Minggu, 15 Desember 2019

Saat Mereka Besar Nanti

_*Saat anak-anak mulai beranjak dewasa rumah akan terasa kosong dari keadaan yang berantakan, kacau dan menjengkelkan akan berubah menjadi kenangan yang tak pernah terlupakan*_

Tidak akan pernah lagi mendapati coretan-coretan lucu di atas dinding rumah atau apapun tempelan-tempelan atau gambar-gambar yang penuh dengan warna-warni di atas pintu kulkas saat anak-anak mulai dewasa.

Saat mereka besar nanti, kita tak kan lagi mendapati riuhnya anak-anak saat kita duduk-duduk untuk membaca kitab favorit kita, tak kan lagi ada anak kita yang kecil datang untuk kita usap wajahnya atau anak perempuan kecil kita melompat, memeluk kita dengan penuh cinta atau salah satu diantara mereka meletakkan tangannya yang basah di atas lembaran-lembaran buku kita.

Kita tidak bisa lagi mendapati sandwich sekolah di bawah kasur atau sisa-sisa tinta pena berserakan di atas meja kerja, atau biji jeruk bertaburan di lantai kamar.

Saat mereka besar nanti, sungguh kita tak akan pernah mendapati mereka bermain dengan mainan favoritnya di handphone kita atau yang tiba-tiba saja mengagetkan kita dengan pesan itu (maaf telah menghabiskan pulsa/kuota bunda) saat ngobrol bersama mereka.

Saat mereka besar nanti, sungguh kita tak kan pernah lagi mendengar teriakan mereka tentang perdebatan mereka siapa yang masuk pertama ke kamar mandi atau meminta siapa yang berdiri didepannya untuk buru-buru keluar pindah ke belakang, semua itu membuat kita tertawa bahagia saat mendengar obrolan mereka.

Saat mereka besar nanti tidak akan pula kita mendapati salah satu dari mereka masuk ke kamar kita dipertengahan malam, terbangun dari tidurnya takut akan mimpi buruk, mereka menganggap tempat tidur ayah dan ibunya tempat paling aman bagi mereka dan punggung ayah dan ibunya naungan bagi kepala-kepala mereka.

Saat mereka besar nanti, kita tak lagi merasa khawatir atau jalan terburu-buru saat berjalan di supermarket ketika anak-anak kita berjalan di bagian manisan (permen) atau mainan-mainan kesukaannya.

Saat mereka besar nanti, kita tahu bahwa kehidupan kelak akan berubah. Mereka kelak akan meninggalkan kehidupan kita, dan rumah akan berubah menjadi tenang, sedangkan kita tahu yang demikian tidaklah menjadikan kita senang selamanya, akan tetapi ketika mereka kembali kepada kita dengan anak-anak mereka maka akan terkenang kembali  kenangan-kenangan masa lalu dan kita serasa hidup untuk yang kedua kalinya.

Saat mereka besar nanti, entah berapa kali kita telah mewarnai diri kita dengan banyak menghukum mereka saat mereka kecil sedang mereka tak tahu alasan hukuman tersebut dan hati kita menangis sembari memandang wajah mereka dan mencium mereka, saat kita merenungi kejadian-kejadian semua itu tanpa terasa air mata kita pun mengalir.

Nikmatilah saat-saat bersama mereka disetiap detiknya, sungguh kejadian-kejadian hari ini kelak akan menjadi kenangan dimasa mendatang. Nikmatilah saat-saat bersama mereka dengan mendidik anak-anakmu  karena yang demikian itu merupakan sebaik-baik pengalaman.

Nikmatilah saat-saat bersama mereka sebelum mereka beranjak dewasa dan mereka sibuk dengan dunianya sendiri ( keluarga kecilnya).
Maka sekecil apapun nilai yang engkau nikmati saat-saat indah bersama mereka diwaktu kecil maka saat mereka besar pun engkau akan menikmati keindahan itu.

UNTUK PARA AYAH DAN IBU:

Hari ini.. anak-anak kalian berusaha berbicara bersama kalian, dan besok boleh jadi engkau akan menunggu dari mereka satu kalimat saja, sedang engkau tak mendapatinya.

Hari ini.. mereka menyeka keringatmu dan duduk di sebelah Kalian dan mereka suka diajak pergi kemanapun bersama kalian, adapun besok maka engkau akan mendapati mereka merasa terganggu apabila kalian mengurangi waktu kosong mereka atau kalian masuk dalam dunia mereka dan kebanyakan mereka menolak untuk keluar bersama kalian.

Hari ini.. hati-hati mereka seluruhnya untuk kalian, adapun besok maka hati-hati mereka untuk selain kalian, terlebih jika kalian tidak pernah meninggalkan disisi mereka 'kenangan' indah saat mereka kecil.

NASIHAT UNTUKKU DAN UNTUKMU:

Penuhilah dan isilah 'tabungan' (kenangan-kenangan) indah sebanyak-banyaknya pada hati mereka saat mereka kecil, niscaya mereka akan meniru untukmu saat mereka besar nanti.

Anak-anak adalah amanah dan tanggung jawab yang tidak semua orang mampu memikulnya, maka bertakwalah dan minta kepada Allah agar dimudahkan dalam mendidik anak-anak dan jangan pernah menyia-nyiakan amanah tersebut karena kelak akan dimintai pertanggung jawaban di hadapan Allah.

Asy-Syaikh Abdurrahman as-Sa'dy rahimahullah berkata:

أولى الناس بِبرِّك وأحقهم بمعروفك أولادك، فإنهم أمانات جعلهم الله عندك.

"Manusia yang paling utama mendapatkan kebaikanmu dan paling berhak mendapatkan perbuatan ma'rufmu adalah anak-anakmu, karena sesungguhnya mereka adalah amanah yang Allah letakkan di sisimu."
[Bahjatu Qulubil Abrar, hlm. 197]

( .. رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ )

 "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri". [Al Ahqaf: 15]


Dibantu share oleh : www.mediasisumut.blogspot.com

Tidak ada komentar: