Senin, 18 November 2019

KEPO, asal dan arti

KEPO dapat mengganggu kejiwaan (psikologi) seseorang. Jika seseorang itu sudah terobsesi terhadap sesuatu sehingga mengganggu kegiatan sehari-harinya. Seperti lupa waktu untuk keluarga, bekerja, makan, ibadah, dll.


Kepo berasal dari :
- Kata serapan dari bahasa Hokkian, kay poh, yang (katanya) berarti suka bertanya.
- Sementara yang lain menyebutkan KEPO adalah singkatan dari Knowing Every Particular Object.
Keduanya mengarah pada hal yang sama, yakni sifat ingin tahu dengan segala yang ada disekitarnya, khususnya urusan orang, secara berlebihan.

Psikolog, M. Farouk Radwan. Msc, menyebutkan, rasa ingin tahu terhadap urusan orang lain ini muncul karena kebiasaan suka membandingkan diri sendiri dengan orang lain dan biasanya sifat ini dipicu oleh beberapa hal yaitu : Ingin diakui, Ingin berempati, Ingin terlibat, Ingin mendadapat informasi dan Ingin akrab.

Meski jika dilihat dari pemicunya merupakan hal yang wajar, bahkan terkesan positif, namun saat dilakukan secara berlebih apalagi sampai melewati batas seperti yang dilakukan orang-orang kepo tetap saja jatuhnya jadi mengganggu.

Berikut bahaya-bahaya KEPO :
1. Sikap ke-kepo-an-seseorang, akan membuat yang di-kepo-in menjadi risih, bahkan bisa memusuhi mereka. Alih-alih memberi perhatian, orang-orang jadi tidak suka. Apalagi jika orang kepo tersebut dirasa sudah melanggar batas privacy.
2. Ikut campur dalam masalah orang lain, bagi orang kepo bukan tidak mungkin, mereka malah ikut terjebak dalam masalah yang dicampurinya.
3. Kurang peduli mencari solusi. Karena yang terpenting bagi mereka adalah pemenuhan hasrat keingintahuan persoalan orang lain semata.
4. Menambah problem dalam hidupnya. Sejatinya orang kepo ini orang yang banyak masalah, bertambah lagi masalahnya akibat ikut-ikutan terlibat dalam masalah orang.
5. Mendapat pandangan rendah dari orang sekitar. Kita akan dinilai gemar mencampuri urusan orang tanpa diminta.
6. Orang kepo linier dengan biang gosip, biasanya apa yang dia kepo-in akan dia ceritakan kemana-mana tanpa sensor.

Selain bahaya nya, para pakar kesehatan dan psikologis juga menemukan MANFAAT dari kepo ini, diantaranya :
1. Melindungi otak.
Studi terbaru yang dijalankan membuktikan, rasa ingin tahu berpengaruh secara positif terhadap proses pembelajaran yang dilakukan otak sekaligus mempermudah otak menyimpan ingatan. Mereka percaya, penemuan ini dapat meningkatkan kognisi otak pada orang sehat maupun pasien yang mengalami permasalahan neurologis. Dr. Matthias Gruber dari University of California menyatakan bahwa rasa ingin tahu yang berkaitan dengan perkembangan struktur otak ini mampu menjadi cara untuk meningkatkan proses pembelajaran di kelas maupun secara umum.
2. Pendengar yang baik.
Orang-orang dengan rasa ingin tahu yang tinggi seringkali dipandang sebagai pendengar yang baik dan senang ngobrol. Ungkap Ben Dean, Ph.D, dari University of Pennsylvania, AS, seperti dikutip dari Huffington Post.
3. Menghilangkan rasa gelisah.
Sebuah penelitian di tahun 2009 oleh psikolog Todd Kashdan mengungkapkan :
Orang-orang yang mengalami gejala social anxious (gelisah saat berada di tempat umum) dengan rasa penasaran yang tinggi, cenderung lebih mudah melebur dengan lingkungan.
4. Bahagia.
Mengapa anak-anak terlihat lebih bahagia ketimbang orang dewasa? Jawabannya ialah karena anak-anak lebih mudah penasaran dan selalu ingin mengulik hal-hal yang tidak diketahuinya.

Nah lohh...☺☺

Tidak ada komentar: