
Nabila and Fathan as Suzuki Thunder Model.
Yenni Wahid merupakan citra positif kemodernan Islam di abad ini, putri Kyai Haji Abdurrahman Wahid ini telah menunjukkan kepada dunia cara berdandan muslimah atau telah sukses mengajarkan kepada murid-murid pesantren di kalangan Nahdlatul Ulama (NU) bahwa aurat wanita muslimah modern adalah seperti apa yg acap kali ditunjukkannya didepan publik. Beda kalau yang menunjukkan nya seorang artis yg memang biasa berdandan ala artis, yg mungkin masyarakat sudah maklum, tapi Yenni adalah figur tokoh politik PKB dan anak seorang Kyai Haji yg notabene memiliki beberapa pesantren yg memiliki anak didik yg tersebar di seluruh Nusantara. Yg terakhir gaun & selendang yg dikenakan ketika memperingati Resolusi Jihad dan Hari Pahlawan bersama perwakilan seluruh pesantren dan lembaga perwakilan di Surabaya.
Dalam Acara yg dikupas habis setiap hari di infotainment antara Bunga Citra Lestari (Buncit) dan Ashraff yg di selenggarakan di masjid Al Bina, Senayan, Jakarta, kembali mode berpakaian muslimah di perkenalkan pada publik. Melalui proses alamiah & resmi, seolah semua mata menikmati pemandangan belahan dada yg indah didepan mata tak terkecuali kenaziran masjid Al Bina, Senayan, Tuan Kadhi, ulama dan seluruh masyarakat Indonesia telah meyakini dan menjadi panutan bagi umat muslim bahwa belahan dada bukanlah seonggok daging yang pantas untuk di tutup-tutupi, namun lebih indah kalau dipertontonkan ke publik, apalagi di lingkungan masjid dengan suasana yg sakral. Dan sampai saat ini tidak ada suara penolakan atau hujatan dari kalangan masyarakat.
Kedepan, sebaiknya Yenni Wahid mensosialisasikan kepada khalayak dan murid-murid dipesantren NU bahwasanya aurat muslimah tidak termasuk rambut di kepala. Rambut yg seharusnya ditutupi selama ini dalam keyakinan Islam merupakan hal yg salah dan harus di verifikasi layaknya undang-undang dan wajib dipertontonkan karena keindahannya sebagai mahkota.
Perwakilan pesantren yg menghadiri acara, orang tua Yenni Wahid, Gus Dur dan seluruh Kyai pengasuh pondok pesantren baik Kyai Langitan maupun seluruh Kyai yg ada di Bumi yg telah meresmikan penggunaan selendang yg memang cantik dalam memperlihatkan rambut yg notabene selama ini dianggap sebagai aurat wanita. Tapi kini tidak lagi, tak terbantahkan, karena telah mendapat restu dari seluruh komponen diatas. Terbukti sampai saat ini tidak ada yg protes dengan kegiatan-kegiatan promosi diatas.
Untuk itu, dapat kiranya agar penggunaan selendang dapat diatur lebih lanjut dan diterapkan juga pada anak-anak di seluruh Pesantren sehingga mereka tidak sungkan lagi untuk memakai selendang ketika mengikuti kegiatan belajar mengajar di pesantren dan tidak bingung mengikuti peraturan yang mana.
Dan salut atas kinerja Kenaziran masjid Al Bina, Senayan yg dengan sukses telah berhasil mempromosikan ke Dunia Internasional mode terbaru aurat Buncit sebagai wanita muslimah yg memang sayang kalau untuk dilewatkan keindahannya. Kedepan agar ditingkatkan penggunaan pakaian yg menunjukkkan belahan dada wanita di masjid-masjid seluruh Indonesia, bila perlu, adakan fashion show di pelataran halaman masjid yg jelas akan lebih efektif dalam berpromosi.
Munzir Baraqah
Majelis adat di daerah-daerah di seluruh
Kita mampu menciptakan busana menarik nan cantik. Banyak desainer dengan kepiawaian dan kematangannya dalam dunia fashion mampu merubah bentuk seragam pegawai pemerintah yang konservatif menjadi seragam ready to wear bernuansakan aksen tradisional daerah. Selaku anak bangsa yg mempunyai beragam pakaian khas tradisional yg mencerminkan ke agungan budaya, kita yakin mampu menciptakan inovasi baru busana seragam.
Koleksi seragam yang memiliki tampilan yang berbeda dengan penekanan pada aksen motif, kita akui, terlebih dahulu pemakaian aplikasi corak budaya ke dalam busana pemerintah memang sudah dilakukan terlebih dahulu oleh Pemerintah