Pagi ini kami mulai dengan sarapan di Hotel (Rp.29rb) dan bersiap-siap untuk kembali pulang ke Medan. Tempel ban di Pecenongan (Rp.25rb), kemudian masuk tol (Rp 20rb) dan kembali mengisi bensin (Rp.170rb). Karena tidak begitu hapal jalan Jabotabek, mendekati maghrib kami baru tiba di Banten dan baru akan makan siang yang baru terlaksana di sore hari menjelang maghrib (Rp.37rb) selanjutnya bergegas menuju ferry penyeberangan Merak-Bakauheni (Rp.167rb). Menjelang pergantian malam kami pun tiba di lampung diiringi isu akan meledaknya anak gunung krkatau.
Jarak 99 km dari kotaJakarta menuju Pelabuhan Merak tim tempuh lebih dari 6 jam akibat kemacetan yang luar biasa dan ini terjadi di jalur tol dalam kotaJakarta. Perairan sedikit beriak, ancaman anak Gunung Krakatau di selat Sunda, cukup membuat pelintas was-was. Bibir membisu menghela nafas, hantar buih ke laut lepas.
Kaki langit tertutup rapat, terpejam hitam kelamnya malam. Saat berlabuh di Pulau seberang. Doa syukur kupanjatkan,pada Dia, Yang Menjadikan.
Sumatera Lintas Tengah
Hari ke-Empat Belas
Perjalanan pulang sodap kupandang. Dipenuhi rindang Bukit barisan, menganga lubang sepanjang jalan, jalur Lahat, Sumatra Selatan.
Sekitar pukul 2 dini hari, kami singgah di sebuah rumah makan untuk makan malam (Rp 46rb) yang tertunda karena macet dan hingar bingarnya kotaJakarta yang menunda lunch kami. Selanjutnya di tengah gelap malam kami berangkat kembali dan paginya tiba di Baturaja untuk makan pagi (Rp 26rb), kemudian snack (20rb) di tepian sungai yang indah dan akhirnya tidak tahan untuk menceburkan diri ke sungai untuk membersihkan diri bersama penduduk desa yang didepan kami sedang buang air besar alias berak. Kemudian kami melihat papan nama kalau di sebelah kiri ada air terjun Bedugung (Rp 13rb), setir di belokkan dan kami sempatkan singgahmelihat keindahan alam. Keluar dari lokasi wisata Bedugung, Ternyata dari sini, lebih dekat untuk menuju Lahat walau jalan agak sempit, namun suasana lebih terasa nyaman. Di lahat kami makan siang (Rp 33rb) dan mengisi bensin (Rp 172rb) dan makan malan di Bangko (Rp 32rb)
Sunyi gaung Air Terjun Bedugung di Muara Enim, sepi suri Goa Putri di Ogan Hilir. Pejabat dan aparat sibuk gulung hutan dan gunung, Tak takut di Tindak Pidana Korupsi.
Di Muara Bungo bensin di isi (160rb) dan menuju Pekan Baru setelah sebelumnya sempat singgah untuk minum air kelapa muda (Rp 21rb) di pinggir jalan menuju Pekan Baru. Setiba di Pekan Baru, Tim tidak langsung menemui keluarga Hasril, namun mengisi perut dulu yg sudah ku ku ruyuk akibat terlalu lama di isi (Rp 21rb). Selesai makan, Hasril bertanya-tanya sedikit tentang rute keluar kota Pekan Baru menuju ke daerah Tapanuli Selatan (Tapsel) pada warga yg sedang nongkrong menikmati secangkir kopi. Setelah mendapat panduan, tim bergegas kerumah keluarga Hasril. Tidak lama memang, karena kami harus segera berangkat kembali. Jauh setelah meninggalkan Pekan Baru, Tim mengisi bensin kembali di Pangaraian (117rb) yang merupakan perbatasan Riau dan Tapanuli.
Hari ke-16
Lewat tengah malam, kami dapati sebuah masjid di kota kecil yang aku lupa namanya, setelah shalat dan makan Indomie di warung (Rp ?) perjalanan dilanjutkan dan sekitar pukul 3 dini hari kami temukan kalau ban mobil bocor di tengah gelap gulita kesunyian malam. Ban kami ganti, ternyata ban serep juga tak ada angin, akhirnya kami masukkan lagi ban bocor pertama dan kami paksakan untuk melanjutkan perjalanan mencari tempel ban terdekat. Tidak lama berselang kami sampai disebuah kota kecil yang aku juga lupa namanya dan parkir di samping bengkel tempel ban yang belum buka karenamasih pagi sekali. Sekitar pukul 7 sang pemilik bengkel datang dan segera mengganti ban tubeless mobil dengan ban dalam, karena ketiadaan peralatan temple ban tubeless di kota kecil ini. Setelah membayar (Rp 40rb) kami lanjutkan ke kampung Ucok yang memang tidak begitu jauh, paling sekitar setengah jamperjalanan dari bengkel temple ban yang tadi. Disini kami bersilaturahmi dibeberapa rumah famili Ucok. Di rumah famili Ucok yg juga bernama Ucok kami mandi –mandi di sungai dibelakang rumah yang ber air jernih dan segar.
Setelah makan siang kami pun bergegas menuju kota berikutnya Kota Balige yang kami dapati menjelang sore. Di kota ini kami beli nasi bungkus (Rp 35rb) dan menujukota parapat. Danau Toba di pelupuk mata, serasa ada yang hilang membuat hampa. Selanjutnya kami menginap di Toba Hotel (Rp 225rb). Untuk beristirahat.
Hari ke-Tujuh Belas
Paginya kami sarapan di hotel yg berarti sudah satupaket dengan harga kamar dan berleha-leha menyaksikan air Danau Toba yg tak lagi bening. Siangnya setelah makan siang di depan Hotel Natour Parapat (Rp 32 rb), bensin di isi (Rp 162rb) dan bersiap menuju Medan tempat keluarga kami berada.
Di Simpang Bengkel, Kab. Serdang Bedagai berhenti sesaat untuk membeli buah tangan (Rp 80rb). Sampai di Medan, bukannya langsung pulang, malah menemui teman yg sedang ngumpul bareng di warung kopi depan PerisaiPlaza (Rp 85rb). Syukur malam itu ada razia yang membuat kami kehilangan semangat untuk berlama-lama di lokasi itu dan bergegas pulang ke rumah untuk menemui keluarga yg telah lama ditinggalkan.
Akhirnya, perjalanan yang menempuh jarak 7600 km dan menghabiskan bensin kurang lebih Rp 2.508rb sewaktu harga minyak 5500/liter kami selesaikan dengan harapan dapat mengulanginya kembali dengan rute yang lebih jauh.
Kesimpulan
Luarrrrrr Biasa…Perjalanan menyusuri separuh nusantara di penghujung tahun yang jauh dari publisitas pun acara seremonial berakhir dengan beberapa catatan, anjing menggonggong kafilah berlalu, benar, sangat bertolak belakang dengan sesumbar hambar pejabat dan aparat. Berbondong trailer kayu gelondongan, ribuan ton pohon kayu bertumbangan. Dari perbatasan Sumut dan Riau hingga ke Jambi, Bengkulu sampai Sumsel yang bergerak bagai iring-iringan semut yang kerap menghalangi laju kenderaan Tim.
Tidak ketingggalan danau toba nanindah permai yang dihiasi dengan kerambah-kerambah apung yang berserak menutup menjoroki danau kebanggaan Sumut.
Sungguh Ironis, lain lubuk lain ikannya, lain pulau lain pula kebijakannya. Riuh suara di gedung dewan, rendah suara di gedung pemerintahan. Gundul hutan di Pulau Jawa, angggota dewan tak perlu malu, gundul hutan di Pulau Sumatera, wakil pemerintahan ribut melulu, uuuuu….
Akhirnya mari kita memberi contoh dan karya nyata untuk menyelamatkan dan menghindari diri, keluarga, masyarakat dan generasi kita dari bahaya narkoba. Mari kita bergandeng tangan menyelamatkan lingkungan dari perubahan iklim dunia dengan mendukung pencanangan gerakan sejuta pohon dan melakukan kegiatan yang berhubungan dengan alammeningkatkan jalinan sesama umat dengan kunjungan dan bantuan apabila turun ke daerah serta terjun langsung berbaur dengan masyarkat untuk memberikan wacana dan pencerahan kepada masyarakat menyangkut bahaya narkoba yang kini marak mengancam generasi muda serta dampak perubahan iklim dunia yang mengancam kehidupan manusia secara global.
Perjalanan tim yang tergabung dalam Divisi GreenSurveyor dibawah naungan LSM WAKIL Internasional yaitu organisasinirlaba yang concern terhadap perubahan iklim dunia, berakhir membawa semangat ke Bhineka Tunggal Ika an untuk meneruskan semangat cita-cita luhur pejuang kemerdekaan Indonesia.
Presiden Finlandia, Tarja Halonen melihat dalam meneruskan pembangunan & perdamaian , banyak wanita di Aceh yg berperan. Di Finlandia sendiri banyak peranan wanita bekerjasama dengan pria dalam membangun negara Finlandia. Mendorong kaum wanita di aceh agar dapat berperan lagi dalam pembangunan Aceh di masa mendatang. Mendukung Gubernur Irwandi Yusuf yg ikut serta menampilkan kaum perempuan dalam pembangunan Aceh. Dengan demikian, Finlandia juga mendukung partisipasi perempuan di Indonesia di Aceh dalam pembangunan. Banyak organisasi LSM yg mendapat dukungan dari Finlandia, mereka telah banyak yg berkunjung ke Finlandia & diharapkan kerjasama ini bisa berlanjut.
Kebaya Bunga Citra Lestari & Selendang Yenni Wahid
Yenni Wahid merupakan citra positif kemodernan Islam di abad ini, putri Kyai Haji Abdurrahman Wahid ini telah menunjukkan kepada dunia cara berdandan muslimah atau telah sukses mengajarkan kepada murid-murid pesantren di kalangan Nahdlatul Ulama (NU) bahwa aurat wanita muslimah modern adalah seperti apa yg acap kali ditunjukkannya didepan publik. Beda kalau yang menunjukkan nya seorang artis yg memang biasa berdandan ala artis, yg mungkin masyarakat sudah maklum, tapi Yenni adalah figur tokoh politik PKB dan anak seorang Kyai Haji yg notabene memiliki beberapa pesantren yg memiliki anak didik yg tersebar di seluruh Nusantara. Yg terakhir gaun & selendang yg dikenakan ketika memperingati Resolusi Jihad dan Hari Pahlawan bersama perwakilan seluruh pesantren dan lembaga perwakilan di Surabaya.
Dalam Acara yg dikupas habis setiap hari di infotainment antara Bunga Citra Lestari (Buncit) dan Ashraff yg di selenggarakan di masjid Al Bina, Senayan, Jakarta, kembali mode berpakaian muslimah di perkenalkan pada publik. Melalui proses alamiah & resmi, seolah semua mata menikmati pemandanganbelahan dada yg indah didepan mata tak terkecuali kenaziran masjid Al Bina, Senayan, Tuan Kadhi, ulama dan seluruh masyarakat Indonesia telah meyakini dan menjadi panutan bagi umat muslim bahwa belahan dada bukanlah seonggok daging yang pantas untuk di tutup-tutupi, namun lebih indah kalau dipertontonkan ke publik, apalagi di lingkungan masjid dengan suasana yg sakral. Dan sampai saat ini tidak ada suara penolakan atau hujatan dari kalangan masyarakat.
Kedepan, sebaiknya Yenni Wahid mensosialisasikan kepada khalayak dan murid-murid dipesantren NU bahwasanya aurat muslimah tidak termasuk rambut di kepala. Rambut yg seharusnya ditutupi selama ini dalam keyakinan Islam merupakan hal yg salah dan harus di verifikasi layaknya undang-undang dan wajib dipertontonkan karena keindahannya sebagai mahkota.
Perwakilan pesantren yg menghadiri acara, orang tua Yenni Wahid, Gus Dur dan seluruh Kyai pengasuh pondok pesantren baik Kyai Langitan maupun seluruh Kyai yg ada di Bumi yg telah meresmikan penggunaan selendang yg memang cantik dalam memperlihatkan rambut yg notabene selama ini dianggap sebagai aurat wanita. Tapi kini tidak lagi, tak terbantahkan, karena telah mendapat restu dari seluruh komponen diatas. Terbukti sampai saat ini tidak ada yg protes dengan kegiatan-kegiatan promosi diatas.
Untuk itu, dapat kiranya agar penggunaan selendang dapat diatur lebih lanjut dan diterapkan juga pada anak-anak di seluruh Pesantren sehingga mereka tidak sungkan lagi untuk memakai selendang ketika mengikuti kegiatan belajar mengajar di pesantren dan tidak bingung mengikuti peraturan yang mana.
Dan salut atas kinerja Kenaziran masjid Al Bina, Senayan yg dengan sukses telah berhasil mempromosikan ke Dunia Internasional mode terbaru aurat Buncit sebagai wanita muslimah yg memang sayang kalau untuk dilewatkan keindahannya. Kedepan agar ditingkatkan penggunaan pakaian yg menunjukkkan belahan dada wanita di masjid-masjid seluruh Indonesia, bila perlu, adakan fashion show di pelataran halaman masjid yg jelas akan lebih efektif dalam berpromosi.
Pemprov Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) harus lebih giat mempromosikan kebudayaan Aceh hingga ke luar negeri melalui konferensi Internasional maupun pentas budaya untuk menarik investasi selain membenahi sektor pariwisata dan perundangan-undangan yg tidak menekan & melemahkan sektor pariwisata itu sendiri.
Jangan pelit promosikan budaya. Proyeksikan Tari Saman, Seudati, Likok Pulo. Konsolidasi & penguatan antara masyarakat & mahasiswa aceh di luar negeri harus terlihat kompak & memberikan perhatian kepada kampung halamannya.
PemerintahAS menyediakan program Diversity Visa bagi yg ingin bisa menetap di AS.
Konsul AS di Medan, Sean B Stein mengatakan, program Diversity Visa ini memberikan kemudahan bagi pendatang yang ingin datang dan menetap Di AS. Sebab, ketatnya pengawasan pemerintah AS sering menyulitkan para wisatwan yang ingin berkunjung.
Program ini juga ditujukan mengajak warga bangsa lain diluar AS untuk bisa merasakan kehidupan di negara AS. Hal ini sesuai semangat kemajemukan yg di anut pemerintah AS.
Untuk memperoleh visa ini, cukup mengakses www.dvlotrery.state.gov yang pendaftarannya telah berakhir pada 1 desember yg lalu. Ada 55rb tiket yg disediakan untuk lebih dari 30 negara yg mendaftar dan khusus untuk Indonesia, ada 3500 orang berhak mendapatkan ini. Ini pun bergantung pendaftarnya. Kalau tidak sampai di bawah itu mungkin akan lebih sedikit. Stein menambahkan, pemerintah AS telah mengimplementasikan sistem pendaftaran tersebut secara ketat sehingga pemohon yg melakukan penipuan sehubungan dengan status keimigrasiannya akan mudah teridentifikasi. ”Jadi bagi mereka yang tidak sesuai dengan syarat yg diminta tidak usah melakukan pemalsuan karena pasti akan teridentifikasi oleh sistem kami,” tandasnya.
Kalau berminat, tunggu aja program lanjutannya tahun depan..ok..
Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono telah menetapkan pada tgl 28 Nov 2008 sebagai “Hari Menanam Pohon Indonesia” dalam bentuk Keppres No. 24 thn 2008 tentang “Hari Menanam Pohon Indonesia”. Dan dilanjutkan dengan penetapan kegiatan menanam pohon selama bulan Desember sebagai “Bulan Menanam Pohon Nasional”. Sementara Menhut MS Kaban mengatakan, ”Ini merupakan bulan menanam, wajib bagi setiap rakyat Indonesia menanam tiga pohon”. Setelah sebelumnya Gubernur Sumatera Utara, H. Syamsul Arifin, SE menyatakan dukungannya dengan mencanangkan program penanaman 5 juta pohon.
Memang, terlalu banyak manusia yg hidup denganmengandalkan hasil hutan, kayu & turunannya, sementara alternatif sumber penghidupan lainnya sulit untuk dibuat dalam waktu singkat. Karenanya, melakukan penanaman pohon merupakan cara yg selain memang sangat diperlukan karena kemampuannya menyerap CO2 serta logam berat lebih masuk akal. Manfaat pohon bagi kehidupan manusia & makhluk hidup lainnnya di muka bumi antara lain: Mengurangi efek rumah kaca, membersihkan udara yg kita hirup, Mengatasi udara yg kering dan panas, Membuat ruang terbuka hijau, Mencegah pendangkalan & penyempitan badan air.
Untuk itu diperlukan undangan tambahan dalam gerakan menanam pohon karena perusahaan sebagai pengemisi terbesar - dengan mengingat ada beberapa pengecualian - belum juga menganggap bahwa penanaman pohon adalah bentuk CSR ygsangat penting. Dan masyarakat secara umum juga belum menganggap bahwa penanaman pohon sebagai cara untuk melindungi generasi sekarang & mendatang dari dampak pemanasan global.
Di Lampung Barat, sejak 2002 sudah ditanamkan tradisi, siapa saja yg mau menikah harus siap tanam dan menanam pohon yg tertuang dalam Keputusan Bupati Lampung Barat No. 09 thn 2002 juga ditanamkan kewajiban untuk menanam pohon lagi, bagi warga yg menebang pohon di mana saja yg terkadang selalu ada alasan untuk melakukan penebangan, entah itu menghalangi bangunan, menghambat pelebaran jalan, atau menyangkut di kabel listrik.
Untuk merindangkan kembali lahan gersang agar kembali teduh serta meremajakan kembali hutan di seluruh Indonesia pada 2009, Divisi GreenSurveyor Wahana Konservasi Iklim (WAKIL) Internasional, mengadakan program “Jalur Hijau Indonesia”, yaitu perjalanan sosialisasi keberbagai Instansi di seluruh Indonesia mulai dari Medan di Provinsi Sumatera Utara, menjelajahi Merauke di Provinsi Papua, menyambangi Sabang di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan diakhiri penyerahan kembali bibit pohon yg dipercayakan Gubernur NAD untuk diserahkan kepada Gubernur Sumatera Utara, H. Syamsul Arifin, SE.
Lewat gerakan ”Jalur Hijau Indonesia”, GREENSURVEYOR WAKIL mengkampanyekan gerakan penghijauan serta mengundang pribadi dan lembaga untuk ikut dalam program "Adopsi Pohon" demi menjaga sumber mata air dilereng gunung, menjaga laut, sungai & danau tetap bersih, terjaga dari erosi dengan sasaran agar menjaga bumi tetap teduh.
Dengan agenda penanaman bibit pohon disetiap kunjungan ke pimpinan daerah di seluruh Indonesia, WAKIL menawarkan perencanaan penanaman untuk satu hektar lahan sebanyak 625 pohon dengan jangka waktu adopsi selama tiga tahun. Pohon seperti Mahoni, Sukun, Beringin, Belibis, Mangga, Manggis, Kelapa dan lain-lain diantaranya memiliki nilai sejarah. Raja-raja di Indonesia dulu menanam pohon Beringin dan Belibis di sekitar Kerajaan & sumber mata air.
Untuk program tanam pohon, WAKIL menyediakan lahan kosong dipinggir jalan, badan jalan, sungai, pegunungan di seluruh Indonesia untuk ditanami pohon dengan memberikan pupuk & biaya perawatan. Biayaperawatan itu pula yg harus disediakan oleh para pengadopsi pohon. Lewat gerakan Adopsi Pohon, diharapkan banyak yg tergerak ikut mengadopsi dengan biaya perawatan Rp. 5000/bulan.
Adopsi Pohon dicanangkan agar setiap orang atau perusahaan dapat menyisihkan sebagian uangnya untuk merawat sebatang pohon atau lebih agar dapat tumbuh besar sehingga mampu meremajakan kembali lahan-lahan kritis.
Kesimpulannya adalah kita harus terus melakukan penanaman pohon dengan lebih giat lagi, dan perusahaan serta masyarakat umum harus menjadi motor penggeraknya
Donate now....Bank Internasional Indonesia (BII) Cabang Medan
a/n:Climate Organization of Conservation
No. Rek :2-004-013289
Mohon kirimkan bukti transfer yang dilengkapi dengan nama dan alamat ke Kantor Pusat Wahana Konservasi Iklim (WAKIL) di Komplek Tomang Elok, Jl. Jend. Gatot Subroto, Blok H-82 Medan 20122 atau Fax. Ke 62 61 8454209 untuk mendapatkan souvenir, t-shirt atau cenderamata WAKIL.
WAKIL juga akan mencetak nama Donatur di sebuah papan plank tepat dimana pohon ditanam sebagai bukti atau sewaktu-waktu donatur ingin melihat pertumbuhannya.
Informasi selanjutnya dapat mengunjungi website WAKIL : www.coc-international.org atau hubungi Sdr. Adji di 62 61 77919919.
Ayo, tunggu apalagi!!!! Mulailah menanam pohon, semata-mata karena kerinduan kita pada indahnya tanah tumpah darah Indonesia...