Sabtu, 03 Januari 2009

GREENSURVEYOR to Sumatera Jawa Bali 2007 (Riau-Medan)





Riau menuju Sumatera Utara

Hari ke-Lima Belas

Di Muara Bungo bensin di isi (160rb) dan menuju Pekan Baru setelah sebelumnya sempat singgah untuk minum air kelapa muda (Rp 21rb) di pinggir jalan menuju Pekan Baru. Setiba di Pekan Baru, Tim tidak langsung menemui keluarga Hasril, namun mengisi perut dulu yg sudah ku ku ruyuk akibat terlalu lama di isi (Rp 21rb). Selesai makan, Hasril bertanya-tanya sedikit tentang rute keluar kota Pekan Baru menuju ke daerah Tapanuli Selatan (Tapsel) pada warga yg sedang nongkrong menikmati secangkir kopi. Setelah mendapat panduan, tim bergegas kerumah keluarga Hasril. Tidak lama memang, karena kami harus segera berangkat kembali. Jauh setelah meninggalkan Pekan Baru, Tim mengisi bensin kembali di Pangaraian (117rb) yang merupakan perbatasan Riau dan Tapanuli.

Hari ke-16

Lewat tengah malam, kami dapati sebuah masjid di kota kecil yang aku lupa namanya, setelah shalat dan makan Indomie di warung (Rp ?) perjalanan dilanjutkan dan sekitar pukul 3 dini hari kami temukan kalau ban mobil bocor di tengah gelap gulita kesunyian malam. Ban kami ganti, ternyata ban serep juga tak ada angin, akhirnya kami masukkan lagi ban bocor pertama dan kami paksakan untuk melanjutkan perjalanan mencari tempel ban terdekat. Tidak lama berselang kami sampai disebuah kota kecil yang aku juga lupa namanya dan parkir di samping bengkel tempel ban yang belum buka karena masih pagi sekali. Sekitar pukul 7 sang pemilik bengkel datang dan segera mengganti ban tubeless mobil dengan ban dalam, karena ketiadaan peralatan temple ban tubeless di kota kecil ini. Setelah membayar (Rp 40rb) kami lanjutkan ke kampung Ucok yang memang tidak begitu jauh, paling sekitar setengah jamperjalanan dari bengkel temple ban yang tadi. Disini kami bersilaturahmi dibeberapa rumah famili Ucok. Di rumah famili Ucok yg juga bernama Ucok kami mandi –mandi di sungai dibelakang rumah yang ber air jernih dan segar.

Setelah makan siang kami pun bergegas menuju kota berikutnya Kota Balige yang kami dapati menjelang sore. Di kota ini kami beli nasi bungkus (Rp 35rb) dan menuju kota parapat. Danau Toba di pelupuk mata, serasa ada yang hilang membuat hampa. Selanjutnya kami menginap di Toba Hotel (Rp 225rb). Untuk beristirahat.

Hari ke-Tujuh Belas

Paginya kami sarapan di hotel yg berarti sudah satu paket dengan harga kamar dan berleha-leha menyaksikan air Danau Toba yg tak lagi bening. Siangnya setelah makan siang di depan Hotel Natour Parapat (Rp 32 rb), bensin di isi (Rp 162rb) dan bersiap menuju Medan tempat keluarga kami berada.

Di Simpang Bengkel, Kab. Serdang Bedagai berhenti sesaat untuk membeli buah tangan (Rp 80rb). Sampai di Medan, bukannya langsung pulang, malah menemui teman yg sedang ngumpul bareng di warung kopi depan Perisai Plaza (Rp 85rb). Syukur malam itu ada razia yang membuat kami kehilangan semangat untuk berlama-lama di lokasi itu dan bergegas pulang ke rumah untuk menemui keluarga yg telah lama ditinggalkan.

Akhirnya, perjalanan yang menempuh jarak 7600 km dan menghabiskan bensin kurang lebih Rp 2.508rb sewaktu harga minyak 5500/liter kami selesaikan dengan harapan dapat mengulanginya kembali dengan rute yang lebih jauh.

Kesimpulan

Luarrrrrr Biasa…Perjalanan menyusuri separuh nusantara di penghujung tahun yang jauh dari publisitas pun acara seremonial berakhir dengan beberapa catatan, anjing menggonggong kafilah berlalu, benar, sangat bertolak belakang dengan sesumbar hambar pejabat dan aparat. Berbondong trailer kayu gelondongan, ribuan ton pohon kayu bertumbangan. Dari perbatasan Sumut dan Riau hingga ke Jambi, Bengkulu sampai Sumsel yang bergerak bagai iring-iringan semut yang kerap menghalangi laju kenderaan Tim.

Tidak ketingggalan danau toba nan indah permai yang dihiasi dengan kerambah-kerambah apung yang berserak menutup menjoroki danau kebanggaan Sumut.

Sungguh Ironis, lain lubuk lain ikannya, lain pulau lain pula kebijakannya. Riuh suara di gedung dewan, rendah suara di gedung pemerintahan. Gundul hutan di Pulau Jawa, angggota dewan tak perlu malu, gundul hutan di Pulau Sumatera, wakil pemerintahan ribut melulu, uuuuu….

Akhirnya mari kita memberi contoh dan karya nyata untuk menyelamatkan dan menghindari diri, keluarga, masyarakat dan generasi kita dari bahaya narkoba. Mari kita bergandeng tangan menyelamatkan lingkungan dari perubahan iklim dunia dengan mendukung pencanangan gerakan sejuta pohon dan melakukan kegiatan yang berhubungan dengan alam meningkatkan jalinan sesama umat dengan kunjungan dan bantuan apabila turun ke daerah serta terjun langsung berbaur dengan masyarkat untuk memberikan wacana dan pencerahan kepada masyarakat menyangkut bahaya narkoba yang kini marak mengancam generasi muda serta dampak perubahan iklim dunia yang mengancam kehidupan manusia secara global.

Perjalanan tim yang tergabung dalam Divisi GreenSurveyor dibawah naungan LSM WAKIL Internasional yaitu organisasi nirlaba yang concern terhadap perubahan iklim dunia, berakhir membawa semangat ke Bhineka Tunggal Ika an untuk meneruskan semangat cita-cita luhur pejuang kemerdekaan Indonesia.

8 komentar:

adinda mengatakan...

Hidup BHINEKA TUNGGAL IKA ! Patriotik kali,abang awak ini ahhh ! Serasa gua lg dengar kampanye politik..dgn menyuarakan se abreg2 aspirasi yg blm tersalurkan ! Dari tanggapan yg sinistic,menjatuhkan moral para wakil rakyat kita yg sudah2,yg kadang2 slalu nyeleneh dgn sgala birokrasi nya yg aneh2.Tp...RULE IS THE RULE ! LIVE MUST GO ON bang ! Kl kt ga setuju..segera ambil tindakan donk ! Salah satu contoh..COMMUNITY GREEN SURVEYOR abang n the team,mdh2an bisa menggerak kan,spy org2 mau sadar n segera tanggap,jg peduli dgn sgr ambil tindakan"PENGHIJAUAN".Abang kalo mencalonkan jadi caleg...awak pasti coblos nama abang lah ! & bakal maximal bantu cari pendukung utk abang se banyak2 nya ! Awak pun bersedia jadi team sukses & DUTA bicara(PUBLIC RELATION nya lah).HIDUP ABANG...hahaha

Munzir Baraqah mengatakan...

Terima kasih, terima kasih dan terima kasih...sekali lagi kami ucapkan terimakasih atas dukungan dan atensi yg saudara/i berikan . Semoga dapat menjadi cambuk dan pemicu semangat ke Indonesia an kita..Dan dapat menularkan semangat juang ini pd orang disekeliling kita..

adinda mengatakan...

Hidup abaaang awak !!! Hahaha...

Munzir Baraqah mengatakan...

hidup juga adek awaaak...

adinda mengatakan...

MAKACI abaaang awak ! YOUR BRILIAN IDEAS..ALWAYS BE INSPIRED ME(ur silent like a GOLD).Tp abang bukan ikan mas,penambang ataw tukang emas,& abang awak bukan mas-mas yaaa... !!! hahaha

Munzir Baraqah mengatakan...

entar acara Greensurveyor dan Le Rose akan dibuat blog tersendiri..saat ini sedang tahap persiapan. Kalau mau lihat juga boleh. alamatnya www.greensurveyor.blogspot.com dan www.lerose129.blogspot.com...
Ini semata-mata karena dukungan dan sokongan saudara-saudari terutama adinda yg telah mau berpayah-payah membaca dan menuliskan comment di my blog..tq, tq, tq................uuuu

adinda mengatakan...

Makasih atas APPRECIATE abang kepada dinda. Dinda sama sekali ga ngerasa payah untuk baca n nulis comment2 di blog abang.Karena dinda INTEREST banget ! Sesuatu yang kita lakukan dengan INTEREST yang MAXIMUM EXITING..semua nya terasa sangat mudah & lancar skaleee.
Key..thank uuuuuuu juga,abang awak...

Munzir Baraqah mengatakan...

semoga sikap interest dinda dapat membuat abang lebih bersemangat untuk dapat bekerja lebih dan lebih menyumbangkan pemikiran buat exist nya kehidupan generasi sesudah kita di kemudian hari