ibunya janji mau beliin dia es krim kalau ranking satu eh pas dia ranking malah ibunya bilang tunggu ada uang. Kasihan banget Dika ya , Ma. Mana kalau di sekolah dia suka mandang jajanan temannya kayak ngeiler gitu tapi pas dikasih dia nolak. Malu mungkin ya, Ma." Fahri bercerita panjang lebar.
Bu Tia terdiam.
Ya Allah mengapa ia tak tahu? Selama ini, ia aktiv ikut kegiatan sosial, mengunjungi panti asuhan ini dan itu. Namun ia abai akan keadaan di sekitar.
"Ma, bolunya gak ada rasa, kurang enak," ucap Fachri membuyarkan lamunannya.
"Sengaja, makannya bukan gitu. Tapi kamu oles mentega dan taburi meses atau kamu oles selai buah."
"Ohhh, gitu ya. Tumben mama pesan bolu tawar."
"Lagi pengen aja."
Bu Tia menghela napas panjang. Tak akan terulang lagi, jangan sampai ada tangis anak yatim yang kelaparan di sekitarnya.
Anak yatim itu bukan tanggung jawab ibunya saja tapi keluarga dan orang sekitar.
***
Sepele bagi kita namun berarti bagi mereka.
Ada kala sisa nasi kemarin sore yang tak tersentuh di atas meja makan kita adalah mimpi dari anak-anak yang telah berhari-hari terpaksa hanya berteman dengan ubi rebus saja.
Jangan heran menatap binar seseorang yang begitu terharu ketika gaun pesta yang menurut kita sudah ketinggalan jaman itu kita berikan pada mereka.
Uang lima puluh ribu yang sangat mudah lenyap ketika dibawa ke mini market bertukar dengan kinderj*y dan beraneka jajanan yang habis dalam sekejap itu adalah setara dengan hasil kerja keras seorang buruh dari subuh hingga menjelang Magrib.
Bersedekah itu gak perlu banyak, sedikit saja dari yang kita punya. Memberi itu jangan menunggu kaya, saat kekurangan lah justru diri harus lebih bermurah hati.
Beruntunglah bila di sekitar begitu banyak ladang sedekah dimana kita dapat menukar rupiah menjadi pahala. Kaya itu bukan pada jumlah harta tapi bagaimana kita membelanjakannya. Akherat itu ada dan sudah kah kita menyiapkan hunian di sana?
Pengingat diri agar lebih peka. Ingat ini salah satu kerja maqami kesholehan sosial agar peduli tetangga kita
Saat Usia Senja
Perlakukan *USIA SENJA* Dengan *BAIK*
Musim *BERGANTI*, tidak terasa kita _memasuki_ *USIA SENJA*Sejak *TANGISAN* _pertama_ waktu *LAHIR* ke dunia hingga *rambut* berubah *PUTIH*, _beban perjalanan_ hidup kita *DIPENUHI* aneka *pengalaman* _suka duka_, _pahit manis, naik turun_. Selanjutnya, bagaimana kita bisa *BERBAHAGIA* di _usia senja_ bergantung pada *KONDISI* _fisik_ & _mental_ kita
*Kebanggaan* & *kekecewaan* hidup sudah ada di *belakang* kita. Dan sekarang kita *MELANJUTKAN* hidup _keseharian_ dengan segala *rutinitasnya...*
Jika kita pernah *MEMIMPIKAN* _kemewahan_ hidup dunia, kini kita *menyadari* bahwa kehidupan *TERINDAH* & paling *berbahagia* adalah *MEMILIKI* _pikiran_ yang *TENANG* & _hati_ yang *tentram*
Tidak perlu *BINGUNG* menunggu *kunjungan* _anak cucu_. Mereka *MEMILIKI* _kehidupan_ *pribadi* yang harus *DIURUS*. Mereka seperti *gangsing* yang tidak _berhenti_ *BERPUTAR* Terjepit antara *orang tua* & *anak2*. Yang tua seperti *matahari senja*, yang muda bak *matahari pagi*. Dan tentu saja yang *MUDA* lebih mendapatkan banyak *perhatian*. Itu sudah *hukum alam* Itulah *siklus perjuangan* hidup
Dalam hidup entah sebagai *suami* & *istri*, atau *orangtua* & *anak*. Entah *harmonis* & *intim* atau tidak. Masing2 *UNIK* & *memiliki* hidupnya sendiri. Karena itu kita harus *BELAJAR* _mengatasi_ *kesepian* dengan _menemukan_ cara *menghibur* & *menyemangati* diri sendiri ketika merasa sendirian
Dalam mencapai *usia senja*, kita memiliki *harga diri* & *kemurahan* seperti *siklus 4 musim*. Masing2 memiliki *keindahan* & *kebaikannya* sendiri.
*USIA SENJA* adalah *awal fase* hidup yang *baik*. _Tenang, damai_, *tidak terburu-buru* & *sukacita*. Kita harus _mempertahankan_ *damai sejahtera*, tidak terlalu *menuntut*, lebih _legowo_ & _pemaaf_.
*JUJUR* & *TULUS* membuat _persahabatan_ *LANGGENG*. Jangan _mengharapkan_ *BALAS BUDI* atas apa yang *diberikan* pada orang lain. *Membahagiakan* orang adalah *PRESTASI* hidup yang *besar* bukan ?
WASSALAM...
Manfaat Vaksin
Jika saya divaksinasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tolong beri jawaban yg jujur...
1.- Bisakah saya berhenti memakai masker?
- Tidak
2.- Bisakah mereka membuka kembali restoran, dll dan semua orang bekerja normal?
- Tidak
3.- Apakah saya akan tahan terhadap covid?
- Mungkin, tapi kami tidak tahu persis, itu mungkin tidak akan menghentikan Anda mendapatkannya
4.- Setidaknya saya tidak akan menularkan ke orang lain lagi?
- tidak, Anda masih bisa menyebarkannya, mungkin, tidak ada yang tahu.
5.- Jika kami memvaksinasi semua anak, apakah sekolah akan kembali normal?
- Tidak
6.- Jika saya divaksinasi, dapatkah saya menghentikan jarak sosial?
- Tidak
7.- Jika saya divaksinasi, dapatkah saya berhenti mendisinfeksi tangan saya?
- Tidak
8.- Jika saya memvaksinasi diri saya dan kakek saya, dapatkah kami berpelukan?
- Tidak
9.- Apakah bioskop, teater, dan stadion dibuka kembali berkat vaksin?
- Tidak
10.- Akankah yang divaksinasi bisa berkumpul?
- Tidak
11.- Apa manfaat nyata dari vaksinasi?
- Virus tidak akan membunuhmu.
12.- Apakah kamu yakin itu tidak akan membunuhku?
- Tidak
13.- Jika secara statistik virus tidak membunuh saya ... Mengapa saya harus divaksinasi? "
- Untuk melindungi orang lain.
14.- Jadi jika saya divaksinasi, yang lain 100% yakin saya tidak menularkannya?
- Tidak
Jadi suntikan vaksin tidak memberikan kekebalan.
Tidak menghilangkan virus.
Tidak mencegah kematian.
Tidak menjamin Anda tidak akan mendapatkannya.
Tidak menghalangi Anda untuk mendapatkan virus
Tidak menghentikan Anda menyebarkan virus
Tidak menghilangkan perlunya larangan perjalanan.
Tidak menghilangkan kebutuhan akan penutupan bisnis.
Tidak menghilangkan kebutuhan akan penguncian.
Tidak menghilangkan kebutuhan akan masking.
Jadi ... sebenarnya apa yang dilakukannya?
Luar biasa menarik
Jadi mengapa seseorang harus divaksinasi
(Untuk memperkaya perusahaan farmasi??)
Selamat merenungi, SALAM SEHAT✊๐ฎ๐ฉ๐ช
Apabila Orang tua Meninggal
P E S A N untuk ANAK LELAKI apabila Orang tua kita meninggal dunia...!!
Turunlah dalam liang kubur dan sambutlah jenazah Beliau........... !
Buka penutup keranda (tempat usungan jenazah), angkat jenazah Ibu Ayah kita.
Biar kita yang memutarkan mayat Ibu Ayah kita menghadap ke Kiblat........ !
Kita yang melakukan !
Bukan hanya menyaksikan saja orang lain yang melakukan.
Allahu Rabbi........
Terakhir kali ini Aku melihat ayah Ibu.........
๐นBiarlah kita yang merelai ikatan di kepala dan di tubuh Beliau.....๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ
๐นPegang perlahan-lahan badan ayah Ibu kita.......๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ
๐นArahkan Beliau dengan baik-baik, ambil gumpalan tanah dan letakkanlah di belakang tengkuk ayah Ibu kita............
๐นAyah ibu .........., terakhir kali inilah Aku melihat Mu.......๐ญ๐ญ๐ญ
๐นTerlintas dalam hati kita sambil memegangnya…......
๐นKenanglah pengorbanan ibu saat mengandung-kan kita, saat terlahir tangannya lah yang mengelus lembut wajah kita๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ
๐นIngat sejak kita bayi, kitalah yang mengencingi wajahnya, kaki kitalah yang menendang nendang wajahnya, tapi ibu tetap tersenyum,..tangan yang penuh kelembutan yang menyuapi makanan ke mulut kita, tak rela seekor nyamukpun menggigit tubuh kita, siang malam istirahatnya kurang tidurnya terganggu oleh kita... Sekarang tidur untuk selamanya๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ
๐นIngat hari pertama kita pandai berjalan, pandai bercakap, hingga sampai besar tak jarang kita membentak bahkan memaki ibu bapa kita, tatapan kita yang sinis ucapan kita yang sering melukai ..........
๐น kita mampu bersekolah kita mampu berpakaian yang baik tetapi di sebalik itu ayah kita memeras keringat membanting tulang agar kita tidak dihina orang, ayah cari pinjaman uang ke sana sini, mengurangkan makan menjual barang kesayangannya agar tercapai keperluan anak
๐น Akankan kita Ingin sebagai anak ..๐ญ Ayah ibu kita didalam tanah kubur, melolong๐ญ menjerit di Lang lahat menanti doa dari anak yang saleh saleha๐ญ๐ญ๐ญ??
๐นNaiklah ke atas dan duduklah di tepi makam Beliau. -Hari terakhir ini lihatlah, tidak ada benda apapun yang bisa kita berikan untuk bekal Beliau kecuali hanya Doa :-
Ya ALLAH....๐ญ๐ญ๐ญ
Aku angkat tanganku Ya ALLAH..............
๐ญ๐ญ๐ญ
Aku ridha Kau ambil ayah Ibuku Ya ALLAH......๐ญ๐ญ๐ญ
Ayah Ibu yang mendidik & membesarkan Aku_.๐ญ๐ญ๐ญ
Ya ALLAH hari ini Aku tinggalkan ayah Ibu Ya ALLAH.
Aku serahkan ayah Ibu atas urusan Mu belaka Ya ALLAH....๐ญ๐ญ๐ญ
Aku tadahkan tanganku Ya ALLAH...........
๐ญ๐ญ๐ญ
Kami memohon dengan sangat Engkau ampunkan dosa-dosa ayah Ibuku,Ya ALLAH........ !
๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ
Kasihani ayah Ibuku Ya ALLAH!๐ญ๐ญ๐ญ
Ya ALLAH luaskan dan lapangkan kuburnya, terangi dan cahayai kuburnya, bahagiakan dialam kuburnya jangan sedikitpun tersiksa,aku titip orang tuaku ya ALLAH ...๐ญ๐ญ๐ญ
_Ya ALLAH jadikan setiap titisan darahnya, keringatnya selama membesarkan aku menjadi saksi betapa beliau menyayangi aku..-
๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ
Ya Allah sayangi Beliau dan masukan ke syurgamu tanpa hisab Ya Allah...........
๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ
Maka akan beruntunglah ayah Ibu kita, apakah ALLAH akan menolak do'a itu......... ?
_ALLAH SWT tak akan menolak do'a ikhlas yang datang dari seorang anak yang soleh soleha_
_Pesan ini bagi sahabat-sahabat yang selagi Ayah ibu masih hidup. Doakan mereka, sayangi mereka & hormati serta muliakan disisa umur mereka...... karena Ridho ALLAH SWT adalah Ridhonya Orang tua.... Murka ALLAH adalah Murkanya Orang tua...._
Dan bagi saudara saudara yang Ayah ibu telah tiada, mari kita bersama-sama mendo’akan mereka........... ! Ada waktu kita pasti akan mengalaminya.... ditanam, diinjak2 dan di tinggalkan sendirian oleh orang di sekitar kita yg kita cintai..... Mudah2an giliran kita nanti ALLAH SWT perintahkan malaikat Rahmatnya buat menemani kita....... Aaamiiiin
*Bersedekah Ilmu kebaikan adalah suatu amalan yg pahalanya tidak akan putus..
*SEMOGA SEDIKIT BERMANFAAT UTK ANAK ANAK CUCU KITA.....*
Ya Allah...
๐✔ Muliakanlah orang yang membaca tulisan ini
๐✔ Lapangkanlah hatinya
๐✔ Bahagiakanlah keluarganya
๐✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
๐✔ Mudahkan segala urusannya
๐✔ Kabulkan cita-citanya
๐✔ Jauhkan dari segala Musibah
๐✔ Jauhkan dari segala Penyakit, Fitnah,Prasangka Keji, Berkata Kasar, dan Mungkar
๐✔ Ya Allah, ampunilah dosaku, dosa ibu bapa ku, keluarga ku,saudaraku dan jangan Engkau cabut nyawa kami saat tubuh kami tak pantas berada di SyurgaMu. Aamiin... ๐คฒ
Mari Berbagi Ilmu!!
.===========================
Langganan:
Postingan (Atom)