" ASSALAAMU 'ALAYKUM
Sebelum saya menulis sedikit tentang pemahaman " BASMALLAH " di status ini. Saya mengajak Anda sekalian untuk membaca shalawat Nabi Muhammad SAW, serta keluarganya, agar mudah bagi kita semua mendapat ilmu yang bermanfa'at bagi diri kita sendiri, karena belajar ilmu haruslah di awali dengan mengucap :
" BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM "
Baik itu Syari'at, Thariqat, Haqiqat maupun Ma'rifat. Mari kita bershalawat bersama-sama .di awali dahulu membaca " BASMALLAH "
BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM......
ALLAAHUMMA SHALLI 'ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD.....
WA 'ALAA AALIHI SAYYIDINAA MUHAMMAD.....
YAA BIRABBII SHALLI WA SALLIM 'ALAIHI .....
AAMIIN ALLAAHUMMA AAMIIN....
Saudara- saudariku hamba Allah yang dimuliakan...
BASMALLAH .... Itu sebenarnya terdapat pemahaman dan pengertiannya yang sangat halus (lathif) sekali, yakni :
● Huruf " BA " itu ialah :
BAHAA 'ULLAH.
Maksudnya kecendikiawan Allah Ta'ala.
Dan juga :
BAKAA 'UTTABI'IIN.
Yakni air matanya orang-orang yang bertaubat.
● Dan huruf " SIN " adalah :
SANAA 'ULLAH
Artiya Ketinggian Allah.
Juga SAHWUL GHAAFILIIN
Artinya Kelalaian hati seseorang yang lalai.
● Dan juga huruf " MIM " adalah :
MAJ-DULLAH
Maksudnya ialah :
Kemuliaan Allah Ta'ala
● ini juga MAGHFIRATUHU LIL MUFZIBIIN
Artinya adalah Ampunan Allah terhadap orang- orang yang melakukan dosa ●
Ada sebagian para ahli ilmu Sufi berkata bahwa :
● Kalimat pada BASMALLAH yakni " ALLAH " Itu ditujukan kepada orang- orang yang sudah bersih hatinya yakni golongan para " AHLUS SHAFAA "
● Dan kalimat pada lafadz " AR-RAHMAANU "
ini ditujukan untuk orang-orang telah sempurna imannya yakni golongan " AHLUL WAFAA "..
● Dan lafadz " AR-RAHIIM " ini ditujukan orang-orang yang masih bersifat kasar prilakunya ●
Jadi, Allah SWT. Menempatkan segala ilmu itu pada huruf " BA " Artinya " BI "
Yakni :
● KAANA MAA KAANA BI YAKUUNU MAA YAKUUNU
Artinya " Dengan Aku- (Kata Tuhan) ada yang sudah ada. Dan dengan Aku- akan ada yang akan ada.
● FAA WUJUDUL AWALIM BI.
Artinya " Maka wujud alam semesta ini dengan-Ku. Tidak ada yang lain kecuali Aku-....
Ujud hakiki melainkan dengan nama ●
Inilah makna dari kata ungkapan :
" Tiada aku lihat sesuatupun, kecuali aku memandang Allah padanya ataupun sebelumnya."
Saudaraku sekalian............
" Sesungguhnya rahasia atas ke-Tuhanan itu, kalau ia masih tampak atau kelihatan nyata, niscaya :
" Batal kenabian "
Dan sebenar rahasia kenabian itu ialah kalau ia tampak nyata, maka :
" Batallah Ilmu "
Dan rahasia yang sebenarnya bagi ahli Ulama itu adalah Ulama itu.
Kalau ia tampak nyata, niscaya batal lah :
" Hukum dan Syara' "
Jika kita telah mengetahui takdir tentang diri kita ini, itulah suatu kerahasiaan ke-Tuhanan, maka dengan sendirinya ajaran Nabi dan para Ulama itu, seakan-akan tidak ada lagi. Sebab :
Hal itu buat kita sudah menyatakan nyata dan memang sebenar- benarnya ..
Sekaligus itu kewajiban kita yang kita bebani, itu bukanlah suatu paksaan, namun sesuatu itulah suatu keindahan dan kenikmatan ...
Dalam suatu ungkapan Nabi saw. beliau saw. bahwa " bila seseorang itu melihat nyata keadaan di alam kubur, pada itu adalah suatu rahasia ke-Tuhanan. Maka orang itu pasti tidak menghiraukan lagi kehidupan duniawi."
Dengan itu, maka orang tersebut akan melaksanakan ibadahnya, tidak karena terpaksa atau dipaksakan oleh hukum-hukum dan syara'
Perhatikan apa yang dirwayatkan okeh Abu Hurairah ra. Dan beliau berkata :
" Saya telah menerima dari Rasulullah saw. dua karung ( Al-Jiraab = Wil'a mim Jildin/ Karung dari kulit) ilmu. Salah satunya Saya sebarkan untuk manusia. Adapun yang satu lagi, seandainya Saya sebarkan, kamu pasti memenggal leherku."
Perkataan Ibnu Abbas ra. tentang firman Allah yaitu- ALLAAHUL LADZII HKALAQAS SAMAWAATI WAL ARDHI WA MAA BAINAHUNNA, kalau Saya sebutkan tafsirnya sebagaimana yang telah diketahui, niscaya kamu merajam Saya, dan mengatakan Ibnu Abbas adalah KAFIR........
Artinya Kecerdasanmu tidak sampai kesana untuk menemukannya, lalu kamu ingkar/membantah kepadaku tentang perkara itu....
- Kemudian Saudara- saudariku sekalian......
Mengenai tentang HAQQUL YAQIN ialah Musyahadah pada segala sesuatu tanpa " HULUL ", ITTIHAD " dan tidak pula " ITTISHAL " seperti cermin....
Anda bisa melihat wajah Anda didalam cermin iru, tanpa hulul dan ittihad...
Inilah : MUSYAHADAH DZAUQII yaitu " Penglihatan batin melalui RASA.
Tidaklah dapat mencapai perkara itu kecuali ahlinya orang-orang yang sudah mencapai maqam itu. Tidak meninggalkan ibadah , karena ibadah itu adalah prilaku sifat.
Kadang- kadang melalui lisan, dengan hati, dan dengan anggota tubuh ●
Gerak langkah selalu dalam kebajikan....
Nafas selalu terhitung ibadah.....
Terpelihara dari perkara menyalahi syara'.....
Sebab merasakan selalu diawasi dan selalu bersama Allah dalam setiap kadaan apapun.....
" FANA" BILLAAHI WA BAQAA BILLAHI "....
Dan tidak ada lagi isyarat dan ittibar yang bisa mengungkapkan....
Perkara ini adalah perkara " DZAUQII "
" Tidaklah aku kenal kecuali Allah, dan tidak ada aku mengetahuinya kecuali Allah.... "
Inilah pemahaman dari pengertian :
" Siapa yang melihat Allah Al-Haq, yakni melihat kepada Allah pada segala sesuatu."
Seandai saudaraku sekalian......
Apabila tergambar kata-kata nya itu bahwa ia melihat segaka ufuk (penjuru), maka bila ia itu adalah " benar " bahwa tidak ada apa-apa yang aku kulihat kecuali '' Matahari yang Aku lihat "
Sebenarnya cahaya matahari itu meluah dan melimpah dari matahari itu sendiri.
Padahal cahaya itu sendiri termasuk matahari itu sendiri bukan cahaya yang keluar dari matahari.....
Segala apapun yang terwujud itu adalah limpahan dari nur yaitu " ANWAARUL QUDRATIL 'AZALIYAH "
Cahaya kekuasaan yang azali, astar dari astar :
" ANWAARUL QUDRATIL AZALIYAH " itu.......
Siapa yang mengenal-Nya, maka ia akan mengerti dan memahami bahwa :
" Segala sesuatu yang wujud selain Allah itu adalah Bathil."
Ketahuilah kalian semua.....
Sesungguhnya segala sesuatu apapun itu yang terwujud adalah wujud batil kecuali Dzat Allah bukan bermakna batil atau kenyap binasanya sesuatu hanya pada suatu masa waktu saja...
Bahkan sekarang inipun saja adalah : Bathil.
Binasa dalam arti azali dan selama-lamanya tidak ada gambaran lain kecuali itu...
Aku bertaubat mengucapkan kalimat
" Laa Ilaaha Illallaahu " seperti dahulu....
Dahulu aku kira kata-kataku ini adalah milikku karena kemampuanku....
Karena kepintaranku....
Sekarang ini adalah kendil kemerlap dihatiku ini...
Dahulu kebodohan, kekufuran....
Semua karena-Mu ya Ilahii...
Untuk-Mu.... dan milik-Mu....
Kini INNA LILLAH.... LAA I LAAHA ILLALLAAHU.....
ALLAAHU AKBAR........
WASSALAAMU... @
Tidak ada komentar:
Posting Komentar