Tampilkan postingan dengan label World Fashion Show. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label World Fashion Show. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Januari 2009

FASHION WATCH!!!! (Bunga Citra Lestari & Yenni Wahid)







Kebaya Bunga Citra Lestari & Selendang Yenni Wahid

Yenni Wahid merupakan citra positif kemodernan Islam di abad ini, putri Kyai Haji Abdurrahman Wahid ini telah menunjukkan kepada dunia cara berdandan muslimah atau telah sukses mengajarkan kepada murid-murid pesantren di kalangan Nahdlatul Ulama (NU) bahwa aurat wanita muslimah modern adalah seperti apa yg acap kali ditunjukkannya didepan publik. Beda kalau yang menunjukkan nya seorang artis yg memang biasa berdandan ala artis, yg mungkin masyarakat sudah maklum, tapi Yenni adalah figur tokoh politik PKB dan anak seorang Kyai Haji yg notabene memiliki beberapa pesantren yg memiliki anak didik yg tersebar di seluruh Nusantara. Yg terakhir gaun & selendang yg dikenakan ketika memperingati Resolusi Jihad dan Hari Pahlawan bersama perwakilan seluruh pesantren dan lembaga perwakilan di Surabaya.

Dalam Acara yg dikupas habis setiap hari di infotainment antara Bunga Citra Lestari (Buncit) dan Ashraff yg di selenggarakan di masjid Al Bina, Senayan, Jakarta, kembali mode berpakaian muslimah di perkenalkan pada publik. Melalui proses alamiah & resmi, seolah semua mata menikmati pemandangan belahan dada yg indah didepan mata tak terkecuali kenaziran masjid Al Bina, Senayan, Tuan Kadhi, ulama dan seluruh masyarakat Indonesia telah meyakini dan menjadi panutan bagi umat muslim bahwa belahan dada bukanlah seonggok daging yang pantas untuk di tutup-tutupi, namun lebih indah kalau dipertontonkan ke publik, apalagi di lingkungan masjid dengan suasana yg sakral. Dan sampai saat ini tidak ada suara penolakan atau hujatan dari kalangan masyarakat.

Kedepan, sebaiknya Yenni Wahid mensosialisasikan kepada khalayak dan murid-murid dipesantren NU bahwasanya aurat muslimah tidak termasuk rambut di kepala. Rambut yg seharusnya ditutupi selama ini dalam keyakinan Islam merupakan hal yg salah dan harus di verifikasi layaknya undang-undang dan wajib dipertontonkan karena keindahannya sebagai mahkota.

Perwakilan pesantren yg menghadiri acara, orang tua Yenni Wahid, Gus Dur dan seluruh Kyai pengasuh pondok pesantren baik Kyai Langitan maupun seluruh Kyai yg ada di Bumi yg telah meresmikan penggunaan selendang yg memang cantik dalam memperlihatkan rambut yg notabene selama ini dianggap sebagai aurat wanita. Tapi kini tidak lagi, tak terbantahkan, karena telah mendapat restu dari seluruh komponen diatas. Terbukti sampai saat ini tidak ada yg protes dengan kegiatan-kegiatan promosi diatas.

Untuk itu, dapat kiranya agar penggunaan selendang dapat diatur lebih lanjut dan diterapkan juga pada anak-anak di seluruh Pesantren sehingga mereka tidak sungkan lagi untuk memakai selendang ketika mengikuti kegiatan belajar mengajar di pesantren dan tidak bingung mengikuti peraturan yang mana.

Dan salut atas kinerja Kenaziran masjid Al Bina, Senayan yg dengan sukses telah berhasil mempromosikan ke Dunia Internasional mode terbaru aurat Buncit sebagai wanita muslimah yg memang sayang kalau untuk dilewatkan keindahannya. Kedepan agar ditingkatkan penggunaan pakaian yg menunjukkkan belahan dada wanita di masjid-masjid seluruh Indonesia, bila perlu, adakan fashion show di pelataran halaman masjid yg jelas akan lebih efektif dalam berpromosi.

Senin, 04 Agustus 2008

Modifikasi Pakaian Daerah Untuk Seragam Pegawai Negeri Sipil



04 Agustus 2008

Munzir Baraqah


Majelis adat di daerah-daerah di seluruh Indonesia, diharapkan peranannya dalam membuat sebuah design pakaian seragam baru untuk Pegawai Negeri Sipil atau Instansi Swasta yang mencerminkan khas pakaian adat daerah setempat. yang dimodifikasi agar terkesan simple dan sederhana untuk memudahkan pemakaian sehari-hari tanpa meninggalkan image pakaian tradisional setempat sehingga upaya untuk memasyarakatkan kembali pakaian adat yang dahulu juga dipakai para pejabat kerajaan Nusantara dapat tumbuh kembali.

Kita mampu menciptakan busana menarik nan cantik. Banyak desainer dengan kepiawaian dan kematangannya dalam dunia fashion mampu merubah bentuk seragam pegawai pemerintah yang konservatif menjadi seragam ready to wear bernuansakan aksen tradisional daerah. Selaku anak bangsa yg mempunyai beragam pakaian khas tradisional yg mencerminkan ke agungan budaya, kita yakin mampu menciptakan inovasi baru busana seragam.

Koleksi seragam yang memiliki tampilan yang berbeda dengan penekanan pada aksen motif, kita akui, terlebih dahulu pemakaian aplikasi corak budaya ke dalam busana pemerintah memang sudah dilakukan terlebih dahulu oleh Pemerintah Thailand, India, dan Filipina. Makanya tak heran jika motif-motif negara tetangga lebih dikenal dunia internasional."Indonesia itu kan jauh jauh kaya dengan motif yang begitu unik. Makanya untuk bersaing, kita pasti tidak kalah dan lebih unggul. Sudah saatnya kita menonjolkan motif tradisional daerah, agar tidak selalu diklaim negara lain,"
Diharapkan kepedulian tinggi dari Pemerintah Daerah dan respon positif dari Pemerintah Pusat untuk menjaga agar budaya kita tetap hidup & berkembang sehingga menjadi daya tarik masyarakat luas.



Rabu, 09 April 2008

Fashion anak di tengah Kota?

09 April 2008
Munzir Baraqah

Miris hati saksikan kehidupan anak-anak di Kecamatan Medan Belawan, tepatnya di desa Belawan Bahari. Pada saat penulis bersama Staff Peneliti dari WAKIL-Wahana Konservasi Iklim mengunjungi daerah tersebut, tak terbayangkan kalau masih ada desa yang terbilang miskin di lingkungan yang dikelilingi industri dan sejumlah perusahaan besar yang berdiri kokoh, namun yang ada di benak, hanya sisa pertanyaan, apakah tidak ada kepedulian pemerintah dan perusahaan tersebut terhadap kehidupan warga di lingkungannya?


Saat ini kami telah dan sedang mengumpulkan barang dan pakaian bekas juga makanan pokok serta uang tunai untuk disumbangkan sebagai wujud keprihatinan terhadap saudara-saudara kita. Bagi donatur dapat langsung ke :

Sekretariat :
DPP WAKIL-Wahana Konservasi Iklim/Climate Organization of Conservation

Komp. Tomang Elok Jl Gatot Subroto Blok H 83
Telp/fax : 62 61 8463952 Medan-Indonesia 20122

atau

Rekening : WAKIL-Wahana Konservasi Iklim
Bank Internasional Indonesia (BII) Cab Medan
a/n : Climate Organization of Conservation
a/c : 2.004.013289 (IDR)


Nama-nama donatur akan diumumkan melalui situs : www.coc-international.org.