Jumat, 18 Mei 2018

Orang baik (shaleh) dan penyeru kebaikan (muslih)

Orang baik (shaleh) dan penyeru kebaikan (muslih).

Orang shaleh (baik) ramai temannya. Orang muslih (penyeru kebaikan) ramai musuhnya.

Hikmah nan indah.

 ما الفرق بين الصالح والمصلح؟

Apa bedanya orang baik (shaleh) dan penyeru kebaikan (muslih) ?

 الصالح خيره لنفسه والمصلح خيره لنفسه ولغيره.

Orang baik (shaleh), melakukan kebaikan untuk dirinya sendiri sedangkan penyeru kebaikan (muslih) mengerjakan kebaikan untuk dirinya dan orang lain.

الصالح  تحبُه الناس. والمصلح تعاديه الناس.

Orang baik, dicintai manusia
sedangkan
penyeru kebaikan dimusuhi manusia.

 لماذا ؟

Kenapa begitu ?

الحبيب المصطفى (صلى الله عليه وسلم)
 قبل البعثة أحبه قومه  لأنه صالح.

Rasulullah s.a.w sebelum diutus menjadi Rasul, baginda dicintai oleh kaumnya karena baginda adalah orang baik (shaleh).

ولكن لما بعثه الله تعالى صار مصلحًا
فعادوه وقالوا ساحر كذاب مجنون.

Namun ketika Allah mengutusnya sebagai penyeru kebaikan (muslih), kaumnya langsung memusuhinya dengan menggelarkannya tukang sihir, pendusta, orang gila dan bermacam lagi.

 ما السبب؟
 لأن المصلح يصطدم بصخرة
أهواء من يريد أن يصلح من فسادهم.

Apa sebabnya ?

Karena penyeru kebaikan (mau) melanggar batu besar hawa nafsu dan mau memperbaikinya dari kerusakan.

ولذا أوصى لقمان ابنه بالصبر
حين حثه على الإصلاح لأنه سيقابل بالعداوة.

Itulah sebabnya kenapa Luqmanul Hakim menasihati anaknya agar bersabar ketika melakukan kebaikan, karena dia pasti akan menghadapi permusuhan.

يا بني أقم الصلاة وأمر بالمعروف
وانهَ عن المنكر واصبر على ما أصابك

Wahai anakku, tegakkan sholat, perintahkan kebaikan, laranglah kemungkaran, dan bersabarlah atas apa yang menimpamu.

قال أهل الفضل والعلم:
 مصلحٌ واحدٌ أحب إلى الله من آلاف الصالحين.

Berkata ahli ilmu:
Seorang penyeru kebaikan (muslih) lebih dicintai Allah daripada ribuan orang baik (shaleh).

لأن المصلح يحمي الله به أمة،
والصالح يكتفي بحماية نفسه.

Kerena melalui penyeru kebaikan menjadi sebab Allah menjaga umat ini sedangkan orang baik hanya cukup menjaga dirinya sendiri.

فقد قال الله عزَّ و جلَّ في محكم التنزيل،

Allah berfirman,

وَمَا كَانَ رَبُّكَ  لِيُهْلِكَ الْقُرَىٰ بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُون َ

"Dan tidaklah Tuhanmu membinasakan satu negeri dengan (secara) dzalim padahal penduduknya adalah penyeru kebaikan."

ولم يقل صالحون

Daripada ayat di atas Allah tidak berfirman, "orang baik" (tetapi Allah berfirman "penyeru kebaikan").

كونوا مصلحين ولا تكتفوا بأن تكونوا صالحين.

Oleh karena itu, jadilah penyeru kebaikan (muslih), jangan merasa puas hanya sebagai orang baik (shaleh) saja.

Tidak ada komentar: