Puisi-puisi Cepat Saji
Satu: Cermin Sosial
Diri kita yang lunglai
tergopoh menata dan menebak esok.
iklan iklan seronok
dan media yang sesak
oleh informasi mentah.
Seakan diri kita
pecahan cermin yang berserak
Dua: Waktu yang Menua
Waktu kian menua
sejak sebelum Adam
hingga kini.
Dari pencarian
ke penemuan.
Dari tiada ke ada
lalu tiada dan kembali ada.
Hingga waktu berganti rupa
menyimpan lapisan rahasia
dari semua kisah.
Tiga: Puisi yang Menghibur
Kau temukan di pagi jenaka
setelah malam melepas jubahnya
dan berbisik dengan sepoi angin
di tepi tepi jendela.
Tak kau temukan di buku teks siswa siswa
atau di kota yang gaduh oleh reklame
dan lampu lampu.
Puisi yang menghibur terbit
dari kebaruan persepsi
tentang dimensi waktu dan peristiwa:
Ada dalam mata anak, kemurnian kerja,
spontanitas dan jiwa yang mencari jawab.
Taufik Sentana
Bergiat dengan kata kata sejak 1994.
Puisi puisi cepat saji adalah bagian dari puisi yang ditulis seketika, tanpa pertimbangan diksi dan eksplorasi yang berat. Ini juga bagian dari eksperimentasi penulis agar puisi bersifat market-able."Password Kebahagiaan" adalah kumpulan puisi terbaru yang sedang disusun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar