Jumat, 20 Desember 2019

Menyikapi SELAMAT NATAL.

*🎉Assalamu'alaikum...*
_(Mohon baca secara menyeluruh untuk hindari kesalah fahaman)_

*"🎎😘.SILAHKAN YANG MAU UCAPKAN SELAMAT NATAL.🎭😉"*

Bertahun-tahun biasanya kujawab secara offline tentang 25 Desember dan 1 Januari...
Karena menghargai beberapa relasiku yang berprofesi sebagai misionaris...
Mereka tahu dakwahku tapi kami saling menghargai...
Mohon maaf setulusnya, bila tulisan ini akan tidak disukai sebagian dari sahabat-sahabat muslim...tapi sudah saatnya harus dijelaskan terbuka secara ilmu ke-TAUHID-an..

Membaca berita seorang muslim modern menantang *Ustadz Aa gym* (Official) untuk menunjukkan dalil pelarangan mengucapkan SELAMAT NATAL...
Berharap tulisan ini bukan hanya menjawab tantangannya, tetapi untuk diketahui saudaraku muslimin dan muslimat *yang tidak ingin syahadatnya gugur..*

Kupasan berdasarkan ilmu TAUHID...
🗣Bila kita mengucapkan...
... kalimat *SELAMAT ULANG TAHUN* kepada seseorang, berarti *kita mengakui*  bahwa dia lahir di tanggal itu..

🗣Bila kita mengucapkan...
...kalimat *SELAMAT ATAS PELANTIKAN JABATAN,* berarti kita mengakui *dirinya sebagai pejabat baru...*

🗣Bila kita mengucapkan...
...kalimat *SELAMAT ATAS KEMENANGAN PERTANDINGAN,* berarti kita *mengakui lawan sebagai pemenang...*

Ternyata kata *SELAMAT* bermakna *PENGAKUAN*

Kalau banyak pertanyaan, bukankah mengucapkan *SELAMAT NATAL* hanya merupakan sebuah *ucapan* saja...

*⚠Wahai saudaraku,❗*
...Seorang muslim dinilai dari *ucapannya...*

Bukankah *SYAHADAT* juga hanya *UCAPAN..?*
..tapi mengapa setelah berucap *SYAHADAT* ...seseorang menjadi  *muslim...?*

Bukankah *BISMILLAH* juga *hanya UCAPAN..?*
..tapi mengapa hewan yang disembelih *tanpa mengucap BISMILLAAH, dagingnya haram* dimakan...?

Bukankah *AQAD NIKAH* juga hanya  *UCAPAN..?*
..tapi mengapa *setelah diucapkan, suami halal menggauli istri* ...

Bukankah kata *CERAI* juga hanya *UCAPAN*..?
..tapi mengapa bila suami mengucapkan kata ini terhadap istrinya baik secara bercanda maupun tidak, maka akan jatuh hukum *CERAI* bagi istrinya...

Saat kita mengucapkan *SELAMAT NATAL* dan *TAHUN BARU*, atau hari raya agama lain, disitulah awal kita *MENGAKUI* keberadaan Tuhan lain yang berarti kita mengakui adanya beberapa Tuhan.
Berarti sudah tidak sesuai dengan *SYAHADAT* yang diucapkan dan Surat Al Ikhlas ayat 1 serta beberapa ayat lainnya.
Padahal meng-ingkari *1 AYAT QUR'AN* saja...sudah dikategorikan sebagai orang kafir yang sebenar-benarnya...

_*"Merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya..."*_
[ Qur'an Surat An Nisa (4) ayat 151 ]

Inilah ayat-ayat yang menegaskan *TERHAPUSNYA SYAHADAT* yang pernah diucapkan dikarenakan ucapan selamat hari raya umat lain...

_*Sesungguhnya telah KAFIR lah orang-orang yang berkata/mengakui, "Sesungguhnya ALLAH ialah Al Masih putra Maryam, padahal Al Masih sendiri berkata " Hai Bani Israil, sembahlah ALLAH Tuhan-ku danTuhan-mu..."*_
[ Qur'an Surat Al Maidah (5) ayat 72 ]

_*"...Janganlah kamu mengatakan TUHAN itu tiga, berhentilah dari ucapan itu. Itu lebih baik bagimu. Sesungguhnya ALLAH Tuhan yang Maha Esa. Maha Suci ALLAH dari mempunyai anak..."*_
[ Qur'an Surat An Nisa (4) ayat 171 ]

_*"Dan mereka berkata, "Tuhan yang maha pemurah mempunyai anak". Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat MUNKAR"*_
[ Qur'an Surat Maryam (19) ayat 88-89 ]

Saudaraku umat Nasrani dan para pendeta,
Perbedaan kita hanya pada nabi Isa, padahal bagi kami Nabi Isa adalah salah satu Rasul yang utama.
Maafkan jika menyinggung hati, tapi sungguh telah terbukti dalam Sejarah, bahwa tanggal 25 Desember itu hari kelahiran Janus dan Mitra, Sang Dewa Matahari.
Bunda Maryam melahirkan Nabi Isa disaat pohon kurma berbuah, yang berarti disaat musim panas tetapi 25 Desember adalah musim dingin...

Wahai para pendeta dan missionaris...
Kamipun meng-imani Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa...
Bahkan Nabi kami, Muhammad memiliki paman dari istri yang seorang pendeta  nasrani bernama Waraqah...
Jadi Islam sangat paham bagaimana toleransi yang benar...

Wahai para penganut nasrani.
Silakan saja rayakan natal sesuai keyakinan...
Karena bagi kami...  *"UNTUKMULAH AGAMAMU dan UNTUKULLAH AGAMAKU"*

Tapi tegas kusampaikan.
Jangan paksa pegawai muslim berpakaian santa.
Sebagaimana kami tidak pernah pula memaksa para misionaris menggunakan peci dan sorban disaat Iedul Fitri...

Jangan paksa undang pejabat muslim hadiri natal di gereja...
Sebagaimana kami tidak pernah memaksa para pendeta hadir pada Sholat Iedul Fitri...

🤗Saudaraku umat muslim,
*Silakan saja ucapkan SELAMAT NATAL* ..
Silakan saja gunakan topi Santa...

*⚠Tapi jangan menyesal ...*
👌🏼bila Shalat kita batal.
👌🏼mati pun bukan sebagai muslim
*Karena SYAHADAT KITA SUDAH GUGUR...*

🙏🏼Saudaraku,
*📖Kajilah Qur'an......karena semua pertanyaan hidup sudah ada jawabannya didalam.*

Kalau penjelasan panjang ini masih meragukan hati...
Periksa saja *SHALAT SHUBUH* kita, apakah sudah berjama'ah di masjid setiap hari..?

Semoga bermanfaat.

Wassalamu'alaikum..

Peduli lah Kita akan aqidah Ummat Islam..!

Salam #Tauhid

Warning!!...Ciduk Pengemis Pembawa Bayi

Diambil dari pengalaman seorang jurnalis, WAJIB DIBACA !!!!


TAHUKAH ANDA, MENGAPA BAYI PENGEMIS SELALU TERTIDUR?

Dekat stasiun di sebuah kota besar duduk seorang wanita dgn usia yg tak diketahui. Rambutnya kotor, kepalanya tertunduk dalam kesedihan.

Wanita itu duduk di lantai kotor dan di sampingnya terletak sebuah tas. Dalam tas itu orang melempar uang. Di tangan wanita, tidur seorang bayi berusia dua tahun. bayi itu berpakaian kotor.

Banyak orang yang lewat akan memberikan uang. Kami selalu merasa kasihan pada orang kurang beruntung. Kami siap untuk memberikan orang-orang malang itu kemeja terakhir kami, uang terakhir kami di dalam kantong tanpa ragu ragu.

Aku berjalan melewati seorang pengemis selama satu bulan . Tidak memberikan uang, karena saya tahu bahwa ini adalah geng yang dioperasikan dan uang yang dikumpulkan oleh pengemis akan diberikan kepada siapapun yang mengontrol pengemis di daerah tersebut, orang-orang yang memiliki banyak properti mewah dan mobil.

Sebulan kemudian, saya berjalan melewati pengemis, seketika saya merasa terkejut.

saya di persimpangan yang sibuk, menatap bayi, berpakaian seperti biasa yang sangat kotor. Saya menyadari bahwa itu tampak aneh, menemukan seorang anak kecil di sebuah stasiun kotor dari pagi hingga sore.

Bayinya tidur. Tidak pernah menangis atau menjerit , selalu tertidur, mengubur wajahnya di lutut seorang wanita yang disebut ibunya.

Apakah salah satu dari Anda memiliki anak-anak antara usia 1 sampai 3? Apakah Anda ingat bagaimana mereka tidak dapat tidur lebih dari 2 jam pada suatu waktu? Namun, anak-anak ini selalu tertidur. Selalu! Oleh karena itu kecurigaan saya tumbuh.

"Kenapa dia tidur sepanjang waktu?" Aku bertanya (kepada pengemis), menatap bayi.

Pengemis pura-pura tidak mendengar saya. Dia menunduk dan menyembunyikan wajahnya di kerah jaket lusuh nya. Saya mengulangi pertanyaan itu. Wanita itu mendongak , melhat saya, seakan kesal dengan pertanyaan saya.
"B*ngs*t" , bibirnya bergumam.

Di belakangku seseorang menaruh tangannya di bahuku. Aku menoleh ke belakang . Seorang pria tua itu menatapku tidak setuju: "Apa yang Anda inginkan darinya? kamu tidak melihat seberapa keras kehidupannya?." Dia mengambil beberapa koin dari sakunya dan melemparkannya ke kantong pengemis tsb.

Pengemis itu menunjukkan raut wajah wajah berterima kasih dan kesedihan pada umumnya. Orang itu melepaskan tangannya dari bahuku dan berjalan keluar dari stasiun.

Hari berikutnya aku menelepon teman. Dari teman saya, saya berhasil menemukan bahwa pengems itu adalah bisnis, meskipun terlihat spontanitas, jelas terorganisir dan diawasi oleh lingkaran organisasi kejahatan.

Anak-anak yang digunakan adalah anak hasil "menyewa" dari keluarga pecandu alkohol, atau hasil penculikan.

Saya membutuhkan jawaban atas pertanyaan - mengapa bayi tidur? Dan saya mendapatkannya. Teman saya mengatakan kepada saya dengan suara tenang, "Mereka diberikan heroin, atau vodka"

Aku tercengang . "Siapa yang diberikan heroin atau vodka?!"

Dia menjawab, " Anak itu, sehingga ia tidak berteriak. Wanita itu akan duduk sepanjang hari dengan dia, bayangkan bagaimana anak itu mungkin bosan?"

Dalam rangka untuk membuat bayi tidur sepanjang hari, ia dicekokin dengan vodka atau obat-obatan. Tentu saja, tubuh anak-anak tidak mampu mengatasi bahan2 keras tersebut. Dan anak-anak seringkali tewas. Hal yang paling mengerikan - kadang-kadang anak-anak meninggal selama "hari kerja" . seorang "ibu" harus memegang mayat anak kecil di tangannya sampai malam. Ini adalah aturan. Dan oleh orang yang lewat akan diberikan beberapa uang ke kantong pengemis, dan percaya bahwa mereka melakukan perbuatan baik. Membantu ibu tunggal.

Hari berikutnya saya sedang berjalan di dekat stasiun yang sama. Aku membawa identitas jurnalistik, dan sudah siap untuk pembicaraan serius. sayangnya pembicaraan tidak be rhasil. Namun, terjadi hal ini:

Seorang wanita sedang duduk di lantai dan di tangannya seorang anak kecil. Aku bertanya pertanyaan tentang akte kelairan anak, dan yang paling penting, di mana anak kecil kemarin yang ia diabaikan.

Kelakuan saya diprotes oleh orang yang lewat. Saya diberitahu bahwa saya sudah gila karena berteriak pada pengemis miskin dengan seorang anak. Pada akhirnya, saya dikawal keluar dari stasiun dalam kehinaan. Satu hal yang tersisa adalah untuk memanggil polisi. Ketika polisi tiba, pengemis dengan bayi menghilang .

Bila Anda melihat seorang wanita dengan seorang anak, mengemis, berpikir sebelum Anda menyumbangkan. Pikirkan tentang hal itu, jika bukan karena ratusan ribu pemberi sedekah, bisnis seperti ini sudah mati. Bisnis akan mati dan bukan anak-anak. Jangan melihat anak yang sedang tidur dengan kasih sayang. Lihat horor. Karena Anda membaca artikel ini , Anda tahu sekarang mengapa anak tersebut tidur di tangan pengemis.

Silakan berbagi ini. Dan ketika Anda memutuskan lagi untuk menyumbang ke pengemis, ingat bahwa amal yang anda lakukan bisa jadi kematian bagi anak kecil lainnya. (*)

http://mediasisumut.blogspot.com/

Kamis, 19 Desember 2019

Istriku seorang Pramugari

Bab 1 Pura-Pura Tuli


Istriku itu seorang pramugari cantik, dan aku hanya seorang pria kampung biasa. Banyak orang yang iri dengan kehidupanku, tapi tidak ada yang tahu seberapa banyak kepahitan dan penghinaan hidup yang kujalani.

Aku dan istriku dikenalkan oleh seorang teman, dia bekerja di sebuah agen perkawinan, waktu itu dia yang menemukanku dan mengatakan ada seorang wanita yang mencari pasangan, kriteriaku sangat memenuhi syarat.

Syarat pernikahannya sangat aneh: Menantu pria tinggal dirumah mertua, jujur, sifat lemah lembut, dan tuli.

Orang tua ku meninggal lebih cepat, aku mempunyai adik perempuan berusia 16 tahun, adikku menderita penyakit anemia akut, dari dulu beban hidupku sangat berat, dan sifatku juga sangat tertutup, bahkan bisa dikatakan sangat hina, kriteria ini sangat cocok dengan diriku. Meskipun aku tidak suka berbicara, tapi aku tidak tuli!

Temanku bilang wanita ini sangat kaya, dan akan memberikan mahar yang banyak, ucapannya ini membuat hatiku terguncang, terlebih biaya pengobatan adikku setiap tahun membutuhkan biaya yang sangat besar, aku sama sekali tidak bisa membiayainya, jadi aku benar sangat ingin ‘menikah’dengan wanita ini.

Hingga akhirnya temanku mengajukan satu ide untukku, pihak perempuan mencari menantu yang tuli, pasti takut laki-laki ini banyak bicara, dan hanya ingin mempunyai garis keturunan saja, seharusnya tidak ada rahasia lain, dia menyuruhku pura-pura bisu, atau menjadi si tuli yang mengenal huruf.

Dia bahkan mengatakan selama bisa membohongi mereka selama tiga sampai lima bulan, nanti setelah menikah ketahuan juga tidak masalah.

Aku mendengarkan sarannya, pertama kali kami bertemu di cafe teh dekat bandara, ketika melihat wanita itu, aku terbengong, aku mengira dia wanita tua jelek, tidak disangka ternyata dia seorang pramugari, waktu itu dia masih mengenakan seragam pramugari, tidak usah ditanya seberapa cantiknya dirinya.

Dia hanya beberapa kali menatapku, lalu menggunakan Hp mengetik beberapa kata berkomunikasi denganku, kemudian pergi.

Namanya Claura, lebih tua empat tahun dariku, aku merasa dia sangat dingin dan meremehkanku, dan seharusnya tidak tertarik padaku.

Aku tidak menyangka, tiga hari kemudian mendapat pemberitahuan dari dirinya, yang isinya kalau aku tidak keberatan kita bisa menikah.

Tentu saja aku tidak keberatan, aku merasa bagai hidup dalam mimpi, tidak tahu apa yang di sukainya dari diriku. Lalu Claura membawaku ke rumahnya dan bertemu orangtuanya.

Aku hanya melihat ibu Claura, dia terlihat sangat muda, memakai baju Cheongsam ketat, kulitnya terawat dengan baik, kalau dibilang kakak Claura aku pasti percaya.

Claura memperkenalkanku kepada ibunya, dan mengatakan  aku tuli, tidak nyaman untuk berkomunikasi, tapi orangnya sangat baik, bahkan dulu pernah menyelamatkan hidupnya, memiliki tanggung jawab, dan mengatakan dia sangat menyukaiku, Claura berharap ibu menyetujuinya.

Ibu Claura menatapku dari ujung kepala hingga ujung kaki, seolah melihat sebuah mainan.

Mereka kira aku benar-benar tidak bisa mendengar, lalu berkomunikasi dengan sembarangan, hingga akhirnya ibunya mengatakan tampangku lumayan ganteng, tubuhku kekar, hanya saja tuli.

Claura mengatakan dia suka padaku karena tidak bisa mendengar, dan tidak bisa berbicara, dengan begitu Claura bisa mempunyai waktu me time lebih banyak, ibunya juga tidak mengatakan apa-apa, seolah telah menyetujui.

Ketika kita makan bersama, ibunya diam-diam melirikku, seolah masih mengamati dan mengujiku.

Satu minggu kemudian, aku dan Claura menikah, kita tidak mengadakan pesta pernikahan yang meriah, hanya upacara pernikahan yang sederhana, lebih kurang ada sekitar sepuluh kerabat yang datang, mungkin karena takut banyak orang tahu aku tuli, dan merasa malu.

Malam harinya, aku dan Claura masuk ke kamar pengantin.

Claura mengetik di Hp, menyuruhku mandi, lalu aku pergi mandi tergesa-gesa, setelah itu gantian Claura yang pergi mandi, dan aku menunggunya di tempat tidur.

Setelah keluar dari kamar mandi, Claura hanya mengenakan sepotong piyama renda ungu, itu membuatku malu, walaupun kami sudah menikah, aku merasa ada perasaan yang kurang atau ada sesuatu yang sama sekali tidak bisa dilepaskan.

Dengan cepat dia pergi ke tempat tidur dan melepas piyamanya.

Tepat saat ini, dia tiba-tiba mematikan lampu, lalu menarik selimut, menutupi tubuh kita. Dia perlahan-lahan menunjukkan Hp padaku, dia mengetik memo: Ibuku memasang CCTV di kamar, harap kerja sama.

Aku yang melihat ini sedikit bingung, apa artinya ini?

Dan dengan cepat Claura membuka memo berikutnya, kali ini sebuah paragraf panjang, setelah membacanya aku mengetahui apa yang terjadi.

Claura mengatakan alasan dia menikah denganku hanya untuk mengatasi ibunya saja, sebenarnya Claura bermaksud untuk tidak menikah seumur hidup. Dan dulu dia pernah mencari pacar palsu untuk membohongi ibunya, tapi ketahuan, jadi ibunya sudah tidak percaya padanya, oleh karena itu Claura mencari aku yang alim dan tuli untuk menikah, karena aku disabilitas, tidak begitu ada kemungkinan merusak hidupnya.

Ibu Claura memasang kamera di kamar untuk memastikan Claura tidak menipunya kali ini, ibunya hanya ingin melihat apakah kita akan tidur sekamar atau apa, karena ibunya sangat ingin menimang cucu.

Melihat ini, seluruh tubuhku lemas, wanita cantik seperti Claura bagaimana mungkin bisa menyukaiku, ternyata semua ini hanya sebuah trik, aku tidak lain hanyalah sebuah mainan.

Tiba-tiba aku merasa sedih dan rendah diri.

Tapi pada saat ini, Claura tiba-tiba melototiku lagi, menyuruhku untuk bekerja sama dengannya……

Kira-kira setelah setengah jam kemudian kita baru selesai.

Setelah itu, Claura bangkit dan mengenakan piyama ungu, duduk di ujung tempat tidur, menyalakan sebatang rokok panjang. Dan aku memasukkan kepalaku ke dalam selimut tidak berani keluar.

Mungkin pasang surut kehidupan seseorang datang terlalu cepat, air mata berkumpul di mata, tapi pada akhirnya aku berhasil menahannya untuk tidak menangis, aku hanya berpikir, apakah sepanjang hidupku akan seperti ini, tidak ada kesempatan untuk menjadi pria sejati? Bahkan tidak bisa menyentuh istri sendiri?

Tapi aku juga tidak berani membayangkannya, hingga akhirnya malam itu dilewati dalam keheningan.

Beberapa hari berikutnya, Claura tidak pergi bekerja, mungkin karena sedang cuti nikah, dan karena aku tuli, Claura tidak begitu banyak bicara denganku. Hari-hari yang kulewati sangat sederhana, setiap hari membersihkan rumah, merawat dan menyiram bunga, meskipun tampak santai, tapi aku merasa sangat membosankan, apa daya aku hanya seorang menantu yang dinikahi anak perempuannya, aku yang menikah dengan keluarganya.

Seminggu kemudian, cuti nikah Claura habis, dia kembali bekerja, dan hidupku masih tetap membosankan, setiap hari didalam kamar tidak keluar, karena takut ibu Claura masih mengamatiku.

Ku pikir seumur hidupku hanya akan seperti ini, meskipun santai, tapi setidaknya normal, aku tidak habis pikir, ini hanya awal mula dari penghinaanku dimulai.

Malam itu, ketika aku sedang menonton TV di lantai atas, tiba-tiba aku mendengar pertengkaran dilantai bawah antara Claura dan ibunya, tampaknya Claura baru kembali setelah liburan.

Aku mendengar ibu Claura menanyakannya: “Claura, sebenarnya kamu sudah hamil belum?”

Claura menjawab dengan tidak senang: “Belum, mana ada begitu gampang, aku curiga Alwi tidak bisa. Sekarang aku tidak ada waktu, tunggu cuti tahunan, ku bawa Alwi pergi periksa.”

Mendengar ini, otakku terbodoh, kamu yang sama sekali tidak membiarkanku menyentuhmu, malah mengatakanku tidak bisa!

Pada saat itu, Alwi merasa malu dan bersalah, serta ingin keluar memberitahu ibunya, semua ini hasil rekayasa Claura untuk menipumu, tapi Alwi tidak berani, karena takut kehilangan kehidupannya yang sekarang.

Baca lebih lanjut....

Rabu, 18 Desember 2019

Pak Bagus

*"Pak Bagus"*

Ada seorang teman, Pak Bagus namanya.

Beliau adalah seorang guru yang sangat ceria, menyenangkan dan kocak.

Siapapun yang berada di dekatnya merasa gembira ria.

Keunikannya adalah bahwa ia selalu berkata, "Bagus itu!" untuk segala hal. Di matanya segalanya adalah karunia.

Hujan?
"Bagus itu, banyak berkah, saatnya berdoa"

Sakit?
"Bagus itu, saatnya untuk beristirahat"

Tidak naik kelas?
"Bagus itu, jadi kamu bisa belajar lebih dalam"

Dipecat?
"Bagus itu, saatnya belajar sungguh-sungguh menjadi pengusaha"

Di sisi lain ia perfeksionis luar biasa. Ia bisa melihat kesalahan sampai titik koma sekalipun. Bedanya dengan guru lain, ia tak pernah marah hanya gara-gara kurang titik koma. Ia akan dengan sangat teliti memberikan masukan.
"Tulisan kamu bagus. Kamu cukup kritis dan analitis. Supaya lebih sempurna, coba pelajari bagaimana kamu bisa menyusun kata-kata agar lebih meyakinkan. Bagus itu, kamu jadi tahu dan bisa belajar lebih baik lagi."

"Bagus itu" tak pernah ketinggalan.

Baginya semua muridnya punya perjalanannya masing-masing. Tak ada yang bodoh, tak ada yang kurang ajar.

 Semua "bagus" dan bisa dibantu untuk "lebih bagus lagi." Di sinilah perannya sebagai seorang guru, untuk memberdayakan muridnya agar bisa mengeluarkan potensi terbesarnya.

Sebagai guru ia memilih untuk menjadi fasilitator, bukan instruktur. Ia memilih untuk bertanya, dan bukan memerintah. Ia memberdayakan, bukan mengoreksi.

Hal yang sama dilakukannya juga untuk semua temannya.
Tak ada korban gossip di matanya, karena semua orang "bagus" dan "hebat."
Ia bisa melihat kebaikan dari semua hal-hal sampai yang terkecil.

Istrinya, anaknya, teman-temannya, semua adalah berlian-berlian dalam hidupnya yang benar-benar disyukurinya.
Tak ada yang buruk, semua bagus.

Pak Bagus tak bisa dibilang ganteng, tapi melihat wajahnya semua orang merasa teduh. Wajah yang senyum terus.

Ia tak bisa dibilang kaya raya, tapi ia selalu sejahtera, selalu bisa berbagi dan menjadi tangan di atas.

Rejekinya adaaaaa saja. Seakan keberuntungan selalu ada di pihaknya. "Hoki" kalau kata orang.

Ia jarang sakit, dan keluarganya pun jarang sakit. Jadi hemat sekali mereka sebagai keluarga.

Itulah dia Pak Bagus, sebuah karunia bagi semua yang ada di sekitarnya.

Karena kita semua tak bisa mengeluh, tak bisa bergossip, tak bisa marah, karena semua dijawab dengan, "Bagus itu!"

Dan teman-temannya yang sudah siap mengeluh pun jadi berfikir, "Ia juga ya. Keluhanku itu sebenarnya bagus. Kenapa nggak terfikir kemarin-kemarin ya?"

Nah, teman-teman, kalau ada yang mau mengeluh, bayangkan ada Pak Bagus di samping dan langsung saja bilang, "Bagus itu." Kata Itu dulu.

Nanti otak kita akan langsung mencerna dan mencari "bagusnya" di mana. Otak pintar kok. Ia akan menyesuaikan diri pada kata-kata kita.

Kalau ada yang mau gossip dekat kita, gossipin orang yang suka marah-marah. Langsung jawab, "Dia suka marah-marah? Bagus itu. Jadi kita tahu dimarahin itu nggak enak maka sebaiknya kurangilah kemarahan kita pada orang lain. Sekarang kamu punya jalan dapat pahala kan?"

Kalau ada yang kesal gara-gara kehilangan barang, "Bagus itu. Siapa tahu kamu kurang sedekah. Bagus cuma kehilangan barang itu. Kalau hidupmu yang diambil, gimana?"

Ada yang nangis baru diputusin,
"Bagus itu. Kamu bisa mendapatkan orang yang lebih baik lagi."

Semua bagus/Ada Hikmahnya...

Karena semua kejadian terjadi sebagai akibat atas perbuatan kita sendiri, dan semua mengajarkan kepada kita untuk menanam kebajikan, agar kita memanen kebajikan pula.

Kita saja yang seringkali sulit mencari hikmah di balik semua kejadian.

Semua orang pun baik apa adanya, karena di dalam diri semua orang, bersemayamlah Sang Maha Bagus.

Semua yang hadir dalam kehidupan kita memberi pelajaran, agar kita bisa lebih bagus lagi dalam hidup, lebih dekat lagi dengan sesama kita, dan bersedia mempersembahkan yang paling bagus buat sesama kita.

Semua bagus. Semua indah. Semua Ada Hikmahnya.

Selamat beraktivitas dan menjadi bagus.

Minggu, 15 Desember 2019

Saat Mereka Besar Nanti

_*Saat anak-anak mulai beranjak dewasa rumah akan terasa kosong dari keadaan yang berantakan, kacau dan menjengkelkan akan berubah menjadi kenangan yang tak pernah terlupakan*_

Tidak akan pernah lagi mendapati coretan-coretan lucu di atas dinding rumah atau apapun tempelan-tempelan atau gambar-gambar yang penuh dengan warna-warni di atas pintu kulkas saat anak-anak mulai dewasa.

Saat mereka besar nanti, kita tak kan lagi mendapati riuhnya anak-anak saat kita duduk-duduk untuk membaca kitab favorit kita, tak kan lagi ada anak kita yang kecil datang untuk kita usap wajahnya atau anak perempuan kecil kita melompat, memeluk kita dengan penuh cinta atau salah satu diantara mereka meletakkan tangannya yang basah di atas lembaran-lembaran buku kita.

Kita tidak bisa lagi mendapati sandwich sekolah di bawah kasur atau sisa-sisa tinta pena berserakan di atas meja kerja, atau biji jeruk bertaburan di lantai kamar.

Saat mereka besar nanti, sungguh kita tak akan pernah mendapati mereka bermain dengan mainan favoritnya di handphone kita atau yang tiba-tiba saja mengagetkan kita dengan pesan itu (maaf telah menghabiskan pulsa/kuota bunda) saat ngobrol bersama mereka.

Saat mereka besar nanti, sungguh kita tak kan pernah lagi mendengar teriakan mereka tentang perdebatan mereka siapa yang masuk pertama ke kamar mandi atau meminta siapa yang berdiri didepannya untuk buru-buru keluar pindah ke belakang, semua itu membuat kita tertawa bahagia saat mendengar obrolan mereka.

Saat mereka besar nanti tidak akan pula kita mendapati salah satu dari mereka masuk ke kamar kita dipertengahan malam, terbangun dari tidurnya takut akan mimpi buruk, mereka menganggap tempat tidur ayah dan ibunya tempat paling aman bagi mereka dan punggung ayah dan ibunya naungan bagi kepala-kepala mereka.

Saat mereka besar nanti, kita tak lagi merasa khawatir atau jalan terburu-buru saat berjalan di supermarket ketika anak-anak kita berjalan di bagian manisan (permen) atau mainan-mainan kesukaannya.

Saat mereka besar nanti, kita tahu bahwa kehidupan kelak akan berubah. Mereka kelak akan meninggalkan kehidupan kita, dan rumah akan berubah menjadi tenang, sedangkan kita tahu yang demikian tidaklah menjadikan kita senang selamanya, akan tetapi ketika mereka kembali kepada kita dengan anak-anak mereka maka akan terkenang kembali  kenangan-kenangan masa lalu dan kita serasa hidup untuk yang kedua kalinya.

Saat mereka besar nanti, entah berapa kali kita telah mewarnai diri kita dengan banyak menghukum mereka saat mereka kecil sedang mereka tak tahu alasan hukuman tersebut dan hati kita menangis sembari memandang wajah mereka dan mencium mereka, saat kita merenungi kejadian-kejadian semua itu tanpa terasa air mata kita pun mengalir.

Nikmatilah saat-saat bersama mereka disetiap detiknya, sungguh kejadian-kejadian hari ini kelak akan menjadi kenangan dimasa mendatang. Nikmatilah saat-saat bersama mereka dengan mendidik anak-anakmu  karena yang demikian itu merupakan sebaik-baik pengalaman.

Nikmatilah saat-saat bersama mereka sebelum mereka beranjak dewasa dan mereka sibuk dengan dunianya sendiri ( keluarga kecilnya).
Maka sekecil apapun nilai yang engkau nikmati saat-saat indah bersama mereka diwaktu kecil maka saat mereka besar pun engkau akan menikmati keindahan itu.

UNTUK PARA AYAH DAN IBU:

Hari ini.. anak-anak kalian berusaha berbicara bersama kalian, dan besok boleh jadi engkau akan menunggu dari mereka satu kalimat saja, sedang engkau tak mendapatinya.

Hari ini.. mereka menyeka keringatmu dan duduk di sebelah Kalian dan mereka suka diajak pergi kemanapun bersama kalian, adapun besok maka engkau akan mendapati mereka merasa terganggu apabila kalian mengurangi waktu kosong mereka atau kalian masuk dalam dunia mereka dan kebanyakan mereka menolak untuk keluar bersama kalian.

Hari ini.. hati-hati mereka seluruhnya untuk kalian, adapun besok maka hati-hati mereka untuk selain kalian, terlebih jika kalian tidak pernah meninggalkan disisi mereka 'kenangan' indah saat mereka kecil.

NASIHAT UNTUKKU DAN UNTUKMU:

Penuhilah dan isilah 'tabungan' (kenangan-kenangan) indah sebanyak-banyaknya pada hati mereka saat mereka kecil, niscaya mereka akan meniru untukmu saat mereka besar nanti.

Anak-anak adalah amanah dan tanggung jawab yang tidak semua orang mampu memikulnya, maka bertakwalah dan minta kepada Allah agar dimudahkan dalam mendidik anak-anak dan jangan pernah menyia-nyiakan amanah tersebut karena kelak akan dimintai pertanggung jawaban di hadapan Allah.

Asy-Syaikh Abdurrahman as-Sa'dy rahimahullah berkata:

أولى الناس بِبرِّك وأحقهم بمعروفك أولادك، فإنهم أمانات جعلهم الله عندك.

"Manusia yang paling utama mendapatkan kebaikanmu dan paling berhak mendapatkan perbuatan ma'rufmu adalah anak-anakmu, karena sesungguhnya mereka adalah amanah yang Allah letakkan di sisimu."
[Bahjatu Qulubil Abrar, hlm. 197]

( .. رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ )

 "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri". [Al Ahqaf: 15]


Dibantu share oleh : www.mediasisumut.blogspot.com

In Memoriam Sulastomo Pak Tom dan HMI di Tengah Ancaman PKI

Syaefudin Simon

Apa jadinya HMI tanpa Pak Tom?  Pertanyaan itu penting, mana kala kita mengenang “perjuangan” tanpa lelah dan riskan Pak Tom di saat-saat Indonesia berada dalam kegentingan amat berbahaya  akibat tekanan PKI.

Pak Tom – panggilan akrab Dr. Sulastomo, MPH yang wafat Jumat siang (13/12/019)  dalam usia 80 tahun – adalah tokoh Islam yang semasa mudanya hidup dalam “nafas tambahan” akibat tekanan, manuver, dan fitnah PKI. Sebagai Ketua Umum PB HMI antara tahun 1963-1966 – kita bisa membayangkan, betapa sulitnya mempertahankan eksistensi organisasi mahasiswa Islam yang amat dibenci PKI itu. Dalam berbagai pawai akbarnya, baik di Jakarta maupun di kota-kota besar lain, PKI selalu mengumandangkan: Bubarkan HMI!  Bubarkan HMI!

Saat itu, Bung Karno sangat dekat dengan PKI.  Hampir setiap tuntutan PKI, diterima Bung Karno. Organisasi mahasiswa yang berafiliasi dengan PKI – CGMI (Consentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia) jadi anak  emas Bung Karno. Celakanya “si anak emas” itu merengek-rengek kepada Bung Karno agar membubarkan HMI.

Sulastomo tahu, bagaimana kebencian PKI terhadap HMI. Mahasiswa Fakultas Kedokteran UI tersebut -- kata KH Amidhan, teman dekat Sulastomo di HMI – nyaris tak pernah tidur di saat-saat kritis menjelang meletusnya Gestapu. Amidhan mengaku pernah diajak Sulastomo menemui tokoh-tokoh Islam dan militer anti-PKI di tengah situasi yang mencekam di Jakarta beberapa hari setelah meletus peristiwa G30S PKI.

Dalam kegilasahannya melihat kebencian PKI terhadap HMI, Tom, kata Amidhan, punya strategi jitu. Untuk mencegah Bung Karno membubarkan HMI, Tom muda menjalin persahabatan dengan KH Saifudin Zuhri  (Menteri Agama saat itu) dan Dr. Subandrio (orang kepercayaan Bung Karno, Ketua Badan Pusat Intelejen atau BPI). Tom tahu, dua tokoh itu dekat sekali dengan Bung Karno.

Konon, saat itu, tak ada yang ditakuti Bung Karno – termasuk Amerika sekali pun – kecuali tokoh-tokoh NU. Tanpa dukungan NU, Bung Karno  tak berani melangkah. NU yang memberikan gelar “waliyul amri  dharuri bis-syaukah (pemegang kekuasaan negara darurat) kepada Bung Karno, menjadikan Sang Pemimpin Besar Revolusi makin “terikat” dengan jebakan politik Nahdhiyyin. Sedangkan Dr. Subandrio, adalah orang kepercayaan Bung Karno yang telah teruji kesetiaannya. Bung Karno sangat mempercayai Dr. Subandrio, sehingga mengangkatnya sebagai ketua BPI yang membawahi seluruh jaringan intelejen baik di sipil maupun militer.

Sulastomo muda yang cerdik, sengaja mempererat silaturahmi dengan dua tokoh itu. Ketika yel-yel PKI “Bubarkan HMI” makin membahana, Tom muda mohon kepada kedua beliau   agar mempengaruhi Bung Karno untuk tidak memenuhi permintaan PKI. Ketika PKI mendesak Bung karno agar membubarkan HMI, Subandrio benar-benar memenuhi permintaan Tom muda. Subandrio menyarankan Bung Karno agar tidak membubarkan HMI. Alasannya, nanti umat Islam marah. Sedangkan Saifuddin Zuhri – tokoh NU yang saat itu jadi Menteri Agama – berani menantang Bung Karno.

“Kalau Presiden membubarkan HMI, hari ini juga saya mundur dari kabinet.”  Konon, Bung Karno terkejut melihat keberanian Saifuddin Zuhri membela HMI. Ancaman KH Saifuddin Zuhri membuat Bung Karno berpikir dua kali mengabulkan tuntutan PKI untuk membubarkan HMI. Sebab jika Saifuddin Zuhri mundur dari Kabinet, itu artinya sama dengan  NU tidak lagi mendukung Bung Karno. Secara politik ini membahayakan. Akhirnya Bung Karno memetuskan: menolak permintaan PKI untuk membubarkan HMI.

Tom menang! Dan itulah jasa terbesar Tom muda  dalam memperjuangkan Islam di Indonesia. Nurchlolish Madjid yang menggantikan Tom di HMI setelah kepemimpinannya, memuji peran Sulastomo yang gagah dan cerdik itu. Tanpa keberanian dan diplomasi yang handal dari Sulastomo, kata Nurchlolish Madjid – mungkin HMI hanya tinggal kenangan!

Tom adalah tokoh mahasiswa yang terlibat langsung dalam hiruk pikuk politik menjelang peristiwa G30S PKI. Ia tak hanya berhasil menyelamatkan HMI, tapi juga menjadi saksi perjuangan rejim Orde Baru dalam menyelamatkan Indonesia dari cengkeraman PKI. Tom, di samping membangun relasi dengan ulama, juga dengan militer yang anti-PKI, terutama dengan  Jenderal Soeharto.

Pak Tom di hari tuanya, seperti diceritakan Amidhan, sahabat dekatnya – merasa heran, kenapa generasi muda Indonesia antipati terhadap Pak Harto yang menyelamatkan Indonesia dari kremusan PKI. Fitnah-fitnah terhadap Pak Harto yang menyatakan Jenderal Bintang Lima itu terlibat dalam kup deta – sangat merisaukan Pak Tom.  Kenapa ada orang lebih mempercayai Cornell Paper yang menyatakan Peristiwa Gestapu adalah akibat konflik internal Angkatan Darat ketimbang pengkhianatan PKI? Aneh bin ajaib! -- ujar Pak Tom yang tahu banyak peristiwa G30S PKI. Beliau heran terhadap sikap para pengamat yang tak terlibat langsung pada tragedi itu  menyalahkan Pak Harto.

Tahun 1955,  pada Pemilu demokratis pertama, PKI (Partai Komunis   Indonesia) berada di empat besar partai pemenang Pemilu. Setelah itu, perkembangan PKI sangat cepat. Kedekatannya dengan penguasa dan janji-janjinya yang memukau rakyat kecil – terutama pembagian tanah secara merata – menjadikan PKI seperti penyelamat untuk kehidupan petani miskin. Di pihak lain, kaum buruh menatap masa depannya penuh harap. Karena PKI menjanjikan, jika ia menguasai negara, buruh bukan lagi pekerja di pabrik; tapi pemilik pabrik itu sendiri. Buncahan harapan itulah yang menjadikan wong cilik tertarik  PKI.

Perjalanan PKI dengan ideologi marxisme- materialisme  yang  atheistis ini,  ternyata  berhasil memukau   rakyat kecil. Bahkan Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno menempatkan komunisme dalam narasi besar Nasakom (Nasionalisme, Agama, dan Komunisme). Nasakom adalah tiga pilar yang -- menurut Bung Karno -- harus menjadi landasan pembangunan bangsa Indonesia. Ketiga pilar itu harus berjalan seirama.

Bagaimana fakta lapangannya? Komunisme sebagai ideologi PKI, tak hanya bertentangan dengan prinsip kaum agamawan yang ber-Tuhan, tapi juga bertentangan   dengan   prinsip   kaum   nasionalis yang menempatkan Pancasila sebagai   ideologi negara. Dengan demikian, integrasi Nasakom sulit terjadi. Yang mengejutkan kemudian, Nasakom jadi “instrument” PKI untuk memojokkan musuh-musuh politiknya. Dengan mudah, PKI mengecap musuh- musuh politiknya sebagai kaum Anti-Nasakom. Jika sudah demikian, negara pun akan memojokkannya.

Tahun-tahun  yang  kacau  politik terus  bergulir. Posisi PKI dalam fragmen politik Indonesia terus naik. PKI   berhasil membujuk Presiden RI untuk membubarkan Partai Masyumi. Masyumi bubar. Lalu, PKI pun membujuk Presiden Soekarno untuk membubarkan  HMI.  Kali ini gagal.

 Saat itu, saya sebagai Ketua Umum PB HMI, jelas Pak Tom,  harus melakukan perlawanan terhadap propaganda PKI yang ingin membubarkan HMI di satu sisi; tapi di sisi lain, saya harus melakukan pendekatan terhadap elit politik di sekitar Bung Karno agar mendukung eksistensi HMI. Sampai peristiwa G30S PKI meletus, HMI tetap eksis. Kita semua sudah tahu, bagaimana dahsyatnya peristiwa   G30S   PKI.      Indonesia   nyaris   hancur dan dikuasai partai komunis itu. Hanya karena pertolongan Allah kepada bangsa Indonesia, PKI gagal mencengkeram ibu pertiwi.

Satu Oktober 1965.   Soeharto, yang saat itu Panglima Kostrad (Komando Strategi Angkatan Dara,t) bergerak cepat. Obyek-obyek vital seperti Radio Republik Indonesia (RRI) dan Lanud Halim Perdanakusuma segera direbut kembali setelah sebelumnya dikuasai PKI. Begitu juga Makodam (Markas Komando Daerah Militer) dan Makorem (Markas Komando Resort Militer). Sampai akhirnya Presiden Soekarno mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar)   untuk dipergunakan Jenderal Soeharto mengendalikan keamanan di seluruh wilayah Indonesia.

Melalui “kekuasaan” Supersemar itulah, pada tanggal 12 Maret 1966, Jenderal Soeharto membubarkan PKI dan ormas- ormasnya. Peristiwa G30S PKI menimbulkan luka mendalam bagi bangsa Indonesia. Korbannya mencapai ratusan ribu jiwa melayang, bahkan jutaan. Dan korban terbanyak adalah orang-orang PKI. Kenapa? Karena PKI adalah penyebab kekacauan itu. PKI adalah  inisiatornya.

Belakangan, ada pihak-pihak yang menggugat dan mempertanyakan kembali, kenapa peristiwa G30S PKI terjadi? Kenapa orang-orang PKI dibunuh? Bukankah mereka tidak bersalah?

"Saya ingin menjelaskan, bagaimana  peristiwa  G30S  PKI  terjadi.  Soalnya saat ini muncul berbagai macam teori terjadinya gerakan makar tersebut, sehingga membingungkan publik. Terutama generasi Pasca-G30S. Generasi ini terpapar  teori-teori spekulatif tentang munculnya tragedi PKI. Terbitnya buku-buku yang menyalahkan Militer  Angkatan  Darat,  Soeharto,  dan  Islam  di satu sisi; kemudian menganggap PKI sebagai pihak tak bersalah di sisi lain – makin membingungkan generasi muda. Khususnya Generasi Milenial yang lahir   tahun 1980-2000-an dan setelahnya,"  ungkap Soelastomo

Dalam sebuah tulisannya menyambut buku "1000 Hari PKI Mencekam Yogya" karya Amidhan Shaberah dan Syaefudin Simon, Sulastomo memberi kata pengantar sebagai berikut:

Saya saat itu Ketua PB HMI (1963-1966) dan dekat dengan sejumlah elit militer dan politik Pusat yang terlibat langsung dalam fragmen G30S PKI. Saya mencoba menganalisis teori-teori, kenapa peristiwa G30S PKI   terjadi? Siapa pelakunya dan siapa pula yang paling bertanggungjawab? Ada lima teori.

I. Teori  Pertama:  Peristiwa  G30S  PKI  adalah Persoalan   Intern   TNI/Angkatan   Darat.   Teori ini,         terpatahkan dengan Dekrit No.1 Dewan Revolusi. Dekrit ini   menyatakan bahwa G30S PKI mempunyai jangkauan kekuasaan yang sangat jauh. Ia tidak hanya menyingkirkan Dewan Jenderal yang melakukan kudeta terhadap Bung Karno, tapi juga sebuah gerakan perebutan kekuasaan. Hal ini dapat disimpulan dari Dekrit No.1 Dewan Revolusi itu sendiri. Yaitu (1) Bahwa Dewan Revolusi akan dibentuk seluruh Indonesia dan akan merupakan sumber segala kekuasaan. (2) Bahwa  Kabinet       Dwikora       dinyatakan  demisioner.       (3) Nama  Sukarno  tidak  masuk  dalam  Dewan Revolusi.

II. Teori Kedua: Kudeta Soeharto terhadap Sukarno. Sekilas teori tersebut sangat logis. Namun apa yang terjadi tidak sesederhana teori itu. Proses pergantian kepemimpinan berjalan sangat alot bahkan melelahkan. Sebabnya, karena Pak Harto saat itu belum siap atau bahkan tidak bersedia untuk mengganti Presiden Soekarno. Pak Harto sebenarnya sangat loyal kepada Bung Karno. Sanggahan saya didukung dengan gambaran fakta saat itu, bagaimana Pak Harto mendapat dukungan penuh semua elemen bangsa (militer, birokrat, masyarakat, dan rakyat). Mereka mendorongnya   untuk “mengganti” Presiden Sukarno pada tahun 1967 dan 1968.

III. Teori Ketiga: G30S adalah rekayasa Soekarno. Saya menolak teori ini dengan 7 butir sanggahan. (1) Bung    Karno    sangat    berhati-hati   dengan berbagai isu yang memicu terjadinya G30S, khususnya isu Dewan Jenderal dan Dokumen Gilchrist. (2) Pada  tanggal  1  Oktober  1965  Bung  Karno diagendakan menerima Jenderal Ahmad Yani. Namun pertemuan itu gagal karena terjadi peristiwa G30S. Pertemuan itu juga tidak mustahil dimaksudkan untuk mengecek isu Dewan Jenderal. (3) Apa  yang  terjadi  pada  tanggal  1  Oktober, sangat mengejutkan Bung Karno (Compleet Overrompeling). Ketika berada di Air Mancur Monas hendak ke Istana pada pagi hari tanggal 1 Oktober, Bung Karno tidak tahu   peristiwa apa yang terjadi. (4) Di   Lanud   Halim   Perdanakusuma,   setelah menerima   laporan   dari   Brigjen   Supardjo, Bung Karno menolak memberikan dukungan kepada G30S. Sikap Bung Karno ini, salah satu faktor yang menyebabkan gagalnya G30S. (5) Dekrit   No.1   Dewan   Revolusi   sangat   jelas menggambarkan sebagai kudeta, sebab Kabinet Dwikora di-demisioner-kan dan nama Bung Karno tidak ada dalam susunan Dewan Revolusi. Sementara Dewan Revolusi sumber dari segala kekuasaan. (6) Tidak  benar  bahwa  Bung  Karno  menerima laporan dari Letkol Untung (Ketua Dewan Revolusi Nasional) melalui seorang utusan ketika sedang berada di Istora Senayan. (7) Dari aspek sifat dan kepribadian, Bung Karno adalah seorang humanis, yang tidak mungkin menyetujui tindak kekerasan untuk mencapai ambisi pribadi.

IV. Teori Keempat: G30S adalah konspirasi DN Aidit/ Sukarno dan Mao Ze Dong. Teori ini menimbulkan pertanyaan dan keraguan. (1) Informasi  yang  tidak  akurat  tentang  sakitnya Bung Karno pada  4 Agustus 1965 yang diterima DN Aidit. Tidak benar hari itu Bung Karno collaps (pingsan) sebagaimana berita atau rumor saat itu. (2) Benarkah  ada  “kesepakatan”  antara  DN  Aidit, Bung Karno, dan Mao Ze Dong bahwa akan dibentuk Kabinet Gotong-Royong dan Bung Karno bersedia “istirahat”di Swanlake, Cina? Berita itu  sangat sulit dipercaya karena  seorang pejuang besar seperti Bung Karno bersedia “istirahat” ketika bangsanya masih memerlukan dirinya. (3) Jadi berita atau teori nomor dua adalah imajiner. (4) Meskipun DN Aidit dan Bung Karno   berada di Halim Perdanakusuma, namun kedua orang itu tidak sempat  bertemu. Suatu hal yang sangat tidak logis, apabila keduanya telah menyepakati sebuah “komitmen” bersama.

V. Teori kelima: G30S adalah provokasi asing. Teori ini lemah. Karena tidak mungkin intelejen lalai dan kecolongan di saat kritis pada peristiwa besar. Saat itu, Dr. Subandrio adalah Ketua BPI (Badan  Pusat  Intelegen) yang pasti lebih tahu apa  yang  terjadi  di  negara  ini.  Demikian  juga isu Dokumen Gilchrist dan Dewan Jenderal.  BPI tidak memberikan klarifikasi autentik.

Dokumen Gilchrist  (Gilchrist document) adalah sebuah dokumen yang dahulu banyak dikutip surat kabar era tahun 1965-an. Dokumen Gilchrist  sering digunakan untuk mendukung argumen keterlibatan Blok Barat dalam penggulingan Soekarno di Indonesia. Namun dokumen tersebut kemungkinan besar palsu atau sebenarnya tidak ada. Dokumen ini, konon,  sebenarnya berasal dari sebuah telegram dari Duta Besar Inggris di Jakarta yang bernama Andrew Gilchrist. Telegram ini  ditujukan kepada Kantor Kementerian Luar Negeri Inggris. Konon, isinya, berupa rencana gabungan intervensi militer AS-Inggris di Indonesia. Pertama kali keberadaan dokumen  diumumkan oleh Soebandrio, Menteri Luar Negeri Indonesia saat itu, dalam perjalanannya ke Kairo, Mesir.  Soebandrio adalah  kepala Biro Pusat Intelijen (BPI). BPI  merupakan lembaga super karena mengendalikan kesatuan intel di tiga angkatan (kepolisian negara, kejaksaan, dan intelijen Hankam).  Setibanya di Kairo, Kedutaan Besar AS berusaha mendapatkan foto salinan dokumen tadi. Setelah diteliti, ternyata dokumen tersebut palsu. Di kemudian hari, seorang agen rahasia Cekoslowakia bernama Vladislav Bittman yang membelot ke Barat tahun 1968 menyatakan bahwa biro agensinya-lah yang melakukan pemalsuaan dokumen Gilchrist. Tujuannya untuk melindungi nama PKI sekaligus menjatuhkan AS.

Dari gambaran di atas, kita bisa menyimpulkan: siapa dalang Peristiwa G30S yang nyaris meruntuhkan NKRI dan Pancasila tersebut. Jelas: PKI  sendiri. Itulah penjelasan Pak Tom – Ketua Umum PB HMI – yang terlibat langsung dalam hiruk pikuk tragedi G30SPKI dan aktif mencari informasi, siapa dalang peristiwa yang nyaris menghancurkan Indonesia itu.

Selamat Jalan Pak Tom untuk memenuhi panggilan Sang Pencipta. Rakyat Indonesia akan selalu mengenang jasa-jasa Pak Tom yang tak terkira besarnya dalam berjuang menyelamatkan umat, khususnya HMI, dari  kekejaman PKI.

Jumat, 06 Desember 2019

Menegakkan Harga Diri Bangsa

Menegakkan harga diri bangsa demi kekayaan hutan Indonesia lestari. sudah puluhan tahun bangsa ini di jajah ke daulatan hutan nya. Kalangan yang katanya intelek tual bersatu meminta sedekah menjual kehancuran hutan ini. kalau di perkirakan dana minta sedekah tadi bisa buat hutan louser 2 kali lipat dari sekarang. Pertayaan nya dana sebanyak itu kalau hanya mempromosikan kehancuran hutan kita. Apa manpaat nya untuk bangsa ini, sampai saat ini kami masyarakat pinggiran louser belum tahu apa yang mereka buat sudah puluhan tahun. Begitu juga dengan binatang langka yang kita punya seperti Orang hutan,harimau dan yang lainya, sudah puluhan tahun dalam keadaan bahaya jadi dana yang begitu banyak di himpun kita sudah bisa buat rumah sakit hewan setiap kecamatan dan bisa menanam pohon buah untuk jutaan binatang tetapi saat ini orang hutan masih menjadi musuh masyarakat karena merusak tanaman  masyarakat, akibat kekurangan buah di hutan. belum lagi mereka menentukan apa yang harus kita lakukan seperti pusat rehabilitasi walau kita tau apa yang merekalakukan salah tetapi kita biar kan terus dan uang karbon yang sangat besar kenapa tidak diserah kan kepada negara sebagai pelak sana yang bisa ke uanganya bisa di pertanggung jawab kan. korupsi ini yang mereka promosi kan tetapi mereka sudah 32 tahun disini alam dan hutan kita tambah hancur .promosi yang mereka buat hanya kehancuran alam dan rusaknya mental anak bangsa. CUKUP saat nya negara berperan siapapun yang mau membantu harus masuk kas negara biar ada audit dan kalau mereka mau berbuat negara yang menentukan bukan mereka. untuk hutan tentu kami masyrakat pinggiran hutan yang tau solusi ,persoalan nya kami tidak pernah di libatkan, kami yang tau hutan kami. SAATNYA KITA BANGKIT SATU SUARA KAMI DILAUT KITA JAYA DI HUTAN KITA KAYA. kekayaan hutan kita bisa membangun bargening bisnis demi kepentingan negara.