Remaja Indonesia Berisiko Terkena Gangguan Mental
Kalangan anak2 dan remaja di Indonesia, berisiko terkena gangguan kesehatan mental & fisik akibat kekurangan jam tidur
WHO mengumumkan indeks waktu tidur yg rata2 7,5 jam per malam
Namun sedikitnya 30 persen warga kurang tidur dari 6,5 jam per malam lantaran banyaknya pekerjaan rumah, kecanduan menggunakan perangkat elektronik dan buruknya pola tidur
seorang murid mengaku baru merebahkan badan tengah malam setelah menyelesaikan PR dan bermain game daring bersama teman sekelas utk menenangkan pikiran. Apalagi orangtua juga main game setelah makan malam.
Pakar kesehatan mengingatkan bahwa kekurangan tidur dalam jangka waktu lama dan insomnia dapat meningkatkan risiko terkena serangan jantung, stroke, tekanan darah tinggi, gelisah dan depresi.
Lebih dari 60 persen warga Indonesia tidak memenuhi waktu tidur idel akibat dan tidurnya gelisah atau tidak berkualitas akibat kurang jam tidur, mimpi yg mengganggu tidur dan sering terbangun saat tidur.
Tidur yg berkualitas dapat memberikan waktu kepada otak utk menyesuaikan diri setelah beraktivitas selama sehari penuh.
WHO mengingatkan masyarakat agar segera menyelesaikan masalah tsb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar