Rabu, 14 Agustus 2019

Bereskan Pencemaran Keramba Jaring Apung terlebih dahulu, baru next...


Menteri pariwisata resmikan wisata Kembara utk Perkuat Danau Toba sbg destinasi kelas dunia
Konsep Nomadic Tourism (wisata kembara) diminati investor krn karakter bisnis ini murah, cepat operasional dan cepat kembali modal sesuai karakter pasar potensial yg disasar yaitu turis millenial.
Model Bisnis ini mengusung konsep ekonomi berbagi (sharing economy) didalamnya, yg memberi keuntungan bagi semua pihak yg terlibat meliputi pemilik lahan, pengelola, dan masyarakat setempat.
The kaldera berada di zona otorita pariwisata danau toba dimulai dibangun sejak awal 2019 atau setelah proses penyerahan sertifikat hak pengelolaan (hpl) tahap I seluas 279 hektar dari 386.72 hektar di desa Pardamean Sibisa, Desember 2018
Lokasi menyediakan fasilitas berupa 15 tenda belt, 2 kabin, 2 tenda bubble, 1 ecopod dan area parkir utk camper van, amphiteater dgn kapasitas 250 orang, kaldera plaza, kaldera stage, kaldera hill, dan toilet. Kaldera dpt menampung 50 wisatawan yg menginap di fasilitas glamping (glamour & camping)
Segmen utama wisatawan adalah para Nomad, millenial dan keluarga. Selain wisatawan lokal, turis asing, yg jd target adalah wisman Malaysia, singapura, dan eropa.
Utk datangkan turis, tidak hanya promosi, tp jg harus diiringi tindakan nyata dgn memperbaiki kualitas layanan kpd para turis.
Harus ada gerakan yg bisa mendorong terciptanya keamanan dan kenyamanan bagi pelancong. Kita ingin semua ekosistem bergerak maju. Tinggal bagaimana menyediakan fasilitas yg dapat langsung dirasakan wisatawan.


Status Bukit Lawang sebagai Destinasi Super Prioritas semakin dipertegas dengan hadirnya destinasi kelas dunia. Namanya The Jungle Gate, Orangutan Habit, Leuser Escape. Destinasi keren ini rencananya akan dilaunching pada 17 April 2019 mendatang.
.
Menurut Ketua Tim Percepatan Destinasi Internasional Bukit Lawang, The Jungle Gate merupakan amenitas wisata kembara (nomadic tourism) yang dikembangkan oleh Badan Pelaksana Otorita Bukit Lawang.
.
Lokasinya ada di Lahan Zona Otorita Pariwisata Bukit Lawang, Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir. Nantinya, The Kaldera akan menyediakan amenitas berupa 15 Tenda Belt, 2 Cabin, 2 Tenda Bubble, 1 Ecopod, dan area parkir untuk Camper Van.
.
“Destinasi ini sangat lengkap. Fasilitas lain yang ada di The Kaldera adalah Kaldera Ampiteathre, dengan kapasitas 250 orang, Kaldera Plaza, Kaldera Stage, Kaldera Hill, juga 2 Toilet.
.
Dijelaskannya, lokasi The Kaldera tidak terlalu jauh. Posisinya hanya 20 Menit dari Parapat, atau sekitar 1 Jam 30 Menit dari Balige. The Kaldera juga hanya berjarak 2 Jam dari Bandara Silangit, dan hanya 10 Menit dari Bandara Sibisa. Segmen utama wisatawan adalah para nomad, milenial dan family. Selain wisatawan nusantara, wisatawan mancanegara yang menjadi target adalah dari Malaysia, Singapura dan Eropa.
.
“The Kaldera memiliki view yang mempesona. Dari lokasi, kita bisa melihat indahnya Desa Wisata Sigapiton yang berlokasi di lembah di bawah The Kaldera, diapit bukit di kanan dan kiri dengan pemandangan Danau Toba dan Pulau Samosir di kejauhan. Diperkirakan The Kaldera dapat menampung 50 wisatawan yang menginap di fasilitas glampingnya,” terang Waizly.
.
Di Kawasan ini, Badan Pelaksana Otorita Danau Toba dibawah arahan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Kementerian Pariwisata, mengawali pembangunan Sibisa Integrated Resort.
.
Sibisa juga masuk Kawasan Pariwisata Destinasi Danau Toba. Nantinya, kawasan ini akan terintegrasi dengan Toba Caldera Reserve, Sibisa Airport dan Desa Wisata Sigapiton untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan. Menteri Pariwisata Arief Yahya dijadwalkan akan membuka destinasi digital ini pada 17 Agustus 2019

https://www.instagram.com/p/Bv0t7lLlly1/?

Tidak ada komentar: