MINUM teh itu punya kenikmatan tersendiri. Kesejatian hidup penyuka minuman yang relatif fleksible pengolahannya ketimbang ngopi. Tapi senikmat apapun minum teh, disarankan tidak berlebihan.
Minuman yang diolah dari daun Camellia sinensis yang dikeringkan dan melalui proses oksidasi, sesungguhnya berbeda-beda. Padahal secara kasat mata serupa. Demikian pula khasiatnya.
Teh hitam yang paling sering ditemui di Indonesia antara lain melindungi paru-paru dari racun berbahaya dan mencegah stroke.
Teh hijau yang lazim dikukus, dikeringkan dan dioksidasinya ditenggarai bisa menjaga kesehatan pembuluh darah dan otak. Selain mampu mencegah berbagai jenis kanker.
Teh olong yang mirip dengan teh hitam dengan aromanya yang khas dikenal ampuh untuk membantu menurunkan kadar kolesterol, Sedangkan..
Teh putih yang tidak mengalami proses oksidasi maupun fermentasi berkhasiat sebagai anti kanker paling manjur.
Tapi para ahli teh menyarankan, minum teh sebaiknya tidak lebih dari lima cangkir sehari. Jika terlalu banyak berisiko mengalami beberapa gangguan pada kesehatan. Efek samping yang bakal terasa penyuka minuman teh antara lain susah tidur. Satu cangkir teh hitam dan teh hijau mengadung sekitar 40 miligram kafein. Sedikit beda dibanding minum kopi.
Selain itu, minuman teh bisa memantik anemia sebagaimana laporan dari Colorado State University. Minum teh berlebihan bisa mengurangi penyerapan zat besi hingga 60%. Juga, bisa meningkatkan risiko osteoporosis. Karena berkurangnya kepadatan tulang.
Selamat pagi, selamat minum teh...😊
Tidak ada komentar:
Posting Komentar