Minggu, 19 Juli 2026
Diam dalam Faham
Sebagian yg sudah rajin "IBADAH RITUAL" & merasa MENGENAL "NAMA" Tuhan & seakan akan:
- sudah "DEKAT' dengan Tuhan nya,
- seakan akan sudah "kenal" dengan Tuhan nya,
- seakan akan sudah *bersih* ,
- seakan akan sudah *Suci* .
- sudah merasa *khusu'* .
- sudah merasa *Rajin* .
Tetapi, koq efek nya Masih :
- Merendahkan Sesama,
- Merusak alam,
- Menyakiti sesama,
- Mengabaikan kasih sayang,
- *Membenci atau mengolok olok sesama*, bahkan menyiksa binatang, dll yang *Bertentangan dg perilaku TAUHID* .
_Perjalanan menuju TAUHID itu ada *SISTEM* nya :_
Laqad Kana lakum fi rasulullahi Uswatun Hasanah" (QS 33:21)
*SURI TAULADAN / SOPAN SANTUN / AKHLAK :*
- Kepada Allah Swt = *HABLUM MINALLAH*.
- Kepada alam semesta, sesama manusia = *HABLUM MINANNAS*.
Kalau masih *membenci* dan *mengolok olok* sesama dan mahluk Allah Swt, ciri orang *masih menyembah NAMA*, _belum menyembah Wujud Nya_ ...
*Kenyataannya* _masih banyak orang baru *MENYEMBAH NAMA* NYA_...yah
*Bagaimana cara ingin melihat WUJUD nya , agar bisa MENYEMBAH WUJUD NYA ???
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
wa mā khalaqtul-jinna wal-insa illā *liya‘budūn*
_Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk *beribadah* kepada-Ku. (Q.S Az-Zariyat [51] : 56)
liya‘budūn = beribadah = menyembah ....
*Menyembah* itu juga arti nya luas :
- Memberi,
- Condong,
- Menghormat,
- *USHALLI* ( Sembahyang ) ,
- dll ....
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
innallāha wa malā'ikatahū yuṣallūna ‘alan-nabiyy, yā ayyuhallażīna āmanū ṣallū ‘alaihi wa sallimū taslīmā
_Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya *berShalawat* untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, *berShalawatlah* kamu untuk Nabi dan *ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya* (Q.S Al-Ahzab [33] : 56)
*SALAM PENGHORMATAN*.
🌹🌹🌹
Untuk melihat dan kenal sang *WUJUD* Tuhan , _salah satu nya dengan pendekatan *RUKUN ISLAM*:
Syahadat ➡️ Sholat ➡️ Zakat ➡️ Puasa ➡️ Haji .
*SYAHADAT = BERSAKSI*, _bukan Berucap_ ...
🌹Orang kalau sudah *Bersaksi* , efek nya *SADAR /Shalat* _bukan Ushalli_ yah ...
_Sadar kemana ?_
*Sadar ke Wujud*,
QS 1:2 dan
QS 2:115.
_Tapi jangan ngaku Tuhan yah_ ...
Segala puji bagi Gusti Allah Tuhan seluruh alam,,
*Seluruh alam = Tuhan = Wujud*.
🌹Orang kalau sudah *BERSAKSI* , lalu *SADAR* (sadar Daim istiqmah ),
🌹lalu setelah _sadar_ saling *MEMBERI / Sedekah / ZAKAT*.
🌹 Kalau sudah *saling memberi* berarti sudah bisa *NAHAN ( PUASA )*. Nahan amarah, nahan godaan setan, ngatur amarah, nahan ego selaras dgn alam , dll
🌹Setelah mengolah Rasa, _puasa / nahan amarah / ngatur amarah_ ,,, nanti akan *HAJI / datang / Sampai /WUSHUL* ,,,,
_Wushul nya dg cara_ *memaknai dan mengerjakan isi dari* QS 1:2 , QS 2:115 , dll *setiap hari* .
*Hasil nya :*
*WUSHUL VISUAL* , ➡️ misal Sedang duduk santai di rumah, kebun, dimana saja, duduk dg Hening ...
Tiba2 ada yg bayangan *sret lewat*, _awas jangan pikiran negatif yah_ ( *ana inda Ghani abdibi* ) , tapi pikiran positip :
*"OH INI GURU SEJATIKU"*
_La maujuda ila llah_ ,,,,
Kemana saja menghadap, disitulah *wajah* Allah Swt. (QS 2:115)
*Mengerjakan Ayat2 diatas dgn sistem keilmuan :*
- Ucapkan
- Bacakan
- Amalkan / kerjakan
*Syarat nya :*
- *KOSONGKAN* ( di Sucikan = tidak ada/terlihat ) dulu,
- *Fitrahkan* ( di bersihkan, di Sucikan ) dulu, idul Fitri , seperti bayi baru lahir ( seperti kita sdg tidur, nggak punya apa2, nggak punya rekaman pahala, dosa, kemelekatan , keAkuan, dll ) ...
_Dua hal yg perlu di kosongkan yi_: *JIWA* dan *RAGA* nya ...
🌹🌹🌹
Jika *meng Agung2 kan NAMA* , _nanti ada jebakan obyek subyek_ , *karena* waktu baca Qur'an itu bisa untuk :
- Edukasi ( pelajaran ),
- Praktek .
*Misal* , _di surat Al Ikhlas :_
_*Katakanlah Tuhan itu satu*_ , ➡️ berarti Tuhan sebagai *Subyek* menyuruh Manusia sebagai *Obyek* ..
Kalau untuk *Edukasi* manusia mengatakan firman itu *ngak jadi masalah* ....
Tapi kalau untuk *praktek pribadi* , Firman nya Tuhan jangan di Akui , nanti nya *NEMPEL , MELEKAT* di diri ini , _manusia bisa jadi Subyek_ ➡️ *Wayang jadi Dalang* .
_Kalau manusia sudah jadi Subyek ( jadi dalang )_ *akan mudah :*
- meng Kafir2 kan orang.
- me murtad2 kan orang.
- mem Bidah2 kan orang.
- men jelek2 kan orang.
- me dosa2 kan orang.
➡️ Ini disebut *MENYEMBAH NAMA* , _belum MENYEMBAH WUJUD_ .
Kalau orang sudah Melihat dan Kenal Tuhan, lalu *Menyembah Wujud Tuhan*, pasti akan lebih banyak *DIAM DALAM PAHAM*. Lembut, penuh kasih sayang, dll.
INSYA ALLAH bermanfaat ...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar