Senin, 19 Desember 2022

Makna Tai Chi

Tidak kurang dari Konfusius menyatakan: “Senantiasa ada Tai Chi dalam Perubahan. Perubahan melahirkan dua kekuatan utama. Dua kekuatan utama melahirkan empat citra. Empat citra melahirkan delapan trigram.” yang biasanya berlanjut dengan: “... melahirkan enam puluh empat heksagram.” dan kemudian: “... selaksa (sepuluh ribu) hal.” (Ta Chuan 11.5) Apa yang dimaksud dengan Tai Chi atau Puncak Agung, bagi saya, tidak lain hanyalah Tuhan yang Maha Esa Allah Subhanahu wa ta’ala, yang senantiasa melakukan perubahan dengan cara mencipta dan mencipta kembali. Dengan kata lain, keimanan kepada Allah --yang adalah yang pertama dari Rukun Iman dalam Islam-- merupakan sine qua non (mau tak mau harus begitu). Tentu saja, pemaknaan Tao atau Tai Chi atau Puncak Agung secara filosofis ini harus dijaga agar istilah itu tidak diartikan secara harfiah, yang akhirnya menjadikan “orang menyembah gunung” atau paling tidak “minta rejeki kepada penunggu gunung.” Akan halnya dua kekuatan utama, kita semua sudah sama-sama tahu bahwa itu yin dan yang, bumi dan langit, negatif dan positif. Dalam kosmologi Islam, dua konsep dasar teologis ini tampak sekali dalam asma’-ul husna (sembilan puluh sembilan) nama Tuhan, yang pada hakikatnya dapat dikategorikan menjadi: • nama indah (jamal) atau lembut (luthf) atau anugerah (fadhl) atau karunia (rahmah); • nama agung (jalal) atau hebat (qahr) atau adil (‘adl) atau murka (ghadhab).

Tidak ada komentar: