Minggu, 18 Mei 2025

MENDAMBAKAN NEGERI YANG GEMAH RIPAH DAN BERKAH

by Zulkarnain Lubis Konon kabarnya ada sebuah negeri yang berada entah di antah berantah dan entah di bumi sebelah. Negeri ini punya pemandangan alam yang sangat indah, membentang sepanjang dan seluas negeri dengan alam, laut, gunung, dan hamparan aneka tumbuhan dan dengan tampilan pesona sejuta wajah. Kekayaan alam melimpah ruah, mulai dari perut bumi, hutan, dan air yang mestinya tak akan membuat hidup susah. Namun sayangnya negeri ini seakan tak bertuah, boleh jadi Allah seakan enggan memberi berkah, justru yang ada adalah hutang berlipat-lipat dan bertambah-tambah, rakyatnya semakin banyak yang hidup susah, kekayaan yang melimpah malah dikuasai oleh orang-orang serakah. Orang-orang berebut untuk menjadi penguasa dan saling memaksa untuk menjadi bagian dari yang memerintah. Pemerintahnya suka melanggar sumpah, gila disembah, dan tak suka disanggah. Penguasanya serakah, politisinya banyak berakhlak rendah, legislatifnya banyak yang perilakunya parah, pengusahanya banyak yang tukang hisap laksana lintah, premannya banyak dan nuraninya sekelas sampah, banyak pula yang serasa intelektual gagah, tambil dalam bungkusan jubah, dengan sederat gelar akademik megah, tapi diperoleh dengan cara salah, sehingga ilmunya tak sampai sepenggalah, karena sesungguhnya tak jelas apakah tamat sekolah atau mungkin tak pernah sekolah. Di negeri itu banyak penjahat yang tampak gagah padahal sesungguhnya adalah sampah dan etikanya rendah, mereka maling berjamaah, memanfaatkan penegakan hukum yang lemah dan pandai mencari celah. meraka adalah para begundal dan bedebah yang menguasai pemerintah atau justru bagian dari pemerintah. Mereka bisa duduk manis dengan wajah cerah, bersembunyi di balik sikap yang ramah, namun bisa juga dengan muka merah dan marah bahkan bisa membuat mangsanya berdarah-darah, ketika kedudukannya dan kepentingannya dijamah. Mereka siap tampil dalam debat dengan berbantah-bantah, adu argumen dan debat kusir yang tak pernah mengaku salah dan tak mau kalah, meskipun argumentasinya lemah dan bicaranya tak genah. Ada lagi yang lebih parah, yaitu pejabat pemerintah yang tampil sebagai penguasa bermental rendah, ada pula pengusaha serakah, dan politisi bermental sampah. Mereka berjamaah untuk menjarah dengan cara memecah, membelah, membuat resah, mengubah-ubah, membedah, mencegah, dan membuat tumpah, sehingga yang benar dijadikan salah, yang masak bisa dijadikan mentah, yang utuh bisa dinyatakan pecah, yang putih bisa dikatakan merah, bahkan gajah bisa dikatakan sebagai jerapah. Mereka bisa melakukannya karena mereka yang punya mahkamah, mereka yang menguasai orang-orang berjubah, mereka yang mengatur para pensiasah, pengadil rasuah, dan segala kasus jenayah. Semakin lengkap nasib negeri ini seperti kehilangan berkah, ketika rakyat di negeri itu juga tidak mau kalah, mereka tak mau peduli dan tak mau susah, banyak yang tak peduli benar atau salah, tak mau berlelah-lelah, tidak mau memilah-milah, mudah percaya terhadap kabar dan berita, apalagi gosip dan gibah, semua ditelan mentah-mentah. Memang negeri ini sepertinya sedang terkena musibah, gunjing, gosip, dan gibah tumpah ruah di seluruh wilayah dan masuk ke rumah-rumah, di tengah sawah, di halaman sekolah, di tempat jualan buah, di tempat orang makan mi kuah, di gedung mewah, bahkan di tempat ibadah. Bergunjing dan bergibah juga menjadi terbiasa dilakukan ketika menyampaikan makalah, saat menikmati juadah, ketika sedang rehat melepas lelah, sewaktu berbincang dengan tetangga sebelah, sedang mencuci pecah belah, atau sedang membuat gerabah. Bergunjing dan gibah juga merata, mulai dari yang masih gagah sampai mereka yang fisiknya sudah lemah, mulai dari mereka yang berpendidikan rendah sampai pendidikannya tinggi dengan sederet gelar yang megah. Gunjing, _hoax_, gosip, dan gibah semakin parah dengan kelakuan para pendegung yang bikin resah, baik pendengung yang mendapatkan jatah maupun yang sukarela mendengung meskipun tak mendapatkan jatah. Para pendengung ini memang sering membuat jengah, mereka membuat berita untuk mengupayakan popularitas pujaannya berada di puncak yang megah atau membuat pesaing mereka jatuh terpuruk ke lembah terendah. Melalui pendengung ini, kita bisa berpersepsi salah, pandangan bisa berubah, semut bisa dilihat seperti gajah, dan batang yang kokoh bisa pula dipandang sekedar pelepah. Rakyat juga banyak yang salah kaprah, dikasih uang sedikit saja, langsung berubah, banyak yang tidak punya pendirian dan pendiriannya hanya diukur dengan setingkat remah, langsung membela tanpa melihat lagi siapa yang benar siapa yang salah. Mereka sadar atau tak sadar untuk ikut perintah, bahkan kadang dalam sekejap mereka bisa menyerang ibarat sekelompok lebah yang sarangnya dijamah, dengan mudahnya rakyat terpisah dan terbelah. Negeri ini memang seakan kehilangan tuah, sehingga susah untuk mendapatkan berkah, bagaimana pula akan berkah ketika hampir semua ranah menjadi menyalah, melawan arah, tak terarah, aturan berubah-ubah, banyak pemegang amanah justru tak amanah. Demikianlah memang yang terjadi, serba kontroversi, serba kontradiksi, penuh dengan hipokrasi, jauh dari konsistensi, lebih banyak berapologi, penuh dengan basa basi, lain di mulut lain di hati lain lagi yang dieksekusi. Banyak yang senang mengumbar janji tapi tak banyak yang ditepati, banyak yang gemar berdusta, seakan berbohong sudah mentradisi, banyak yang mementingkan diri sendiri yang memperjuangkannya dengan cara menyakiti, melukai, memasukkan ke bui, bahkan membuat merana sampai mati. Sosok pemimpin yang berkomitmen, bertanggungjawab, amanah, dan jujur sudah semakin langka dan susah dicari, tenggelam dalam banyaknya sosok pengkhianat, perilaku bejat, tega melakukan perbuatan terlaknat, terlibat dalam persekongkolan jahat, dan menggemari maksiat, tapi semua keburukan mereka dibungkus dengan perilaku yang seolah-olah baik, seolah-olah penyayang, sepertinya derrmawan dan pemurah, serta kelihatannya seperti ringan tangan dan penolong. Mereka dibalut pula oleh tampilan yang mempesona serta tindakan yang terkesan sopan dan ucapan yang santun dalam bertutur kata. Hal di ataslah sesungguhnya penyebab mala petaka, sehingga masyarakatnya dihadapkan kepada para pelaksana negara yang tidak kompeten di bidangnya, justru bertentangan dari yang seharusnya. Kasus korupsi ditangani oleh penggemar tindak korupsi, berharap penyelesaian masalah oleh orang-orang yang punya masalah bahkan merekalah sesungguhnya sumber masalah, penjahat ditugasi membina orang-orang jahat dan menangani kasus-kasus kejahatan, pencuri disuruh mengurangi pencurian dan menangkap para pencuri, penjilat justru jadi pejabat, pemimpin justru orang yang karakternya tak layak jadi pemimpin, yang palsu dipuja yang asli justru dihina, yang betul-betul hebat hidup melarat, yang pura-pura hebat mendapat tempat terhormat, ulama sejati dengan ilmu mumpuni dicaci dan tidak dihargai tapi orang yang pura-pura jadi ulama yang pandai main drama justru menjadi ternama, dinanti-nanti ceramahnya yang sesungguhnya lebih banyak retorika dan propaganda. Di negeri ini, orang yang sekedar pandai bicara yang kadang cacat logika dan tidak berdasarkan fakta lebih dipercaya daripada para intelektual yang bicara dengan bukti dan data, memiliki segudang ilmu dan jelas reputasinya. Aneh memang negeri ini, pejabat yang diangkat justru banyak yang kelakuannya tidak terpuji, banyak yang masih hijau dan tak punya bekal berarti, hanya berbekal bahagian dari dinasti, bermodalkan materi untuk membayar suara dan bersekongkol dengan panitia, baik yang berjudul komisi maupun panitia seleksi. Ada lagi yang kebagian kursi karena menjadi pendukung, pemuja, dan pembela membabi buta terhadap junjungannya, maka ketika junjungan berhasil duduk di singgasana, mereka mendapatkan cipratan kekuasaan menjadi urusan khusus, staf ahli, bahkan menjadi menteri. Memang negeri ini susah dimengerti, perbedaan pendapat tidak diakomodasi, mereka yang mengkritik dituduh sebagai barisan sakit hati, mereka yang berpendapat beda sering dihujat, orang yang pernyataannya tidak disukai, banyak yang dikriminalisasi. Penjara dan rumah tahanan menjadi ancaman untuk membungkam mereka yang dianggap sebagai opisisi, rekayasa menjadi cara untuk mengkriminalisasi, melalui kasus yang dibuat-buat, pasal-pasal yang dipaksakan untuk menjerat, saksi disiapkan secara cermat, sehingga target bisa disasar dengan akurat. Ada lagi yang disindir dan dihujat dengan ungkapan dan kata-kata menyengat, menyuruh minggat dari negerinya, menuding kampungan, mengancam membuldoser, menyebut kalau mau bersih-bersih tunggu nanti di sorga, kalau mau sempurna pergi saja ke sorga, serta berbagai ungkapan lainnya yang menyudutkan dan memojokkan orang-orang yang tidak seirama dengan mereka. Negeri itu kelihatannya sudah seperti berada di jaman jahiliyah, perlu sosok yang bisa membawa negeri ini untuk berhijrah, berpindah dari suasana gelap menjadi cerah, sehingga yang datang bukan lagi musibah tetapi adalah berkah. Memang bukan saatnya lagi negeri itu untuk mencari pemimpin yang bisa membawa hijrah, karena pestanya sudah usai dan para pemimpin terpilihlah sudah, bukan saatnya lagi bagi mereka untuk mencari dan menuding siapa yang salah, kini adalah saatnya bagi negeri itu untuk berbenah. Kita mungkin hanya berharap dan meminta para pemimpin mereka yang barusan terpilih pada tingkatan mana sajapun untuk mengajak berubah yang tentu dimulai dari diri mereka untuk bertekad hijrah agar keadaan negeri itu tidak semakin parah. Para pemimpinnya diharapkan terus istiqamah dalam memegang amanah, sehingga negeri itu kembali bertuah, sehingga terwujud masyarakat negeri yang gemar ripah dalam berkah Allah.

Jumat, 26 Juli 2024

Pesan Moral

Guru kelas si Ucok menugaskan murid-murid menyiapkan satu cerita yang diakhiri dengan moral cerita tersebut. Besoknya bu guru mempersilahkan siapa yang mau bercerita. *Lusi* tunjuk tangan, lalu berdiri dan cerita : "Bulan lalu adekku opname di rumah sakit, biayanya mahal, kami tidak sanggup membayarnya. Untung Bapak kami sudah punya asuransi dan rajin bayar preminya". *Ibu Guru* : "Jadi apa pesan moral ceritamu Lusi...?" *Lusi* : "Sedia payung sebelum hujan bu Guru". *Ibu Guru* : "Bagus, Siapa lagi...?" Giliran si Dani berdiri dan cerita : "Kakakku pernah hampir tidak naik kelas. Nilainya menurun. Itu karena dia suka belajar sambil menggunakan hapenya dan nonton TV". *Ibu Guru* : "Apa pesan moral ceritamu Dani....?" *Dani* : "Jangan melakukan beberapa kegiatan sekaligus karena hasilnya tidak akan maksimal". *Ibu Guru* : "Bagus, bagaimana dengan kau Ucok...?" Ucokpun berdiri lalu bercerita panjang lebar : "Aku punya Tulang, namanya *Jonggi*. dia pernah ikut bertempur di Timtim. Satu kali kejadian, tulangku itu naik pesawat tiba-tiba musuh menembak pesawatnya. Tulang Jonggi lalu terjun dari pesawat dan mendarat persis di tengah wilayah musuh. Dia sempat membawa sebotol tuak, satu senapan dan pisau. Begitu mendarat dia minum tuaknya sampai habis, lalu dia maju menembaki musuh yang sudah mengepungnya. Banyak musuh yang mati satu saat pelurunya habis, tapi tulang Jonggi tidak takut. Dia keluarkan pisaunya dan maju terus, membunuh musuhnya satu persatu. Ketika dia selesai, mayat2 musuh bergelimpangan di mana-mana...." Ibu guru syok mendengar ceritanya si Ucok. Dengan suara lirih ibu guru bertanya : "Lalu....apa pesan moral ceritamu itu Ucok....?" *Ucok* "Jangan massam-massam dengan tulang Jonggi kalau dia sudah tenggen...." 🤣🤣🤣

Jangan tunggu hari ke-7

Waspada covid19, jangan tunggu timbulnya demam tinggi dan banyak batuk, baru berpikir ! Terlambat sudah ! Kenali lebih awal mulai hari ke1 masuknya virus ke dalam tubuh, agar parahnya sakit bisa dicegah. Gejala demam tinggi baru muncul di hari ke 8, dimana virus sudah berhasil berkembang, merusak dan merasuk luas di dalam tubuh. Tingkatkan daya tahan tubuh sebelum virus berhasil menghancurkan kita. Perhatikan keadaan diri kita sejak kemungkinan mulai terpapar, yaitu sebagai berikut : Hari ke 1- 3 : • Hanya seperti masuk angin ringan. • Makan minum masih normal. • Tenggorokan hanya sedikit sakit. Hari ke 4 : • Sakit kepala ringan. • Badan sedikit anget, sekitar 36.5°C. • Sakit tenggorokan ringan. • Suara mulai serak. • Selera makan mulai terganggu. • Indera Perasa/Pengecap "hilang" • Indera penciuman juga menghilang. • Sedikit diare ringan. Hari ke 5 : • Sakit tenggorokan. • Suara serak. • Badan mulai terasa meriang. • Temperatur sekitar 36.5 - 36.7 °C. • Badan terasa lelah, cape, sakit. • Jari² dan persendian terasa sakit. Hari ke 6 : • Mulai demam ringan sekitar 37°C. • Batuk kering atau sedikit berlendir. • Sesekali terasa susah bernapas. • Sakit Tenggorokan ketika bicara. • Sakit waktu makan dan menelan. • Mual dan mungkin muntah. • Ada diare. Hari ke 7 : • Demam agak tinggi 37.4 - 37.8 °C. • Batuk lebih banyak dan berdahak. • Napas pendek² dan tetap. • Kepala sakit kepala dan berat. • Nyeri² seluruh tubuh. • Diare bertambah. Hari ke 8 : • Demam tinggi 38°C atau lebih. • Sulit bernapas, dada terasa berat. • Sakit kepala, punggung dan sendi². • Batuk terus menerus. • Sulit berbicara, seperti bisu. Hari ke 9 : • Semua gejala tidak berubah. • Batuk bertambah parah. • Demam tak menentu, tak teratur. • Napas bertambah Sulit. • Pencegahan sudah tak mungkin. • Harus segera ditolong intensif. Bila waspada di hari ke 1-3 tingkatkan daya tahan tubuh, minum vitamin² C, D, E serta sedia panadol (parasetamol), mungkin penyakit ini dapat dihalau untuk berakhir sebelum parah dan kesembuhan boleh didapatkan. Gejala hari ke 1-3 sangat² ringan dan sering terabaikan tak terdeteksi. Mungkin hari ke 4 baru mulai curiga. Cepat isolasi mandiri, banyak minum air hangat atau jamu²an juga boleh. Berjemur diri, banyak cuci tangan, cuci muka, ganti baju. Makan makanan yg bergizi dan minum vitamin². Selamat bersikap dan waspada. Tetap tenang namun bijak. Hindari kemungkinan terpapar sebisa mungkin. Semoga berhasil “berperang” melawan covid dan semoga kita tetap sehat. *Harap Perhatikan Perbedaannya !!!* (Supaya tidak berprasangka buruk) 1. Batuk kering + Bersin = Polusi udara. 2. Batuk + Lendir + Bersin + Pilek = Pilek biasa. 3. Batuk + Lendir + Bersin + Pilek + Sakit tubuh + Kelemahan + Demam ringan = Flu. 4. Batuk kering + Bersin + Nyeri tubuh + Kelemahan + Demam tinggi + Kesulitan bernapas + Hilangnya indra pengecap dan perasa = Corona virus. Departemen patologi AIIMS, Din. Kes. -------------------------------------------------- Jadikan pesan ini tersedia untuk diketahui orang sebanyak mungkin !🙏🏻🙏🏻

Orang Jujur bisa Berbohong

Kenapa Orang Jujur Bisa Berbohong ??? ini logikanya .... Suatu hari, ketika seorang kakek penebang kayu, kehilangan satu2nya kapak yg ia punya karena terjatuh ke sungai. Dia menangis & berdoa, hingga muncullah seorang jin dan bertanya kepadanya : “Mengapa engkau menangis? kata jin” Sambil terisak si kakek bercerita tentang satu2nya kapak alat pencari nafkahnya telah terjatuh ke dlm sungai. Jin menghilang seketika & muncul kembali dgn membawa Kapak Emas sambil bertanya: “Apakah Ini Kapakmu?” “Bukan,” jawab kakek. Lalu jin menghilang lagi & muncul kembali dgn membawa Kapak Perak sambil bertanya lagi: “Apakah ini kapakmu?” “Bukan,” sahut kakek sambil menggelengkan kepala. Setelah menghilang sekejap, jin kembali lagi dgn membawa kapak yg jelek dgn gagang kayu & mata besi. “Apakah ini kapakmu?” “Ya, benar ini kapak saya." “Kamu adalah orang jujur, oleh karenanya aku berikan ketiga kapak ini untukmu, Sebagai imbalan atas kejujuranmu!” Kakek itu pulang ke rumah dgn rasa syukur & sukacita membawa kapak emas, perak dan kapaknya sendiri. Beberapa hari kemudian, ketika menyeberangi sungai, isterinya terjatuh & hanyut ke dlm sungai. Si kakek menangis dgn sedih & berdoa. Muncullah jin yg memberinya 3 Kapak tempo hari. “Mengapa engkau menangis? kata jin”, “Isteriku satu2nya yg amat kucintai terjatuh & hanyut ke dlm sungai.” Lalu jin menghilang & muncul kembali dgn membawa Luna Maya sambil bertanya : “Apakah ini isterimu? tanya jin" “Ya. jawab kakek” Jin amat murka & berkata : “Kamu bohong! Kemana perginya kejujuranmu yg dulu...!!!?” Dgn ketakutan sambil gemetaran kakek itu berkata : “Jika aku tadi menjawab bukan, engkau akan kembali lagi dgn membawa dewi persik. Dan jika dewi persik kujawab bukan, engkau akan kembali dgn membawa isteriku yg sebenarnya, dan saya pasti akan menjawab benar, lalu engkau akan memberikan ke-tiga2nya untuk menjadi isteriku. *Saya ini sudah tua......* maaanaaa kuaaaat....... jiiiiiinnn,,, luna maya saja sudah cukup bagiku, yg dua lagi kasiih ke bapak2 yg sedang membaca *WA* ini saja

Cara Allah memperbaiki Bumi???

TUHAN MENGIZINKAN CORONA DEMI MEMPERBAIKI BUMI !!! MEMANG HARUS DENGAN CARA SEPERTI INI UNTUK MENYADARKAN UMMAT MANUSIA Dibalik heboh nya Corona Virus menjemput nyawa manusia, ternyata ada hal LUAR BIASA setelahnya. Tanpa kita sadari bahwa Corona, ternyata mampu membuat BUMI MEREFRESH DIRI ! Selama Covid 19 merajalela di seantero dunia, maka PANAS BUMI yang diakibatkan oleh mesin mesin industri dan produksi yang beroperasi di daratan China, Eropa, Amerika, Australia, BERHENTI TOTAL ! Sehingga apa yang disebutkan sebagai pemanasan global, jauh sekali berkurang ! Kemarin ada artikel yang memberikan penjelasan,bahwa lapisan ozone kembali menebal dan pulih dengan sendirinya dan es di kutub kembali terbentuk. SUNGGUH LUAR BIASA !!! Jadi merinding bacanya, dan melihat foto dari satelit nya. Allah sungguh luar biasa. Begitu cintanya Allah sama kita, sampai harus pakai cara seperti ini, utk memperbaiki kondisi bumi yang sudah miris, rusak akibat pemanasan global bumi. Dibalik wabah corona ternyata ada hikmahnya. Tuhan itu sungguh baik, dia menegur kita hanya pakai corona virus saja, lalu ciptaan-NYA memperbaiki diri sendiri !!! Penemuan para ilmuwan ini, menegaskan kepada kita, bahwa TUHAN PUNYA CARA !...🤲🙏😍

Professor Atheis vs Mahasiswa

Seorang profesor yang Atheis berbicara dalam sebuah kelas fisika. Profesor: "Apakah Allah menciptakan segala yang ada?" Para mahasiswa: "Betul! Dia pencipta segalanya." Profesor: "Jika Allah menciptakan segalanya, berarti Allah juga menciptakan kejahatan." (Semua terdiam dan agak kesulitan menjawab hipotesis profesor itu). Tiba-tiba suara seorang mahasiswa memecah kesunyian. Mahasiswa: "Prof! Saya ingin bertanya. Apakah dingin itu ada?" Profesor: "Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada." Mahasiswa: "Prof! Dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin sebenarnya adalah ketiadaan panas. Suhu -460 derajat Fahrenheit adalah ketiadaan panas sama sekali. Semua partikel menjadi diam. Tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata 'dingin' untuk mengungkapkan ketiadaan panas. Selanjutnya! Apakah gelap itu ada?" Profesor: "Tentu saja ada!" Mahasiswa: "Anda salah lagi Prof! Gelap juga tidak ada. Gelap adalah keadaan di mana tiada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari. Sedangkan gelap tidak bisa. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk mengurai cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari panjang gelombang setiap warna. Tapi! Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur melalui berapa besar intensitas cahaya di ruangan itu. Kata 'gelap' dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan cahaya. Jadi! Apakah kejahatan, kemaksiatan itu ada?" Profesor mulai bimbang tapi menjawab juga: "Tentu saja ada." Mahasiswa: "Sekali lagi anda salah Prof! Kejahatan itu tidak ada. Allah tidak menciptakan kejahatan atau kemaksiatan. Seperti dingin dan gelap juga. Kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan Allah dalam dirinya. Kejahatan adalah hasil dari tidak hadirnya Allah dalam hati manusia." Profesor terpaku dan terdiam! _Dosa terjadi karena manusia lupa menghadirkan Allah dalam hatinya.._ *Hadirkan Allah dalam hati kita setiap saat, maka akan selamatlah kita..*Itulah _*IMAN..*_ _*SESUNGGUHNYA DOSA ITU LAHIR SAAT IMAN TIDAK HADIR DALAM HATI KITA ...

Sentuhan Sayang pada Anak

#Bismillah.... INI CARA CIUM NABI KEPADA ANAK-ANAKNYA ANGGOTA TUBUH ANAK yang perlu di cium orang tua setiap hari Mari lahirkan rasa kasih dalam diri anak-anak melalui sifat ibu bapaknya yang penyayang. Berikut ini adalah saran kami sebagai psikolog Islam yang sebaiknya diamalkan setiap hari terhadap anak-anak. 🌸CIUMAN KASIH SAYANG 1. Di ubun-ubun, menunjukkan kebanggaan orangtua terhadap anak sambil didoakan agar menjadi anak soleh/sholehah, aamiin. 2. Di dahi, menandakan orangtua ridha atas keberadaan anak. Rasulullah s.a.w mencium Fatimah radiallahu anha di dahinya. 3. Di kedua pipi sambil mengucap masya Allah, sebagai tanda _syauq_ (perasaan sayang dan rindu) orangtua terhadap anak. 4. Di tangan anak, tanda _mawaddah wa hubb_ (kasih sayang) sambil mengucap _barakallah_, sebagaimana Rasulullah s.a.w juga selalu mencium tangan putri tercinta : Fatimah r.a. Sentuhan Sayang 1. Menggosok belakang kepala anak, sebagai tanda kasih sayang dan perlindungan. 2. Menggosok atas kepala atau ubun-ubun, menunjukkan kebanggaan orangtua terhadap anak. 3. Mengusap dahi, sebagai tanda _syauq_ (perasaan sayang dan rindu) terhadap anak. 4. Kedua pipi, juga tanda _mawaddah wa hubb_ (kasih sayang) 5. Memegang kedua tangan, untuk menenangkan anak ketika perasaannya tampak kacau atau bingung. 🌸Perhatian " Usaplah dada anak sambil istighfar saat ia menunjukkan kecenderungan berbuat salah atau sedang marah, untuk menenangkannya. Lakukan tindakan mawaddah warahmah ini diiringi kalimat2 thayyibah. Semoga bermanfaat.