Senin, 17 Januari 2022

Taqwa & Manajemen Diri

Taqwa bermakna "perbaikan berkesinambungan". Keyakinan & berpandangan bahwa hidup kita hendaknya fokus pada upaya perbaikan terus menerus. Pada penerapannya dalam kehidupan, Taqwa mencakup pengertian perbaikan berkesinambungan yang melibatkan seluruh Aspek Jasmani & Rohani. Taqwa & Manajemen Diri Penerapan Taqwa dalam manajemen berfungsi: • Pemeliharaan Pemeliharaan Lahir & Batin berstandar operasional melalui pelatihan serta disiplin diri dengan tujuan mengharap Ridha Allah semata. • Perbaikan Kegiatan yang diarahkan pada meningkatkan standar diri Melalui inovasi, Taqwa bersifat selalu memelihara perbaikan kecil yang berlangsung & berkesinambungan, serta inovasi dalam perbaikan drastis sebagai hasil dari investasi sumber daya. Taqwa terfokus pada upaya diri menata akhlak, moral, komunikasi, pelatihan, kerja sama, pemberdayaan dan disiplin diri, yang merupakan pendekatan peningkatan berdasarkan akal sehat & Akidah. Komitmen Kualitas Taqwa Sasaran akhir Taqwa adalah tercapainya Kualitas Akidah & Kualitas Keimanan yg pada pada praktiknya Taqwa menempatkan kualitas pada prioritas tertinggi. Taqwa mengajarkan bahwa kita tidak akan mampu berubah jika kualitas diri dan melayani tidak memadai, sehingga komitmen diri terhadap kualitas Akhlak sangat dijunjung tinggi. Kualitas yang dimaksud dalam Taqwa akan hadir dalam sanubari berwujud kualitas Taqwa kepada Allah yg akan merambat, mengakar dalam wujud Taqwa dalam menjalin hubungan dengan Seluruh Alam. Orientasi Proses Taqwa Salah satu langkah awal penerapan Taqwa adalah menjalankan siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA) untuk menjamin terlaksananya kesinambungan ke-Taqwa-an. Siklus ini terdiri atas: • Rencana (plan) • Penetapan target untuk perbaikan dan perumusan rencana tindakan guna mencapai target tersebut. • Lakukan (do) Pelaksanaan dari rencana yang telah dibuat. • Periksa (check) Kegiatan pemeriksaan segala prosedur yang telah dijalankan guna memastikannya agar tetap berjalan sesuai rencana sekaligus memantau kemajuan yang telah ditempuh. • Tindakan (act) Menindaklanjuti ketiga langkah yang ditempuh sekaligus memutuskankan prosedur baru guna menghindari terjadinya kembali masalah yang sama atau menetapkan sasaran baru bagi perbaikan berikutnya. Siklus ini berputar secara terus menerus dengan diselingi oleh siklus Standarize-Do-Check-Act (SDCA) di antaranya. Dalam langkah Standar (Standarize) pada siklus ini, segala prosedur baru yang telah diputuskan pada langkah Tindak (Act) dalam siklus sebelumnya disahkan menjadi pedoman yang wajib dipenuhi. Standard Taqwa fokus pada kegiatan pemeliharaan & mengacu pada perbaikan. Masalah yang terjadi baru dapat ditemukan pemecahannya dengan mengumpulkan dan mengobservasi berbagai data yang berkaitan dengan masalah tersebut.Tanpa adanya data yang terintegrasi dan relevan, Standarisasi tidak dapat menemukan solusi yang paling efektif.

Kisah Sang Al-Ustadz Ahmad Izzah Al-Andalusy.

Suatu sore, thn 1525 di sebuah Penjara di Spanyol, suasana di situ terasa hening mencengkam. Jendral Adolfo Roberto, pemimpin penjara yg terkenal bengis, tengah memeriksa setiap kamar tahanan. Setiap sipir penjara membungkukkan badannya serendah mungkin ketika 'Algojo Penjara' itu berlalu di hadapan mereka. Karena kalau tidak, sepatu 'Jungle' milik tuan Roberto itu akan mendarat di wajah mereka. Roberto marah besar ketika dari sebuah kamar tahanan terdengar suara seseorang membaca Ayat2 Suci Alqur'an yang amat ia benci. "Hai ... hentikan suara jelekmu ! Hentikan ...!!!" Teriak Roberto sekeras-kerasnya sembari membelalakkan mata. Namun apa yang terjadi ? Lelaki di kamar tahanan tadi tetap saja membaca & bersenandung dengan khusyu'nya. Roberto bertambah berang. Algojo penjara itu menghampiri kamar tahanan yg sempit. Dengan congkak ia meludahi wajah renta sang tahanan yg keriput hanya tinggal tulang. Tak puas sampai di situ, ia lalu menyulut wajah dan seluruh badan orang tua renta itu dengan rokoknya yg menyala. Sungguh ajaib ...! tak terdengar secuil pun keluh kesakitan. Bibir yg pucat kering milik sang tahanan amat gengsi untuk meneriakkan kata kepatuhan kepada sang Algojo. Bibir keringnya hanya berkata lirih, "Rabbi, wa-ana 'abduka ..." Tahanan lain yang menyaksikan kebiadaban itu serentak bertakbir sambil berkata, "Bersabarlah wahai ustadz ... Insya Allah tempatmu di Syurga." Melihat kegigihan orang tua yang dipanggil ustadz oleh sesama tahanan, 'algojo penjara' itu bertambah memuncak amarahnya. Ia perintahkan pegawai penjara untuk membuka sel, dan ditariknya tubuh orang tua itu keras-keras hingga terjerembab di lantai. "Hai orang tua busuk...!! Bukankah engkau tahu, aku tidak suka bahasa jelekmu itu ?! Aku tidak suka apapun yang berhubungan dengan agamamu....!!!" Sang Ustadz lalu berucap, "Sungguh ... aku sangat merindukan kematian, agar aku segera dapat menjumpai kekasihku yang amat kucintai, Allah SWT. Karena kini aku berada di puncak kebahagiaan karena akan segera menemui-Nya. Maka patutkah aku berlutut kepadamu, hai manusia busuk ? Jika aku turuti kemauanmu, tentu aku termasuk orang2 yg zhalim". Baru saja kata-kata itu terhenti, sepatu laras Roberto sudah mendarat di wajahnya. Laki-laki itu terhuyung-huyung. Kemudian jatuh terkapar di lantai penjara dengan wajah bersimbah darah. Ketika itulah dari saku baju penjaranya yang telah lusuh, meluncur sebuah 'Buku Kecil'. Adolfo Roberto bermaksud memungutnya. Namun tangan sang Ustadz telah terlebih dahulu mengambil dan menggenggamnya erat-erat. "Berikan buku itu, hai laki-laki dungu !", bentak Roberto. "Haram bagi tanganmu yang kafir dan berlumuran dosa untuk menyentuh barang suci ini !", ucap sang ustadz dgn tatapan menghina pada Roberto. Tak ada jalan lain, akhirnya Roberto mengambil jalan paksa untuk mendapatkan buku itu. Sepatu laras berbobot dua kilogram itu ia gunakan untuk menginjak jari-jari tangan sang ustadz yang telah lemah. Suara gemeretak tulang yang patah terdengar menggetarkan hati. Namun tidak demikian bagi Roberto. Laki-laki bengis itu malah merasa bangga mendengar gemeretak tulang yang terputus. Bahkan 'algojo penjara' itu merasa lebih puas lagi ketika melihat tetesan darah mengalir dari jari-jari musuhnya yang telah hancur. Setelah tangan renta itu tak berdaya, Roberto memungut buku kecil yang membuatnya penasaran. Perlahan Roberto membuka sampul buku yang telah lusuh Mendadak algojo itu termenung dan berkata dalam hatinya : "Ah ... sepertinya aku pernah mengenal buku ini. Tapi kapan ?? Ya, aku pernah mengenal buku ini." suara hati Roberto bertanya-tanya. Perlahan Roberto membuka lembaran pertama itu. Jenderal berumur 30 tahun itu bertambah terkejut tatkala melihat tulisan-tulisan "aneh" dalam buku itu. Rasanya ia pernah mengenal tulisan seperti itu dahulu. Namun, sekarang tak pernah dilihatnya di bumi Spanyol. Akhirnya Roberto duduk di samping sang ustadz yang sedang sakarat melepas nafas-nafas terakhirnya. Wajah bengis sang algojo kini diliputi tanda tanya yang dalam. Mata Roberto rapat terpejam. Ia berusaha keras mengingat peristiwa yang di alaminya sewaktu masih kanak-kanak dulu. Perlahan, sketsa masa lalu itu tergambar kembali dalam ingatan Roberto. Pemuda itu teringat ketika suatu sore di masa kanak-kanaknya terjadi kericuhan besar di negeri tempat kelahirannya ini. Sore itu ia melihat peristiwa yang mengerikan di lapangan Inkuisisi (lapangan tempat pembantaian kaum muslimin di Andalusia). Di tempat itu tengah berlangsung pesta darah dan nyawa. Beribu-ribu jiwa kaum muslimin yg tak berdosa berjatuhan di bumi Andalusia. Di ujung kiri lapangan, beberapa puluh wanita berhijab (jilbab) digantung pada tiang-tiang besi yang terpancang tinggi. Tubuh mereka bergelantungan tertiup angin sore yang kencang, membuat pakaian muslimah yang dikenakan berkibar-kibar di udara. Sementara, di tengah lapangan ratusan pemuda Islam dibakar hidup-hidup pada tiang-tiang salib, hanya karena tidak mau memasuki agama yang dibawa oleh para Rahib. Seorang bocah laki-laki mungil tampan, berumur tujuh tahunan, malam itu masih berdiri tegak di lapangan Inkuisisi yang telah senyap. Korban-korban kebiadaban itu telah syahid semua. Bocah mungil itu mencucurkan airmatanya menatap sang ibu yang terkulai lemah di tiang gantungan. Perlahan-lahan bocah itu mendekati tubuh sang Ummi (ibu) yang sudah tak bernyawa, sembari menggayuti baju hitamnya. Sang bocah berkata dengan suara parau, "Ummi.. ummi.. mari kita pulang. Hari sudah malam. Bukankah ummi telah berjanji malam ini akan mengajariku lagi tentang alif, ba, ta, tsa ....? Ummi, cepat pulang ke rumah ummi ..." Bocah kecil itu akhirnya menangis keras, ketika sang ummi tak jua menjawab ucapannya. Ia semakin bingung dan takut, tak tahu harus berbuat apa. Untuk pulang ke rumah pun ia tak tahu arah. Akhirnya bocah itu berteriak memanggil bapaknya, _"Abi ... Abi ... Abi ..." Namun ia segera terhenti berteriak memanggil sang bapak ketika teringat kemarin sore bapaknya diseret dari rumah oleh beberapa orang berseragam. "Hai ... siapa kamu?!"_ teriak segerombolan orang yang tiba-tiba mendekati sang bocah. "Saya Ahmad Izzah, sedang menunggu Ummi ..." jawab sang bocah memohon belas kasih. "Hah ... siapa namamu bocah ?? Coba ulangi !!!" bentak salah seorang dari mereka "Saya Ahmad Izzah ..."_ sang bocah kembali menjawab dengan rasa takut. Tiba-tiba "plak! sebuah tamparan mendarat di pipi sang bocah. "Hai bocah ...! Wajahmu bagus tapi namamu jelek. Aku benci namamu. Sekarang kuganti namamu dengan nama yang bagus. Namamu sekarang 'Adolfo Roberto' ... Awas ! Jangan kau sebut lagi namamu yang jelek itu. Kalau kau sebut lagi nama lamamu itu, nanti akan kubunuh!"_ ancam laki-laki itu. Sang bocah meringis ketakutan, sembari tetap meneteskan air mata. Anak laki-laki mungil itu hanya menurut ketika gerombolan itu membawanya keluar dari lapangan Inkuisisi. Akhirnya bocah tampan itu hidup bersama mereka. Roberto sadar dari renungannya yang panjang. Pemuda itu melompat ke arah sang tahanan. Secepat kilat dirobeknya baju penjara yang melekat pada tubuh sang ustadz. Ia mencari-cari sesuatu di pusar laki-laki itu. Ketika ia menemukan sebuah 'tanda hitam' ia berteriak histeris, "Abi... Abi ... Abi ..!!." Ia pun menangis keras, tak ubahnya seperti Ahmad Izzah dulu. Pikirannya terus bergelut dengan masa lalunya. Ia masih ingat betul, bahwa buku kecil yang ada di dalam genggamannya adalah Kitab Suci milik bapaknya, yang dulu sering dibawa dan dibaca ayahnya ketika hendak menidurkannya. Ia juga ingat betul ayahnya mempunyai 'tanda hitam' pada bagian pusarnya. Pemuda beringas itu terus meraung dan memeluk erat tubuh renta nan lemah. Tampak sekali ada penyesalan yang amat dalam atas ulahnya selama ini. Lidahnya yang sudah berpuluh-puluh tahun alpa akan Islam, saat itu dengan spontan menyebut, "Abi ... aku masih ingat alif, ba, ta, tsa ..." Hanya sebatas kata itu yang masih terekam dalam benaknya. Sang ustadz segera membuka mata ketika merasakan ada tetesan hangat yang membasahi wajahnya. Dengan tatapan samar dia masih dapat melihat orang yang tadi menyiksanya habis-habisan kini tengah memeluknya. "Tunjuki aku pada jalan yang telah engkau tempuh Abi, tunjukkan aku pada jalan itu ..." Terdengar suara Roberto memelas. Sang ustadz tengah mengatur nafas untuk berkata-kata, ia lalu memejamkan matanya. Air matanya pun turut berlinang. Betapa tidak, jika sekian puluh tahun kemudian, ternyata ia masih sempat berjumpa dengan buah hatinya, ditempat ini. Sungguh tak masuk akal. Ini semata-mata bukti kebesaran Allah. Sang Abi dengan susah payah masih bisa berucap. "Anakku, pergilah engkau ke Mesir. Di sana banyak saudaramu. Katakan saja bahwa engkau kenal dengan Syaikh Abdullah Fattah Ismail Al-Andalusy. Belajarlah engkau di negeri itu". Setelah selesai berpesan sang ustadz menghembuskan nafas terakhir dengan berbekal kalimah indah "Dua Kalimah Syahadat..! Beliau pergi menemui Rabb nya dengan tersenyum, setelah sekian lama berjuang di bumi yang fana ini. ******* Beberapa tahun kemudian..... Ahmad Izzah telah menjadi seorang Ulama Besar di Mesir. Seluruh hidupnya dibaktikan untuk agama Islam, sebagai ganti kekafiran yang di masa muda sempat disandangnya. Banyak pemuda Islam dari berbagai penjuru dunia berguru kepadanya ... Al-Ustadz Ahmad Izzah Al-Andalusy. Sang Ulama berpesan kepada Seluruh Umat Islam se dunia: *Jangan engkau pilih Pemimpin yang menzhalimi para Ulama dan Jangan kau pilih pemimpin yang suka berdusta.* Firman Allah Ta'ala: "Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrahnya itu. Tidak ada perubahan atas fitrah Allah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (QS. 30:30) ******* Semoga Kisah Nyata ini menjadi Iktibar bagi kita, untuk berfikir, bersikap, bertindak, dan berpihak kepada Kebenaran yang Hakiki. Karena Harta, Pekerjaan, Pengaruh, Pangkat, Jabatan, dan Kesenangan hidup di Dunia ini, hanya sesaat... Hanya  benar2 menjelang Ajal kita datang. Kembalilah bro...kembalilah dengan berlari cepat kepada Allah .. ber hijrah lah sesegera mungkin ...

๐ŸŒฟMengingatkan Bulan Al-Muharram adalah Bulan Haram๐ŸŒฟ

๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ Sahabat, Saat ketika kita masuk di bulan Al-Muharram yang merupakan satu di antara empat bulan Haram, yaitu bulan-bulan yang disucikan dan diagungkan oleh Allah ta’ala. ๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚ Allah ta'ala berfirman, _“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kalian menganiaya diri kalian dalam bulan yang empat itu"_ *(QS. At-Taubah: 36)* ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ Bulan Haram yang empat tersebut dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, ‎ ุฃَู„َุง ุฅِู†َّ ุงู„ุฒَّู…َุงู†َ ู‚َุฏِ ุงุณْุชَุฏَุงุฑَ ูƒَู‡َูŠْุฆَุชِู‡ِ ูŠَูˆْู…َ ุฎَู„َู‚َ ุงู„ู„ู‡ُ ุงู„ุณَّู…َุงูˆَุงุชِ ูˆَุงู„ْุฃَุฑْุถَ ุงู„ุณَّู†َุฉُ ุงุซْู†َุง ุนَุดَุฑَ ุดَู‡ْุฑًุง ู…ِู†ْู‡َุง ุฃَุฑْุจَุนَุฉٌ ุญُุฑُู…ٌ ุซَู„َุงุซٌ ู…ُุชَูˆَุงู„ِูŠَุงุชٌ ุฐُูˆ ุงู„ْู‚َุนْุฏَุฉِ ูˆَุฐُูˆ ุงู„ุญِุฌَّุฉِ ูˆَุงู„ْู…ُุญَุฑَّู…ُ ูˆَุฑَุฌَุจُ ...َ _“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya waktu itu telah berputar sebagaimana biasanya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun dua belas bulan, di antaranya empat bulan haram. Tiga bulan diantaranya berturut-turut, yaitu Dzul qa’dah, Dzul hijjah, Muharram dan Rajab...”_ *(HR. Ahmad)* ☘️☘️☘️ Oleh karena itu bersegeralah dan perbanyaklah amal sholeh di bulan ini, serta terhindar untuk bermaksiat kepadaNya.

SIAPAKAH TEMAN SEJATI YANG MENCINTAIMU ITU?.

ุจِุณْู…ِ ุงู„ู„ู‡ِ ุงู„ุฑَّุญْู…َุงู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠْู…ِ  ************************************** Syaikh Al-‘Allamah Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu berkata:   “Apabila kamu melihat temanmu menunjukkan kepadamu suatu kebaikan, dan membantumu untuk melakukan kebaikan tersebut …." Apabila kamu lupa, maka dia mengingatkanmu.… Dan apabila kamu tidak tahu (dalam suatu permasalahan), maka dia yang mengajarimu…. Maka (terhadap teman seperti ini), hendaknya kamu pegang teguh persahabatan dengan mereka, Dan gigitlah kuat-kuat dengan gigi gerahammu (yakni teruslah kamu bersahabat dengan mereka. Jangan kamu lepaskan sama sekali).   Tetapi apabila kamu melihat dari sahabatmu/ temanmu itu menyia-nyiakan hak-hakmu, dan dia tidak peduli dengan keadaanmu, apakah kamu binasa ataupun tidak ….. Bahkan terkadang dia berusaha untuk mengarahkan kebinasaanmu ….. Maka (terhadap teman seperti ini) hendaknya kamu berhati-hati, "Karena sesungguhnya dia itu adalah racun yang sebenarnya (bagimu)". Wal ‘iyyadzu billah …. Jangan kamu dekat-dekat dengan mereka. Bahkan wajib bagimu untuk menjauh dari mereka, lari dari mereka, seperti larimu (ketika kamu takut) dari (terkaman) singa. [Syarh Riyadhis, 2/388]   Demikian, gambaran teman sejati dan yang bukan. ----------------------------------- Sekarang lihatlah baik-baik, siapakah teman dekatmu itu. Semoga Allah ๏ทป menyelamatkan kita dari semua kejelekan. Barakallahu fiikum…. ----------------------------------------------- Semoga persahabatan kita selama hidup di Dunia, akan selalu terjaga sampai di YAUMIL HISAB, Aamiin Aamiin ya Rabbal 'Alaamiin_* -----------------------------------------------

Apa Itu Waste Credit? Diklaim Bisa Jadi Solusi Sampah di Indonesia

Penulis: Aisyah Sekar Ayu Maharani Editor: Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas KOMPAS.com - Waste credit adalah upaya untuk mendukung usaha produsen dalam mendaur ulang lebih banyak sampah di lingkungan. Upaya ini diklaim dapat menjadi solusi penanganan sampah di Indonesia. Menurut data Bappenas tahun 2019, jumlah tumpukan sampah multilayer plastic (MPL) packaging mencapai 1,4 ton/tahun dengan manajemen yang buruk. Sebanyak 9 persen sampah MPL dibuang ke laut, 62 persen dibakar, 19 persen dibuang ke TPA dan hanya 12 persen yang didaur ulang. Berkaca pada data tersebut, dibutuhkan solusi guna menyelamatkan lingkungan dari penumpukan sampah di tengah masyarakat yang belum mengerti cara pengelolaan sampah dengan benar. Konsep yang dimiliki oleh waste credit ini hampir sama dengan konsep carbon credit. Pada carbon credit, karbon dioksida yang dihasilkan dari suatu kegiatan harus dibayar dengan menyerap kembali karbon tersebut. Jika waste credit berfokus pada sampah, sedangkan carbon credit, bentuk upaya yang dilakukan adalah dengan membayar biaya penanaman satu pohon mangga yang bisa mengabsorbsi sebanyak 450 kg karbon dioksida (CO2) setelah menggunakan sepeda motor selama satu tahun yang setara dengan mengeluarkan 450 kg CO2. Dalam proses pengelolaan sampah dengan program waste credit juga dilakukan sesuai kesepakatan dengan klien. Sampah bisa diproses menjadi RDF yang berguna sebagai energi pada pabrik pembuatan semen. Seluruh proses dilakukan dengan transparan dan jujur. Artinya, klien juga bisa mendapatkan waste journey report atau catatan perjalanan sampah yang diproses dan sertifikat. “Kejujurannya adalah bagaimana kita mengelola ini dengan baik dan benar-benar dipastikan bahwa proses kita melakukan ini dengan standar yang tepat,” ujar Rizky Ambardi, selaku Head of Recycling Business Waste4Change dalam webinar Plastic Neutral for Sustainable Food Industry, Selasa (27/7/2021).   Terdapat 2 tipe pelayanan waste credit yaitu material recovery dan water clean up. Pada material recovery, sampah dikumpulkan dari agen daur ulang atau komunitas. Sampah lalu didaur ulang dengan pemilahan secara mendetail agar hasilnya optimal dan mengurangi potensi berakhirnya sampah di TPA. Dengan solusi waste credit ini, sampah yang tidak dapat diproses akan dikembalikan ke TPA agar meminimalisir dampaknya pada lingkungan. Salah satu waste credit material yang diolah adalah multilayer plastic (MPL) packaging yang biasa digunakan pada produk makanan. Material plastik yang satu ini adalah sampah yang sulit untuk diolah. Sementara pada water clean up, kegiatan yang dilakukan adalah membersihkan sampah yang ada di sungai dan pesisir laut untuk dipilah dan didaur ulang. Salah satu kegiatan water clean up adalah penyediaan kapal untuk pasukan katak, relawan yang membersihkan sungai, dari hasil kerja sama dengan berbagai institusi. Selain itu, Rizky juga mengajak masyarakat untuk mengubah paradigma dari konsep linear economy yang memproduksi, mengkonsumsi dan membuang barang sebanyak-banyaknya menjadi konsep circular economy dengan reduce, reuse, recycle & dispose. Dia menjelaskan Waste4Change melalui program waste credit, berusaha untuk memberikan solusi permasalahan sampah di Indonesia. Mereka mengajak pemerintah, pihak swasta hingga individu untuk ikut menyukseskan program waste credit. Salah satu perusahaan makanan yang sudah ikut berpartisipasi adalah Better Nature. “Kalau kita sebagai individu, kita bisa mulai dari hal kecil sesederhana memilah sampahnya dan lain-lain. Kalau sebagai institusi, lakukan apa seperti apa yang Better Nature lakukan” tegas Rizky. Better Nature adalah startup plant based food di Inggris yang berhasil menerapkan plastic neutral hingga plastic negative pada produk yang dijualnya.

SETAN MUSUH YANG NYATA

Suatu saat Rasulullah bertanya kepada iblis" Apa yang engkau rasakan jika melihat seseorang dari umatku hendak Shalat? Iblis menjawab" Aku merasa panas dingin dan gemetar. " Mengapa? " "Sebab setiap seorang hamba bersujud satu kali kepada Allah, Allah SWT mengangkatnya satu derajat. " Jika umatku berpuasa apa yg terjadi padamu? "Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka. " " Jika ia berhaji? " " Aku seperti orang gila" " Jika ia membaca alquran? " "Aku merasa meleleh laksana timah di atas api" " Bila ia bersedekah? "Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji. " Syetan musuh yg nyata, walaupun ia tidak nyata. Ia menyatakan permusuhan kepada manusia dengan nyata. Seraaaaaaannngggg!!!!!

TETAPLAH DI SINI* Mudah2an akan Banyak Hikmah yang akan kita dapatkan

*"Hikmah Berteman & Bersaudara dengan Berbagai Karakter.* Jadikan semua orang sebagai guru kita *1. Ada TEMAN yang Bersifat Keras*, dialah sebetulnya yang mendidik kita untuk  *Berani dan Bersikap Tegas.* *2. Ada TEMAN yang Lembut,* dialah yang mengajarkan kepada kita *Cinta dan Kasih Sayang terhadap Sesama*. *3. Ada TEMAN yang Cuek dan Masa Bodoh,* dialah sebetulnya yang membuat kita *Berpikir bagaimana Agar Kita Bersikap Perhatian Terhadap Orang Lain.* *4. Ada TEMAN yang Tidak Bisa Dipercaya dan Kata-katanya Sulit Dipegang Kebenarannya,* sebetulnya dialah yang membuat kita *Berpikir dan Merasa Betapa Tidak Enaknya Dikhianati*, maka belajarlah untuk menjadi orang yang *Dapat Dipercaya.* *5. Ada TEMAN yang Jahat & hanya Memanfaatkan Kebaikan Orang Lain,* sebenarnya dia adalah orang yg membuat *Kita Bertindak Bagaimana Bisa Berbuat Banyak Kebaikan namun tetap Waspada.* ๐Ÿ‘ *Setiap karakter Manusia di atas akan selalu Baik & Mendidik kita* ๐Ÿ‘ Perlu kita tau *(Besi menajamkan besi dan  manusia  menajamkan sesamanya).* ๐Ÿ‘ *Tanpa orang-orang  seperti itu kita akan Selalu Terlena dalam Zona Nyaman & tidak Berkembang.* ๐Ÿ‘ *Bersyukurlah dalam setiap Keadaan dan Terimalah setiap orang dalam Hidup Kita.* ๐Ÿ‘ *Karena Yang Maha Pencipta Tidak Pernah Keliru Mempertemukan Kita dengan Siapa pun, Tinggal Bagaimana cara kita Menyikapinya.* ๐Ÿ‘ *Karena Karakter orang seperti diatas tadi Secara Tidak langsung selain Melatih Kesabaran kita, juga membuat kita semakin  "DEWASA & BIJAKSANA"* ๐Ÿ‘Ketika ada *Orang bicara mengenai Kita di Belakang,* itu adalah *Tanda bahwa Kita sudah ada di Depan Mereka* ๐Ÿ‘ Saat *Orang Bicara Merendahkan diri Kita,* itu adalah *Tanda bahwa Kita sudah Berada di Tempat yang lebih Tinggi dari Mereka* ๐Ÿ‘Saat *Orang Bicara dengan Nada Iri mengenai Kita,* itu adalah *Tanda bahwa Kita sudah Jauh lebih Baik dari Mereka.* ๐Ÿ‘ *Saat Orang Bicara Buruk mengenai Kita, padahal Kita Tidak Pernah Mengusik Kehidupan Mereka,* itu adalah *Tanda bahwa Kehidupan Kita Sebenarnya Lebih Indah dari Mereka.* ๐Ÿ‘ *☂Payung Tidak Dapat Menghentikan Hujan tapi Dengan Payung membuat Kita Bisa Berjalan Menembus Hujan untuk Mencapai Tujuan.* ๐Ÿ‘ *Orang Pintar Bisa Gagal,* *Orang Hebat Bisa Jatuh,* Tetapi orang yang 'RENDAH HATI & SABAR' dalam segala hal *Akan Selalu Mendapat Jalan untuk Menempatkan Diri dengan Seimbang karena Kokoh Pijakannya.* *SALAM PERSAUDARAAN*          *"Belajar bermanfaat untuk saudara satu perjuangan".* *Jangan EGOIS & SOMBONG, apalagi BAPER sesama satu perjuangan*.. *MAKA JADIKAN SEMUA ORANG GURU KITA* *Semangat menjalin BERKAH & TEBAR SILATURAHlM_* ๐Ÿ™๐Ÿป