Kamis, 10 Oktober 2019

Bersatu

BERSATU

KALIAN sangka bersatu itu kita harus sering-sering duduk bersama? atau baju kita harus seragam? atau organisasi kita satu atap? atau jenis gerakan kita senada? jika tidak itu kita tak bersatu?

halloooo.....tahun 1998 sampai 2000an kita saling memanggil kakanda atau adinda diwarong-warung kopi, dimajlis-majlis kenduri, sampai kemajlis berhibur diri. sampai lahir pemeo yg tak sedap pada melayu kala itu. tapi itu, ya sudahlah.

kini kita harus sadar bahwa bersatu tanpa menghiraukan potensi diri dari saudara sendiri, itulah penyebab kita tak bersatu. bersatu itu adalah kondisi saling menopang bukan saling  tak pandang apalagi menjingkang atau menerjang. misalnya tuan dapat proyek negara lalu kalian menganggap diri sudah mapan tanpa peduli kenalan atau keponakan, atau kalian berhasil mendekati management perusahaan bonafit itu, dan melihat kaum kita kesana melihat sinis seakan takut terganggu bisnis kalian dengan si perusahaan, atau kalian dekat dengan pejabat ini, lalu ada organisasi kaum kalian, kalian tak peduli apalagi merekomendasikan, tak pernah. sebab ada risih didada kalian.

di proyek pemerintah gitu juga, dulu peti penawaran itu kita kuasai, tapi lihat pekerjaan yg kalian bangun sudahkah tiada masalah? dibidang kesempatan memasukkan sekolah gitu juga, karena kalian dianggap berwibawa kalian dikasi peluang untuk mengantarkan anak orang tertentu, yg tak punya link dengan kalian, kalian tak mau tahu. masih banyak lagilah pokoknya. tapi aku bukan mengutukmu, namun mau menjelaskan bahwa bersatu itu ADALAH MENDUDUKI PERKARA MASYARAKAT KITA TANPA MENGKAT-KAT ORANG SIAPA DIA. BUKAN MENJADI RAJA KECIL APALAGI BANGGA MERASA BERHASIL SEBAGAI ORANG KAYA BARU. uang tak bisa membuat kita bersatu. yang bisa  membuat kita maju bersatu itu adalah BUDI PEKERTI.

Tidak ada komentar: