Bagian Tiga (Iri Pada Ahli Ilmu)
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَسَلَّطَهُ عَلَى هَلَكَتِهِ فِي الْحَقِّ وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ حِكْمَةً فَهُوَ يَقْضِي بِهَا وَيُعَلِّمُهَا
_Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Tidak boleh hasad (dengki) kecuali pada dua hal. (Pertama) kepada seorang yang dikaruniakan Allah harta kekayaan, lalu ia membelanjakannya dalam kebenaran. (Dan yang kedua) kepada seorang yang diberi Allah hikmah (ilmu), hingga ia memberi keputusan dengannya dan juga mengajarkannya."_ (HR. Muslim : 1352)
Subhanallah.. Alhamdulillah..
Dalam redaksi hadits yang lain, bahwa salah satu yang diperbolehkan untuk iri adalah iri kepada seorang yang diberi Allah hikmah (ilmu), hingga ia memberi keputusan dengannya dan juga mengajarkannya."
Kita berusaha menjadi orang yang memiliki hikmah atau ilmu dan juga berusaha mengajarkannya dengan mencari ilmu dan mendatangi majlis ilmu. Karena hal ini merupakan kewajiban setiap manusia. Tanpa ilmu kita tidak bisa menjalani hidup ini dengan baik.
Kita berusaha dalam memutuskan suatu perkara berdasarkan ilmu, bukan hawa nafsu. Yakni yang berdasarkan hukum Allah dan Rosulullah (Al Qur'an dan Hadits).
Kita terus berusaha mencari ilmunya Al Qur'an dan berusaha untuk mengajarkannya. Karena hal ini merupakan amalan yang mulia.
قَالَ خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
_Nabi bersabda: "Orang yang paling baik di antara kalian adalah seorang yang belajar Al Qur`an dan mengajarkannya."_ (HR. Bukhori : 4639)
Kita belajar menata niat dalam mencari ilmu hanya menjalankan perintah Allah, mengharap ridho-Nya, Ikhlas karena Allah. Semoga dengan niat baik, Allah akan menghapus segala kesalahan dan dosa kita. Aamiin.
Sebagaimana dalam hadits disampaikan :
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ طَلَبَ الْعِلْمَ كَانَ كَفَّارَةً لِمَا مَضَى
Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, beliau bersabda: _"Barangsiapa menuntut ilmu, maka itu sebagai penghapus dosa-dosanya yang telah lalu"._ (HR. Tirmidzi : 2572)
Kita berusaha untuk mencintai Allah, Rosul dan Ulama dengan cara menjalankan hukum-hukumnya.
Kita merasa iri pada Ulama sehingga berusaha mencontohnya. Yakni orang-orang yang berjuang di jalan Agama melalui ilmu, yang menjaga dan mensyiarkan ilmu agama. Mengajar dan mengajak orang lain agar mereka berilmu dalam beribadah dan menjalani kehidupan serta agar tetap berpegang pada kebenaran berdasarkan Al Qur’an dan As-Sunnah.
Yaa Allah.. Ampuni kami..
Terimalah amal baik kami.. Dan bimbing kami semua kejalan yang lurus. Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin
_Semoga bermanfaat_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar